Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
PENGERTIAN DAN SIFAT TEORI AKUNTANSI

PENGERTIAN DAN SIFAT TEORI AKUNTANSI

Apa pengertian Teori Akuntansi - Pengertian teori akuntansi adalah suatu bagian atau cabang dari keseluruhan ilmu akuntansi yang terdiri atas pernyataan yang sistematis mengenai prinsip serta metodologi yang membedakannya dengan praktek.

Teori akuntansi merupakan sebuah sistem yang bersifat konprehensif dimana didalamnya termasuk postulat serta teori yang saling berkaitan.

Juga dapat dikatakan bahwa teori akuntansi merupakan konsep yang menyajikan dengan sistematis mengenai gambaran terhadap fenomena fenomena akuntansi dan menjelaskan hubungan diantara vairabel yang ada pada struktur akuntansi yang nantinya bisa dengan jelas menerangkan serta meramalkan fenomena fenomena yang akan mungkin terjadi.

Hendriksen, seorang ahli akuntansi mengemukakan teori akuntansi sebagai sebuah susunan prinsip yang bisa memberi kerangka acuan secara umum darimana sebuah praktek akuntansi bisa dinilai.

Teori akuntansi yang dirumuskan tidak akan bisa mengikuti perkembangan ekonomi, teknologi, sosial serta ilmu pengetahuan yang cepat.

Tidak ada atau belum ditemukan teori akuntansi yang sangat lengkap di setiap kurun waktu.

Teori akuntansi harus meliputi seluruh literatur akuntansi yang memberi pendekatan yang saling berbeda antara satu dengan yang lain

American Accounting Association (AAA) menyatakan bahwa:

teori akuntansi
Teori Akuntansi
  • Tidak ada satupun teori akuntansi yang lengkap yang bisa mencakup serta memenuhi seluruh keinginan di waktu dan keadaan dengan efektif.
  • Pada literatur akuntansi yang ada, isinya bukan merupakan teori akuntansi, namun kumpulan teori teori yang bisa dirumuskan mengatasi perbedaan perbedaan persyaratan yang diinginkan oleh para pengguna laporan keuangan

Menemukan rumus teori akuntansi tidak bisa dengan hanya mengandalkan teori akuntansi, mempergunakan literatur akuntansi serta disiplin ilmu yang lain yang masih relevan.

Namun teori akuntansi merupakan instrumen yang sangat penting didalam penyusunan dan memverifikasikan prinsip akuntansi yang diperlukan untuk menyusun laporan keuangan.

Sifat Teori Akuntansi

Teori Akuntansi memiliki sifat sifat yang diungkapkan beberapa ahli seperti berikut ini:
  1. Berkaitan erat dalam penyusunan sebuah kebijakan akuntansi
  2. Mempunyai prinsip atau metode yang logis dan berhubungan erat dalam menyusun sebuah kerangka umum
  3. Sanggup memberikan penjelasan mengenai praktek akuntansi, menjelaskan serta menjawab semua fenomena yang ada dalam penerapan sebuah metode para praktek akuntansi
  4. Merangkup semua literatur akuntansi serta memberi pendekatan pendekatan yang beda
  5. Bisa meramalkan, memproyeksikan serta menemukan gejala ataupun kejadian akuntansi yang tidak bisa diketahui dengan pasti
  6. Memeriksa, memverifikasi dan menyusun prinsip prinsip akuntansi
Teori Akuntansi di Indonesia

Teori Akuntansi di Indonesia

Sampai saat ini, Indonesia masih belum berusaha untuk merumuskan sebuah teori atau standar akuntansi sendiri. Indonesia masih mengadopsi teori akuntansi yang berkiblat ke Amerika yang berasal dari International Accounting Standard Committee (IASC) sebagai dasar acuan dalam pengembangan ilmu akuntansi di Indonesia.
Teori Akuntansi
Indonesia masih setia mengadopsi pedoman dari IASC dengan beberapa perubahan minor tentang Standar Akuntansi Keuangan ataupun pernyataan Standar Pemeriksaan.

Upaya terbaru adalah perumusan prinsip akuntansi Indonesia oleh Profesi Akuntansi walaupun masih belum menyentuh dasar dasar teori akuntansi.

Standar Akuntansi yang berlaku di Indonesia saat ini masih belum mempergunakan secara penuh Standar Akuntansi Internasional atau IFRS (International Financial Reporting Standard).

Indonesia masih setia menggunakan standar yang digunakan oleh United Stated Generally Accepted Accounting Standard (US GAAP), tetapi terdapat beberapa bagian yang telah mengadopsi standard IFRS yang sifatnya hanya harmonisasi sebagian.

Harmonisasi standart IFRS ini bertujuan supaya akuntansi indonesia bisa menghasilkan informasi keuangan yang bisa dibandingkan dengan yang lain, memudahkan analisis kompetisi ataupun hubungan baik dengan supplier, investor, kreditor dan pelanggan.

Harmonisasi bukannya tanpa hambatan !!

Nasionalisme, budaya, sistem pemerintahan pada masing masin gnegara yang berbeda tentu menjadi hambatan yang signifikan sehingga akuntansi di Indonesia sulit untuk mengadopsi secara penuh.

Perbedaan kepentingan antara perusahaan nasional dengan perusahaan multinasional serta biaya perubahan prinsip akuntansi yang tinggi juga menjadi hambatan tersendiri dalam proses harmonisasi standar akunntasi antar negara
FUNGSI DAN METODE PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI

FUNGSI DAN METODE PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI

Fungsi Teori Akuntansi

Vernon Kam [1986] menyatakan bahwa fungsi teori akuntansi adalah sebagai berikut ini:
  1. Menjadi pegangan untuk lembaga penyusunan standar akuntansi didalam menyusun standartnya
  2. Memberi kerangka rujukan dalam menyelesaikan permasalahan akuntansi dalam hal tidak terdapat standar resmi
  3. Menentukan batas didalam hal melaksanakan judgment didalam penyusunan sebuah laporan keuangan
  4. Meningkatkan keyakinan dan pemahaman pengguna laporan keuangan terhadap informasi yang terdapat pada laporan keuangan
  5. Meningkatkan mutu kualitas laporan keuangan yang bisa diperbandingkan kehandalannya

Sedangkan Hendriksen [1982] menyatakan tentang fungsi teori akuntansi sebagai berikut:
  1. Memberi kerangka rujukan yang digunakan sebagai dasar dialam menilai prosedur serta praktek akuntansi
  2. Memberi pedoman mendasar pada praktek dan prosedur akuntansi yang baru

Metode dalam Perumusan Teori Akuntansi

Perumusan teori akuntansi terdapat beberapa metode yang dipakai seperti pendapat dari Belkaoui dan Godfrey seperti beriktu ini:

1. Metode Deskriptif | Pragmatic

Metode ini menganggap akuntansi sebagai sebuah seni yang tidak bisa dirumuskan, metode perumusan akuntansi bersifat menjelaskan atau mendeskripsikan serta menganalisa praktek yang ada dan yang diterima saat ini

2. Metode Psychological Pragmatic

Metode ini mengamati reaksi dari pengguna laporan keuangan terhadap output akuntansi yang telah disusun dari berbagai standar, prinsip, pedoman atau aturan. Hal ini juga seringkali disebut sebagai behavioral accounting

3. Metode Normatif | 1950 - 1960

Metode ini menganggap akuntansi sebagai sebuah norma peraturan yang wajib diikuti tanpa memperdulikan apakau dipraktekan, berlaku saat ini atau tidak

4. Metode Positive | 1970

Metode yang dimulai dari sebuah metode ilmiah yang diterima umum dan sedang berlaku. Berdasar Teori akuntansi positif ini, dirumuskan permasalahan penelitian untuk mengamati fenomena nyata yang tidak terdapat didalam teori.
Sejarah Akuntansi dan Perkembangannya

Sejarah Akuntansi dan Perkembangannya

Berbicara Sejarah Akuntansi tak terlepas dari kejadian kejadian pada masa lalu yang besar pengaruhnya pada akuntansi saat ini.

Sejarah dan Perkembangan Akuntansi di Indonesia


Praktek awal akuntansii di Indonesia bisa ditelusuri sejarah perkembangan akuntansi ketika era penjajahan Belanda, sekitar pada tahun 1642 [soemarso:1995]. jejak yang bisa dengan jelas bisa dikatakan berkaitan dengan praktek akuntansi di Indonesia bisa ditemukan sekitar pada tahun 1747 ketika praktek pembukuan yang dijalankan oleh Amphioen Sociteyt yang berkedudukan pusat di Jakarta. Dalam Era penjajahan Belanda mengenalkan sebuah sistem double entry bookeeping (sistem pembukuan berpasangan) sebagaimana praktek yang bangun oleh Luca Pacioli.
VOC, perusahaan dagang (organisasi komersial) pertama milik belanda yang pada masa penjajahan di indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam dunia bisnis Indonesia pada waktu itu. sejarah perkembangan akuntansi di indonesia awalnya menganut pada sistem kontinental seperti sistem yang dipakai oleh Belanda. sebenarnya, sistem kontinental atau yang bisa juga disebut pembukuan tidaklah sama dengan akuntansi. Pengertian akuntansi lebih luas. Pembukuan (Bookkeeping) merupakan elemen prosedural dari akuntansi. Ada perbedaan antara pembukuan dengan akuntansi

Pembukuan : menyangkut aktivitas proses akuntansi sepertii pencatatan, perangkuman, pengelompokan serta kegiatan lain yang tujuannya untuk menghasilkan sebuah informasi akuntansi yang berdasar pada data

Akuntansi : menyangkut aktivitas analisa dan inteprestasi berdasarkan pada informasi akuntansi

Seiring dengan perkembangan, pembukuan kemudian ditinggalkan. Di Indonesia, perusahaan kemudian banyak menerapkan system akuntansi Anglo Saxon yang asalnya dari Amerika. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa kondisi:
  • Tahun 1957, Terjadi konfrontasi Irian Barat yang melibatkan Indonesia dan Belanda yang berakibat seluruh pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Belanda ditarik kembali dan bisa melanjutkan studinya kembali diberbagai negara, termasuk Amerika Serikat
  • Sebagian Besar dari orang orang yang memiliki peran dalam perkembangan akuntansi di Indonesia menyelesaikan studinya di Amerika dan kemudian membawa sistem akuntansi Anglo Saxon untuk diterapkan di Indonesia. pada akhirnya sistem ini mendominasi dalam penggunaannya daripada sistem akuntansi kontinental di Indonesia
  • Berkembangnya system akuntansi Anglo Saxon, Penanaman Modal Asing atau PMA memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan akuntansi.

Akuntansi pada masa kekinian sudah berkembang kedalam tahap kedewasaan menjadi suatu elemen integral dari suatu bisnis serta keuangan global. Keputusan yang bersumber dari informasi akuntansi, pengetahuan akan isu isu dalam akuntansi internasional menjadi hal yang penting untuk memperoleh intepretasi serta pemahaman yang tepat di dalam komunikasi bisnis internasional.

Sejarah akuntansi memperlihatkan suatu perubahan yang terjadi terus menerus dengan konsisten. Dalam suatu waktu, akuntansi serupa dengan sistem pencatatan bagi jasa jasa perbankan tertentu dan bagi rencana dalam pengumpulan pajak. Lalu kemudian muncul sistem pembukuan double entry guna pemenuhan kebutuhan dalam usaha dagang.

Sejarah dan Perkembangan Akuntansi Internasional

Sejarah akuntansi
Sejarah Akuntansi
Akuntansi pertama kali diperkenalkan di negara Italia pada abad 14 dan 15. Ketika itu akuntansi dijalankan dengan melakukan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping). Akuntansi modern dimulai ketika double entry accounting ditemukan dan dipergunakan dalam aktivitas bisnis yang pertama kali diperkenalkan oleh Luca Pacioli (pada tahun 1447).

Luca Pacioli lahir pada tahun 1447 di Italia, dia bukanlah seorang akuntan, namun seorang pendeta yang mahir matematika, dan juga seorang pengajar di beberapa universitas di Italia. Luca Pacioli adalah orang yang pertama kali mempublikasikan pada tahun 1494 tentang prinsip dasar dari double accounting system yang diterbitkan didalam bukunya:

"Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita"

Beberapa Ahli mengutarakan pendapatnya bahwa prinsip yang dipublikasikan tersebut bukan merupakan ide murni dari Luca Pacioli, tetapi Luca Pacioli hanya merangkum praktik akuntansi yang sedang berlangsung pada waktu itu lalu kemudian mempublikasikannya. kenyataan ini diakui sendiri oleh Luca Pacioli. Praktik bisnis yang menggunakan metode venetian yang menjadi acuan utama Luca Pacioli dalam menulis buku yang dipublisnya menjadi metode yang diadopsi bukan hanya di Italia, tapi hampir diseluruh negara eropa.

Pembukuan ala Luca Pacioli ini lalu beralih ke jerman untuk menolong pedagang zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. Pada waktu yang besamaan, para filsuf bisnis Belanda memepertajam cara perhitungan pendapatan periodik dan pemerintahan Perancis menerapkan seluruh sistem didalam perencanaan serta akuntabilitas pemerintahan.

Kemudian pada 1850, prinsip akuntansi ini menjangkau kepulauan Inggris yang mengakibatkan tumbuhnya masyarakata akuntansi serta profesi akuntan publik yang telah terorganisir di Skotlandia dan Inggris pada 1870. Praktik ini kemudian menyebar dengan cepat kewilayah Amerika Utara dan semua wilayah persemakmuran Inggris. Juga dengan model akuntansi belanda mencapai daerah Indonesia, Perancis membawanya hingga di Polinesia serta wilayah afrika yang berada dibawah jajahan Perancis. Sedangkan Sistem akuntansi dari Jerman memiliki pengaruh hingga ke wilayah Jepang, Sweden, hingga Kekaisaran Rusia.

Pada Paruh pertama di abad 20, dengan bertumbuhnya kekuatan ekonomi USA, kerumitan permasalahan akuntansi muncul secara bersamaan, hingga kemudian Akuntansi diakui menjadi suatu disiplin ilmu akademik tersendiri, setelah usainya perang dunia ke dua, pengaruh akuntansi makin terasa dibelahan dunia khususnya dunia barat.
Teori Akuntansi Positif

Teori Akuntansi Positif

Teori Akuntansi Positif berusaha untuk menjelaskan sebuah proses yang menggunakan pemahaman, pengetahuan dan kebijakan akuntansi yang PALING SESUAI untuk menghadapi kondisi dan keadaan tertentu pada masa yang adakan datang.

Teori Akuntansi Positif memiliki anggapan bahwa tujuan dari sebuah teori akuntansi adalah untuk memberikan penjelasan dan memprediksi praktek akuntansi.

teori akuntansi positif
Teori Akuntansi Positif

Perkembangan teori akuntansi positif ini muncul akibat ketidakpuasan terhadap teori akuntansi normatif.

Dasar pemikiran yang digunakan untuk menganalisis teori akuntansi pada teori normatif dianggap terlalu sederhana dan tidak memiliki dasar teoritis yang kokoh.

Terdapat 3 alasan mendasar yang kuat atas terjadinya pergeseran teori akuntansi pendekatan normatif ke teori akuntansi positif [Watt and Zimmerman]

Pertama 

Teori akuntansi normatif terlalu fokus terhadap kepentingan investor secara individu daripada kemakmuran masyarakat yang lebih luas

Kedua

Teori akuntansi normatif dirasa tidak mampu menguji teori secara empiris karena didasari pada asumsi atau premis yang keliru sehingga tidak bisa diuji kebenarannya secara empiris.

Ketiga

Didalam teori akuntansi normatif sangat memungkinkan terjadinya pengalokasian sumber daya ekonomi secara maksimal di pasar modal.

Melepas sumber daya ke pasar modal dengan mengikuti mekanisme pasar.

Informasi akuntansi bisa menjadi sebuah alat pengendali bagi masyarakat didalam mengalokasikan sumber daya ekonomi secara efisien.

    Lebih lanjut, Watt and Zimmerman mengembangkan teori akuntansi dengan pendekatan positif yang orientasinya lebih kepada penelitian empiris.

    Menjustifikasi berbagai macam metode atau teknik akuntansi yang sekarang dipergunakan atau mencari model yang baru untuk mengembangkan teori akuntansi dikemudian hari.

    Hipotesa Teori Akuntansi Positif


    Watts dan Zimmerman [1990] mengemukakan 3 Hipotesa dari teori akuntansi positif.

    1. Hipotesis Rencana Bonus


    Manajer perusahaan dengan rencana bonus lebih cenderung memilih prosedur akuntansi dengan perubahan keuntungan yang dilaporkan dari periode dimasa depan ke periode saat ini.

    Hipotesis ini cukup beralasan, seorang manajer tentu ingin mendapatkan imbalan yang tinggi.

    Apabila besaran bonus tersebut tergantung pada besar kecilnya laba perusahaan, maka seorang manajer atau siapapun itu tentu akan berusaha memberikan laporan pendapatan bersih setinggi mungkin agar mendapatkan bonus yang tinggi.

    Nah, salah satu caranya adalah dengan memilih dan menentukan kebijakan akuntansi yang bisa meningkatkan laba pada laporan keuangan diperiode tersebut.

    Sesuai dengan karakter proses akrual, hal tersebut bisa menyebabkan penurunan laba perusahaan yang akan dilaporkan pada masa yang akan datang dengan faktor lainnya yang masih tetap sama

    2. Hipotesis Kontrak Hutang


    Hipotesis Kontrak Hutang ini seluruh hal yang lain dalam keadaan tetap

    Semakin dekat sebuah perusahaan terhadap pelanggaran prinsip akuntansi yang didasari atas sebuah kesepatakan hutang,

    Maka ada kecenderungan semakin besar kemungkinan manajemen perusahaan untuk memilih prosedur akuntansi yang melaporkan perubahan laba dari periode masa depan ke periode saat ini.

    3. Hipotesis Biaya Politik

    Semakin besar ongkos politik yang ditanggung oleh perusahaan, maka manajer akan cenderung untuk menggunakan prosedur akuntansi yang menyerah terhadap laba yang dilaporkan pada masa saat ini menuju masa mendatang.

    Dalam pemilihan kebijakan akuntansi dipengaruhi juga oleh dimensi politik perusahaan.

    Perbedaan Teori Akuntansi Positif dan Teori Akuntansi Normatif


    Perbedaan pendekatan serta dasar antara teori akuntansi positif dan teori akuntansi normatif menyebabkan taksonomi akuntansi.

    Pendekatan teori akuntansi normatif menghasilkan taksonomi akuntansi sebagai sebuah seni yang cenderung deskriptif

    Sedangkan pendekatan teori akuntansi positif lebih kepada menghasilkan taksonomi akuntansi sebagai ilmu pengetahuan (Sains).

    Namun tetap, keduanya sama sama sebagai sarana pendekatan teori akuntansi yang diakui.

    Fungsi dan Tujuan Akuntansi

    Fungsi dan Tujuan Akuntansi

    Fungsi dan Tujuan Akuntansi - Akuntansi merupakan sebuah pengukuran dan usaha memberikan kepastian tentang informasi keuangan yang dibutuhkan oleh pihak pihak yang membutuhkan dan nantinya akan dijadikan dasar dalam pengambilan sebuah keputusan yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pengguna laporan.

    Tujuan Akuntansi

    Tujuan Akuntansi
    Tujuan Akuntansi Fungsi Akuntansi

    Akuntansi memiliki beberapa tujuan, tujuan akutansi keuangan menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) adalah sebagai berikut:
    1. Untuk memberi informasi keuangan yang secara handal bisa dipercaya mengenai kewajiban, modal dan sumber ekonomi
    2. Untuk memberi informasi yang terpercaya tentang perubahan perubahan yang ada pada sumber sumber ekonomi sebuah perusahaan yang muncul karena adanya kegiatan usaha
    3. Untuk memberi informasi keuangan yang bisa membantu penggunanya dalam memperkirakan potensi perusahaan dalam mendapatkan laba
    4. Untuk memberi informasi penting yang lain tentang perubahan perubahan pada sumber ekonomi dan kewajiban
    5. Untuk menyampaikan sedalam mungkin informasi lain yang masih berkaitan dengan laporan keuangan yang masih relevan untuk digunakan oleh pengguna laporan keuangan
    Pengguna laporan keuangan dalam hal ini terdiri dari internal maupun eksternal perusahaan, internal seperti manajemen perusahaan dan pihak eksternal seperti investor, kreditor, pemerintah dll.

    Fungsi Akuntansi

    Berdasarkan tujuan akuntansi tersebut, fungsi akuntansi yang utama adalah sebagai informasi keuangan sebuah entitas.

    Laporan keuangan akuntansi ini bisa terlihat posisi keuangan dan perubahan perubahan apa saja yang terjadi didalamnya yang dirasa sangat dibutuhkan oleh penggunanya yang berasal dari internal perusahaan ataupun eksternal perusahaan

    10 Bidang Bidang Akuntansi

    10 Bidang Bidang Akuntansi

    Bidang bidang akuntansi meliputi berbagai klasifikasi, berikut ini 10 bidang bidang akuntansi yang umum diketahui

    10 Bidang Akuntansi

    bidang bidang akuntansi
    Bidang Bidang Akuntansi

    1. Akuntansi Keuangan | Financial Accounting

    Akuntansi Keuangan atau yang seringkali disebut sebagai akuntansi umum merupakan bidang akuntansi yang berkaitan dengan transaksi transaksi keuangan khusus yang meliputi perubahan aset, hutang (kewajiban) dan modal (ekuitas) perusahaan.

    Tujuannya tak lain adalah untuk menyajikan data data transaksi keuangan yang telah dilakukan pada suatu periode tertentu yang dilaporkan dalam bentuk Finance Statement (Laporan Keuangan).

    Akuntansi Keuangan lebih concern untuk menyajikan laporan keuangan kepada pihak pihak EKSTERNAL perusahaan.

    Pihak eksternal seperti para investor atau pemegang saham, bank, pemerintah (dirjen pajak) dan yang lainnya yang berkepentingan atas laporan tersebut.

    Akuntansi Keuangan wajib mengacu dan berdasar pada prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum yang telah dinyatakan didalam Standar Akuntansi Keuangan didalam proses pencatatan seluruh transaksi yang terjadi

    2. Akuntansi Manajemen | Management Accounting

    Berbeda dengan akuntansi keuangan yang lebih dikhususkan disusun untuk memenuhi informasi pihak pihak eksternal.

     Akuntansi manajemen lebih memprioritaskan dan mengkhususkan diri untuk membantu pihak internal perusahaan (baca: manajemen).

    Akuntansi manajemen memberikan tafsiran informasi informasi yang dibutuhkan manajemen dalam menjalankan aktivitas perusahaan untuk mencapai tujuan.

    Bahkan melibatkan diri dalam penyusunan anggaran untuk masa mendatang.

    Akuntansi manajemen tidak memerlukan standar standar khusus yang berlaku umum dalam prosesnya.

    3. Akuntansi Biaya | Cost Accounting

    Akuntansi Biaya adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan perencanaan, penetapan serta pengendalian biaya produksi.

    Objek yang utama dari akuntansi biaya adalah biaya produksi.

    Jadi jelas akuntansi biaya dipergunakan untuk memproduksi bahan baku atau bahan mentah menjadi barang jadi.

    Aktivitas menghitung biaya biaya yang timbul dalam kegiatan produksi lalu kemudian membandingkannya dengan biaya yang berdasarkan taksiran.

    Akuntansi biaya hanya terjadi di perusahaan manufaktur yang kegiatan utamanya adalah memproduksi barang mentah menjadi barang jadi.

    Bukan pada perusahaan jasa ataupun perusahaan dagang. 

    4. Akuntansi Perpajakan | Tax Accounting 

    Akuntansi Perpajakan adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan permasalahan perpajakan.

    Bidang akuntansi ini khusus untuk mempersiapkan data yang dibutuhkan dalam perhitungan pajak.

    Tujuan akuntansi perpajakan tak lain adalah supaya pajak yang dibayarkan oleh perusahaan sesuai dengan peraturan perudang udangan yang berlaku.

    Bagaimana hubungan sebuah transaksi yang terjadi dengan tarif dan pajak yang ada didalamnya.
    Dalam banyak kasus, akuntansi perpajakan lebih dominan digunakan untuk meminimalisir jumlah pajak yang terhutang perusahaan dengan teknik teknik yang tidak melanggar peraturan perpajakan.

    Secara teknis, akuntansi pajak langsung berkaitan dengan masalah perpajakan seperti penghitungan SPT, Pembayaran SPT, entah itu untuk PPh maupun PPn

    5. Akuntansi Pemeriksaan | Auditing

    Audit adalah sebuah bidang akuntansi yang aktivitasnya fokus pada pemeriksaan atas catatan akuntansi secara independen tanpa tekanan dari pihak manapun.

    Pihak yang melakukan audit biasa disebut dengan "Auditor" yang secara bebas bekerja tanpa adanya pengaruh dari pihak pihak yang berkepentingan.

    Kegiatan audit adalah memeriksa seluruh pencatatan transaksi yang telah terjadi dan memastikan apakah pencatatan tersebut sudah sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum.

    Dalam melaksanakan tugas, auditor juga emiliki standar auditing yang berlaku secara umum.

    6. Akuntansi Anggaran | Budgetary Accounting 

    Akuntansi anggaran adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan penyusunan sebuah rencana pengeluaran perusahaan dan kemudian membandingkan dengan pengeluaran aktual.

    Akuntansi anggaran menguraikan aktivitas keuangan untuk sebuah jangka waktu tertentu yang juga dijalankan dengan sistem analisa dan pengawasan.

    Sebenarnya akuntansi anggaran ini adalah bagian dari akuntansi manajemen

    7. Akuntansi Pemerintah | Goverment Accounting

    Akuntansi Pemerintahan merupakan bidang akuntansi yang dalam penyajian laporan keuangannya dilakukan oleh lembaga pemerintah.

    Bidang akuntansi ini memberikan informasi melalui data akuntansi dari berbagai aspek pengelolaan administrasi keuangan pemerintah serta melaksanakan pengendalian terhadap pengeluaran anggaran.

    8. Akuntansi Pendidikan | Education Accounting 

    Akuntansi Pendidikan fokus kegiatannya diarahkan kepada bidang pendidikan

    Contohnya terlihat kegiatan belajar mengajar akuntansi, penyusunan kurikulum, penelitian tentang akuntansi serta yang lainnya yang berhubungan dengan perkembangan ilmu akuntansi.


    9. Sistem Akuntansi | Accounting System

    Sistem Akuntansi berkaitan dengan penciptaan sebuah prosedur akuntansi dan juga peralatan pendukungnya yang diiringi penentuan langkah didalam pengumpulan serta pelaporan data keuangan.

    Sistem Akuntansi bisa mempermudah sebuah pengendalian internal perusahaan dan menciptakan arus laporan yang sesuai untuk kebutuhan manajemen

    10. Akuntansi Internasional | International Accounting

    Akuntansi Internasional meliputi permasalahan yang timbul atas transaksi transaksi perdagangan lintas negara (internasional) yang umumnya terjadi pada perusahaan perusahaan multinasional

    Demikianlah 10 bidang bidang akuntansi yang umum diklasifikasikan oleh banyak pihak, semoga tulisan bidang bidang akuntansi ini memberikan manfaat.