Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan
Pengertian dan Struktur Lapisan Permukaan Bumi

Pengertian dan Struktur Lapisan Permukaan Bumi

A. PENGERTIAN LAPISAN PERMUKAAN BUMI
Bumi merupakan salah satu planet dalam sistem tata surya (the solar system) yang terletak dalam sebuah galaksi yang disebut Bimasakti (Milky Way Galaxy), dan sejauh ini bumi merupakan satu-satunya tempat yang diketahui mendukung dan memiliki kehidupan. Bumi kaya akan oksigen dan air serta diselimuti oleh lapisan udara (atmosfer) yang membuat suhu pada permukaannya mendukung kehidupan makhluk hidup.

Bumi berbentuk oblate ellipsoid yaitu berbentuk bulat namun tidak sempurna karena lebih menggembung di bagian ekuator (garis ekuator/khatulistiwa = garis khayal yang membagi bumi menjadi 2 bagian, utara dan selatan) dan lebih merata di bagian kutubnya.
Pengertian Permukaan Bumi, Struktur Permukaan Bumi, Struktur Lapisan Permukaan Bumi
LAPISAN PERMUKAAN BUMI
Plato adalah ilmuwan yang pertama kali mengungkapkan pendapatnya mengenai bentuk dan materi penyusun bumi. Plato mengatakan bahwa bumi terdiri dari massa cair yang berpijar (magma) dan dikelilingi oleh lapisan batuan yang keras. Para ahli memperkirakan bahwa bumi pada awalnya (± 5.000 juta tahun lalu) merupakan planet dengan suhu permukaan yang sangat panas mencapai 4.000 ºC dan kemudian mengalami proses pendinginan selama jutaan tahun sampai permukaannya mengeras, namun pada bagian dalamnya, lapisan bumi tetap terdiri atas massa zat yang lunak dengan suhu yang sangat tinggi. Kemudian para ahli melalui pengamatan seismolog (pengamatan gelombang hantaran gempa) yang dapat mendeteksi komposisi dan kerapatan lapisan dibawah permukaan bumi, membagi struktur bumi atas beberapa lapisan, diantaranya :

B. MACAM MACAM LAPISAN PERMUKAAN BUMI
1. LITOSFER ATAU KULIT BUMI (CRUST)
Lapisan ini merupakan lapisan terluar atau kulit bumi, tempat berbagai makhluk hidup tinggal. Litosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos yang berarti batuan dansphere yang berarti bulatan atau lapisan. Jadi, litosfer dapat diartikan sebagai lapisan batuan yang membentuk kulit bumi. Litosfer atau kulit bumi merupakan lapisan paling tipis dan keras pada bumi karena itu sering juga disebut dengan sebutan kerak bumi, dan memiliki ketebalan yang bervariasi karena permukaannya yang tidak rata atau disebut relief (tinggi rendah muka bumi). Lapisan ini terbagi atas dua, yaitu kerak benua dan kerak samudera. Kerak benua merupakan lapisan kulit bumi yang terdapat pada daratan dan memiliki ketebalan 20-70 km. Sementara kerak samudera merupakan lapisan kulit bumi yang tertutupi oleh perairan dan memiliki ketebalan yang lebih tipis yaitu 5-10 km. Kulit bumi sebagai lapisan paling luar bumi memiliki jarak sekitar 6.400 km dengan lapisan inti bumi atau pusat bumi.

Selain permukaannya yang tidak rata, lapisan kulit bumi atau litosfer juga merupakan lapisan yang tidak stabil dan tidak utuh. Alfred Wegener, ilmuwan asal Jerman menjelaskan hal ini melalui teori Pergeseran Benua (Continental Drift Theory) yang ia ungkapkan pada tahun 1972 dan diakui sampai saat ini. Dalam teorinya Wegener menyebutkan pada awalnya semua daratan di bumi hanya terdiri dari satu benua yang disebut superbenua (pangea), kemudian daratan tersebut terpecah dan menyebar hingga membentuk beberapa bagian lempengan. Jadi teori ini menggambarkan bahwa lapisan kulit bumi ini pada awalnya merupakan lapisan yang terdiri dari beberapa bagian (disebut lempengan) yang terhubung satu sama lain (layaknya puzzle raksasa), kemudian lapisan ini terpecah hingga membentuk beberapa bagian atau beberapa lempengan yang mengambang dan terus bergerak. Setidaknya sampai saat ini ada beberapa lempengan yang diketahui yaitu lempengan Eurasia, Pasifik, Amerika, Amerika Selatan, Indo-Australia, Afrika, dan Antartika. Lempengan-lempengan ini terus mengalami pergerekan walaupun pergerakannya sangat lambat, hanya beberapa cm saja per tahun.

Lapisan kulit bumi terdiri atas berbagai jenis batuan dan tanah (tanah juga berasal dari partikel batuan yang mengalami pelapukan) yang kemudian membentuk relief muka bumi. Berbagai perubahan dan pergerakan dari lapisan permukaan bumi ini dipengaruhi oleh proses yang terjadi akibat adanya tenaga endogen yaitu tenaga yang berasal dari dalam bumi dan tenaga eksogen yaitu tenaga yang berasal dari luar permukaan bumi. Tenaga endogen dapat berupa tektonisme, vulkanisme dan gempa. Sementara tenaga eksogen meliputi pelapukan, erosi, mass wasting  dan sedimentasi.

2. ASTENOSFER & MESOSFER ATAU SELIMUT BUMI (MANTLE)
Lapisan ini terletak dibawah lapisan litosfer, dan memiliki massa zat dengan sifat yang lebih lunak daripada lapisan litosfer. Lapisan selimut atau mantel bumi ini terbagi atas dua lapisan yaitu lapisan mantel atas (astenosfer) dan lapisan mantel bawah (mesosfer). Lapisan astenosfer memiliki ketebalan 100-400 km dan memiliki suhu yang sangat tinggi mencapai 3000 ºC. Massa zat pada lapisan astenosfer berbentuk massa cair kental dan berpijar ( magma) yang bergerak dengan sangat lambat, pada lapisan inilah lempeng –lempeng pada lapisan litosfer seolah mengambang. Sementara pada lapisan mesosfer yang memiliki ketebalan 2.400 – 2.700 km, suhunya lebih tinggi lagi karena mendekati lapisan inti bumi yang sangat panas. Namun pada lapisan mesosfer, massa zat di dalamnya terdiri atas zat dengan sifat material yang lebih padat daripada lapisan astenosfer  karena pengaruh tekanan yang lebih tinggi yang terdapat pada lapisan mesosfer.

3. BARISFER ATAU INTI BUMI
Lapisan selanjutnya adalah barisfer yang merupakan lapisan yang paling dalam dan terletak pada pusat bumi. Lapisan ini memiliki suhu dan tekanan yang paling tinggi dibanding lapisan-lapisan lainnya. Lapisan barisfer atau inti bumi terbagi atas dua lapisan yaitu lapisan inti luar (outer core) yang memiliki ketebalan sekitar 2.200 km dan lapisan inti dalam (inner core) dengan ketebalan sekitar 2.500 km. Suhu pada inti luar sekitar 3.900 ºC lebih rendah dibanding suhu pada inti dalam yang mencapai 4.800 ºC. Kedua lapisan inti ini sama-sama terdiri atas campuran massa zat besi dan nikel yang mampat, namun dengan sifat material yang berbeda pada masing-masing lapisannya karena pengaruh tekanan yang berbeda. Pada lapisan inti dalam, tekanan yang sangat tinggi membuat massa zat besi dan nikel di dalamnya terdapat dalam keadaan padat. Sementara pada inti luar dengan tekanan yang lebih rendah dari inti dalam, sifat material zat besi dan nikelnya dalam keadaan lebih cair.  
Pengertian Lapisan Permukaan Bumi, Struktur Permukaan Bumi
PENGERTIAN DAN STRUKTUR LAPISAN PERMUKAAN BUMI
Pengertian dan Jenis-Jenis Erosi Terupdate

Pengertian dan Jenis-Jenis Erosi Terupdate

Pengertian dan Jenis-Jenis Erosi Terupdate - Erosi ialah peristiwa pengikisan tanah dan pemindahan tanah secara alami dari satu tempat ke tempat lain diakibatkan oleh transportasi angin, air, es maupun hujan dan pengaruh gravitasi bumi akibat aktivitas makhluk hidup.

Pengertian dan Jenis-Jenis Erosi Terupdate

Ada beberapa jenis-jenis erosi yang terbagi 4 bagian, seperti dibawah:

Ablasi

Ablasi ialah erosi yang disebabkan oleh air yang mengalir, seperti tumbahan air mineral, air hujan dan sebagainya. Air yang mengalir akan mengakibatkan banyaknya gesekan terhadap tanah yang dilaluinya secara bersamaan, akibat besarnya gesekan pada tanah tersebut, maka akan dipengaruhi oleh besarnya air yang mengalir.

Gesekan antara air dengan tanah, maka menyebabkan terjadinya pengikisan tanah tersebut. Pengikisan air terhadap tanah yang terjadi secara terus menerus, dapat berakibat fatal dengan mudah terjadi terbentuknya jurang ataupun sebuah ngarai air terjun yang sangat besar secara alami yang disebabkan oleh ablasi tersebut.

Erosi ablasi dibagi beberapa tingkatan kerusakannya, sebagai berikut:
  • Erosi Percik
  • Erosi Lembar
  • Erosi Alur
  • Erosi Parit

Abrasi

Abrasi ialah proses erosi pantai oleh besarnya gelombang air laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi bisa diartikan dengan kata erosi pantai. Kerusakan garis pantai yang diakibatkan oleh abrasi ini dipacu oleh terganggunya keseimbangan alam disekitar pantai tersebut, sehingga abrasi bisa diartikan faktor gejala alami, namun manusialah yang sering merusak wilayah pantai tersebut. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya abrasi ialah dengan penanaman hutan mangrove dengan kesadaran sendiri maupun dari pemerintah.

Eksarasi

Eksarasi ini bisa disebut juga dengan istilah erosi es atau gletser. Erosi eksarasi ini disebabkan oleh es yang mencair dan terkikis masuk ke bawah dan akhirnya mengendap. Bentang alam yang dihasilkan oleh eksarasi ialah wilayah pantai ke arah barat dan dikeliling oleh tebing-tebing yang sangat curam yang terbentuk oleh eksarasi atau erosi gletser.

Deflasi

Deflasi ini bisa disebut juga dengan istilah erosi angin. Erosi ini kebanyakan terjadi diwilayah gurun. Erosi angin terhadap pasir dapat membuat  pasir tersebut mengendap menjadi bebatuan bukir pasir. Angin yang bertiup sangat kencang dapat mengikis batuan tersebut dan membawa ke daerah yang memiliki daerahnya angin rendah.

Dampat Akibar Erosi

Terdapat beberapa dampat yang diakibatkan oleh erosi, sebagai berikut:
  • Menipisnya lapisan permukaan tanah, maka akan menyebabkan permukaan tanah semakin menipis (degradasi lahan).
  • Menurunnya tanah yang tidak bisa menyerap air dengan baik dan mengakibatkan permukaan air akan meluap.
  • Dapat mengakibatkan banjir atau meluapnya sungai.
Antroposfer dan Kependudukan : Pengertian, Konsep, Aspek

Antroposfer dan Kependudukan : Pengertian, Konsep, Aspek

A. PENGERTIAN ANTROPOSFER
Pengertian antroposfer dapat dijelaskan menurut etimologi dan terminologi. Secara etimologi dapat (asal katanya) antroposfer berasal dari dua kata yaitu, antrophos dan sphaira. “Antrophos” berarti manusia sedangkan “sphaira” berarti lapisan. Melihat pengertian diatas maka antroposfer dapat diartikan sebagai lapisan manusia beserta kehidupannya dipermukaan bumi. Berdasarkan arti secara etimologi ini antroposfer dapat dijelaskan secara lebih luas, Antroposfer merupakan bagian dari objek material dalam kajian ilmu geografi dimana didalamnya membahas tenntang dinamika kehidupan manusia. Dinamika tersebut meliputi kelahiran, kematian dan migrasi.

Secara terminologi antroposfer dapat dijelaskan sebagai suatu kajian dalam ilmu geografi yang terkait dengan potensi penduduk, serta permasalahan-permasalahan yang terdapat dalam masyarakat tersebut. Antroposfer memiliki kaitan erat dengan sumber daya manusia (SDM) yang terdapat dipermukaan bumi.
Pengertian Antroposfer, Konsep Antroposfer, Aspek Kependudukan
ANTROPOSFER
B. ANTROPOSFER DAN ASPEK KEPENDUDUKAN
Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa Antroposfer memiliki kaitan erat dengan sumber daya manusia (SDM) yang terdapat dipermukaan bumi. Sumber daya manusia yang dimaksudkan dalam pembahasan antroposfer merupakan potensi yang dimiliki penduduk dalam suatu daerah tertentu beserta ciri demografisnya, sosial dan ekonomi tujuannya untuk keperluan pembangunan. Pembahasan yang dibahas dalam antroposfer adalah sebagai berikut:
  • Potensi yang dimiliki penduduk
  • Permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan kependudukan
  • Persebaran penduduk
  • Kepadatan penduduk
  • Persebaran penduduk
  • Migrasi
  • Kualitas penduduk

Pembahasan dalam antroposfer diatas sangatlah terkait dengan aspek-aspek kependudukan. Dimana aspek-aspek kependudukan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Jumlah dan Persebaran Penduduk
a. Jumlah penduduk
Penduduk merupakan semua orang yang tinggal atau berdomisili diwilayah suatu Negara yang sah dimata hukum dengan tujuan menetap. Perhitungan terhadap jumlah penduduk dilakukan dengan tiga cara yaitu, sensus penduduk, survei penduduk, dan registrasi penduduk. Adapun penjelasan dari ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut:

b. Sensus penduduk
Sensus penduduk disebut disebut juga dengan istilah cacah jiwa merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mendapatkan informasi kependudukan penduduk dalam suatu Negara.  Umumnya sensus penduduk ini dilakukan oleh Negara dalam kurun waktu 10 tahun sekali, namun ada beberapa Negara yang melakukannya lebih cepat. Di Indonesia sensus penduduk pernah dilakukan pada tahun 1930, 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010. Pada tahu 1940 tidak dilakukan sensus penduduk, hal ini karena pengaruh perang dunia ke II.

Sensus penduduk juga dikelompokkan dalam beberapa jenis. Berdasarkan tempat tinggal penduduk, sensus penduduk terbagi menjadi 2 jenis yaitu:
b.1. Sensus de jure
Sensus de jure merupakan sensus yang dilakukan kepada penduduk yang memiliki tempat tinggal tetap pada suatu wilayah dalam sebuah Negara.

b.2. Sensus de facto
Sensus de facto merupakan jenis sensus yang dilakukan kepada seluruh penduduk yang sedang berada disuatu wilayah dalam Negara yang sedang malukan sensus tersebut.

Dalam melakukan sensus terhadap penduduk terdapat dua metode pelaksanaan yaitu:
1. Metode house Holder
Umumnya metode house holder dilaksanakan di Negara maju. Pertanyaan dan instrumen dalam sensus ini diisi langsung oleh kepala keluarga yang disensus.

2. Metode Canvaser
Metode canvaser sering digunaakan dinegara sedang berkembang dan Negara yang belum berkembang. Proses sensus dengan metode ini dilakukan dengan Tanya jawab langsung antara petugas sensus dan kepala keluarga yang disensus.

c. Survei Penduduk
Survei penduduk merupakan suatu kegiataan pencatatan jumlah penduduk yang hanya dilakukan pada wilayah tertentu. Pemilihan wilayah dalam survei ini ditujukan untuk mewakili seluruh wilayah dalam suatu Negara. Survei ini dilakukan diantara sensus penduduk. Pengambilan sampel wilayah ini akan menentukan hasil surveinya. 

d. Registrasi penduduk.
Registrasi penduduk meupakan laporan perubahan kependudukan. Namun registrasi penduduk ini umumnya hanya dilaksanakan di Negara maju.

e. Persebaran penduduk
Persebaran penduduk dikenal juga dengan istilah distribusi penduduk yang merupakan bentuk penyebaran penduduk yang terjadi di sutu wilayah dalam Negara. Persebaran penduduk ini dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

e.1. Persebaran penduduk berdasarkan geografis.
Persebaran penduduk berdasarkan geografis ini merupakan bentuk penyebaran penduduk yang memiliki karakteristik penduduk menurut bata-batas alam seperti sungai, pantai, danau dan sebagainya.

e.2. Persebaran penduduk berdasarkaan administrasi pemerintahan.
Persebaran penduduk berdasarkan administrasi pemerintahan merupakan penyebaran penduduk yang dilihat dari karakteritik menurut batas wilayah administrasi yang ditetapkan oleh Negara. Misalnya jumlah penduduk A pada kecamatan B.

f. Komposisi (Susunan) Penduduk
Berkaitan dengan kependudukan maka perlu diketahui bahwa penduduk memiliki susunan. Komposisi penduduk merupakan susunan penduduk suatu wilayah atau Negara berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Komposisi penduduk diperlukan dalam suatu negara untuk dijadikan  sebagai dasar pengambilan keputusan serta penentuan kebijaksanaan dalam pelaksanaan pembangunan. Secara umum komposisi penduduk terbagi dalam 3 pengelompokkan yaitu:

f.1. Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan
Tingkat pendidikan dapat menjadi salah satu tolak ukur untuk kualitas penduduk. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditamatkan semakin baik kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. Akan tetapi ukuran pendidikan ini masih harus ditambah dengan etos kerja dan keterampilan baik hard skill maupun soft skill. Hal lain yang dibutuhkan selain keterampilan aadalah kepribadian, karena keterampilan dapat ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan. Menyelesaikan pendidikan didefinisikan sebagai jenjang pendidikan yang telah berhasil diselesaikan oleh seseorang dengan dibuktikan adanya ijazah atau surat tanda tamat belajar.

f.2. Komposisi Penduduk menurut Agama
Jumlah penduduk berdasarkan agama yang dianutnya juga dibutuhkan informasinya. Tujuannya adalah untuk merencanakan penyediaan sarana dan prasarana peribadatan serta merencanakan suatu program kegiatan yang berkaitan dengan kerukunan antar umat beragama. Karena tentunya agama merupakan salah satu bagian dari komposisi penduduk karena tidak semua individu memeluk agama yang sama.

f.3. Komposisi Penduduk Menurut Status Perkawinan
Struktur perkawinan penduduk pada waktu tertentu berguna bagi para penentu kebijakan dan pelaksana program kependudukan. Terutama dalam hal pembangunan keluarga, kelahiran dan upaya-upaya peningkatan kualitas keluarga. Dari informasi penduduk berstatus kawin, Umur Perkawinan Pertama, dan lama kawin akan berguna untuk mengestimasi angka kelahiran yang akan terjadi.
Pada komposisi penduduk terdapat komponen kuantitas penduduk yaitu:
  • Jumlah penduduk
  • Tingkat kelahiran
  • Tingkat kematian
  • Angka migrasi dan emigrassi
  • Kepadatan penduduk
  • Sex ratio
  • Dependency ratio
  • Angka harapan hidup

C. MENGHITUNG KELAHIRAN, KEMATIAN DAN PERTUMBUHAN PENDUDUK
Pertumbuhan penduduk merupakan perubahan jumlah penduduk yang terjadi pada suatu Negara. Perubahan jumlah penduduk tersebut dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk. Suatu wilayah akan bertambah jumlah penduduknya jika angka kelahiran lebih tinggi dari angka kematian. Begitu pula sebaliknya penduduk suatu wilayah akan menurun jika jumlah kematiannya lebih tinggi dari pada jumlah kelahirannya. Berikut ini adalah cara menghitung kelahiran, kematian dan pertumbuhan penduduk.
Angka Kelahiran, Angka Kematian, Pertumbuhan Penduduk
KEPENDUDUKAN
1. Kelahiran
a. Tingkat Kelahiran atau Fertilitas
Fertilitas sering disebut dengan istilah CBR (Crude Birth Rate) yang berarti jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam satu tahun. Fertilitas ada tiga golongan, yaitu:
a) Golongan tinggi, fertilitas lebih lebih dari 30.
b) Golongan sedang, fertilitas antara 20-30.
c) Golongan rendah , fertilitas kurang dari 20.
Rumus tingkat kelahiran (CBR) yaitu:
CBR = L/P X 1000
Keterangan:
 L : Jumlah kelahiran selama setahun.
 P : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun.

b. Angka kelahiran umum
Angka kelahiran umum  biasa dikenal dengan istilah GFR (General Fertility Rate) merupakan banyaknya kelahiran tiap 1000 wanita yang berusia 15-49 tahun dalam satu tahun. Rumus angka kelahiran umum yaitu:
 GFR = L/W ( 15 – 49 ) × 1000
Keterangan:
L : Banyaknya kelahiran selama satu tahun.
W : Banyaknya penduduk wanita yang berumur 15-49 tahun pada pertengahan tahun.
Angka kelahiran menurut kelompok umur tertentu Age Spesicific Fertility Rate (ASFR). ASFR yaitu banyaknya kelahiran setiap 1000 wanita pada kelompok umur tertentu.
Rumus angka kelahiran menurut kelompok umur yaitu:
ASFR = Ls/Ws × 1000
Keterangan:
Ls : Bayi yang dilahirkan wanita umur tertentu.
Ws : Jumlah wanita pada umur tertentu pada pertengah tahun.

2. Menghitung kematian
a. Mortalitas atau Tingkat Kematian
Mortalitas merupakan Angka Kematian Kasar. Mortalitas disebut juga CDR (Crude Death Rate), yang merupakan jumlah kematian setiap 1000 penduduk dalam satu tahun . Angka kematian menurut umur (Age Specific) Death Rate (ASDR). ASDR yaitu angka banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu setiap 1000 penduduk dalam kelompok umur yang sama. Rumus mortalitas yaitu:
ASDR = Ms/Ps X 1000 
Keterangan:
Ms : Jumlah kematian dari kelompok umur tertentu.
Ps : Jumlah penduduk umur tertentu pada pertengahan tahun.

b. Angka kematian bayi  atau Infrant Mortality Rate (IMR)
Infrant Mortality Rate (IMR) yaitu jumlah bayi yang mati setiap 1000 bayi yang lahir hidup dalam setahun. Angka kematian bayi dapat digunakan sebagai indikator dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat.
Rumus untuk menghitung angka kematian bayi yaitu:
IMR = Mo/L X 1000 
Mo : Jumlah kematian umur kurang dari 1 tahun.
L : Jumlah kelahiran.

3. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk terbagi menjadi dua jenis yaitu petumbuhan penduduk alami dan pertumbuhan penduduk total. Penjelasan dan cara menghitung pertumbuhan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Pertumbuhan Penduduk Alami       
Pertumbuhan penduduk alami yaitu peningkatan atau penurunan jumlah penduduk yang terjadi pada suaatu wilayah karena adanya selisih jumlah kelahiran dan kematian. Untuk menghitung peningkatan atau penurunan jumlah penduduk akibat pertumbuhan penduduk alami digunakan rumus:
Pt = Po + (L - M)        
Sedangkan untuk menghitung persentase pertumbuhan penduduk alami digunakan rumus:
Persentase pertumbuhan penduduk alami= (L - M) / Po x 100%
Keterangan:
Pt : Jumlah penduduk tahun akhir perhitungan.
Po : Jumlah penduduk tahun awal perhitungan.
L : Jumlah kelahiran.
M : Jumlah kematian.

b. Pertumbuhan Penduduk Total       
Pertumbuhan penduduk total merupakan peningkatan atau penurunan jumlah penduduk yang terjadi karena selisih jumlah kelahiran, kematian, dan migrasi (imigrasi dan emigrasi). Untuk menghitungnya digunakan rumus:
Pt = Po + (L - M) + (I - E)       
Persentase pertumbuhan penduduk total dapat dihitung dengan rumus:
Persentase pertumbuhan penduduk total = (L-M)+(I-E)/Po x  100%

Keterangan:
Pt : Jumlah penduduk tahun akhir perhitungan.
Po : Jumlah penduduk tahun awal perhitungan.
L :  Jumlah kelahiran.
M : Jumlah kematian.
I : Jumlah imigrasi (penduduk yang masuk ke suatu wilayah).
Geografi : Pengertian, Konsep, Objek, Manfaat, Cabang

Geografi : Pengertian, Konsep, Objek, Manfaat, Cabang

A. PENGERTIAN GEOGRAFI
1. Secara Bahasa
Geografi berasal dari kata “geo” yang berarti bumi dan “graphein” yang berarti menulis, menggambar, atau menjelaskan. Jadi, geografi bermakna ilmu yang menggambarkan atau menjelaskan tentang bumi.

2. Menurut Para Ahli
Sejumlah ahli juga mengutarakan pengertian geografi. Beberapa pengertian geografi menurut ahli adalah sebagai berikut:

a. John Mackinder (1861-1947)
Geografi adalah satu kajian mengenai kaitan antara manusia dengan alam sekitarnya.

b. Ullman (1954)
Geografi adalah interaksi antar ruang.

c. Hartshome (1960)
Geografi adalah ilmu yang berkepentingan untuk memberikan deskripsi yang teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel permukaan bumi.

d. Yeates (1963)
Geografi adalah ilmu yang memerhatikan perkembangan rasional dan lokasi dari berbagai sifat yang beraneka ragam di permukaan bumi.
e. Strabo (1970)
Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakteristik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan. Pendapat ini selanjutnya dikenal dengan Natural Atribut of Place.

f. Vernor E. Finch dan Glen Trewartha (1980)
Geografi adalah deskripsi dan penjelasan yang menganalisis permukaan bumi dan pandangannya tentang hal yang selalu berubah dinamis, tidak statis dan tetap.

g. Prof. Bintarto (1981)
Geografi adalah ilmu yang mempelajari kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, lingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
Pengertian Geografi, Konsep Geografi, Objek Geografi, Manfaat Geografi, Cabang Geografi
GEOGRAFI
B. KONSEP GEOGRAFI
Konsep geografi adalah sejumlah gejala atau fenomena yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gejala atau fenomena yang sama. Berikut adalah sejumlah konsep geografi.
1. Konsep Lokasi
Konsep lokasi merupakan konsep utama yang digunakan untuk fenomena pada geosfer. Konsep lokasi terbagi menjadi dua.
  • Lokasi absolut, merupakan konsep lokasi dengan letak lintang dan bujur yang bersifat tetap. Sebagai contoh, Negara Jepang terletak di posisi 30° LU – 47° LU dan 128° BT – 146° BT.
  • Lokasi relatif, merupakan lokasi yang tergantung dari pengaruh daerah sekitarnya dan sifatnya dapat berubah. Sebagai contoh, Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia.

2. Konsep Jarak
Konsep jarak adalah konsep yang dipakai untuk menghubungkan antara dua lokasi atau dua objek yang dihitung dengan satuan panjang atau waktu. Konsep jarak terbagi menjadi dua.
  • Jarak mutlak, merupakan ruang antar dua lokasi yang mengambarkan panjang dalam satuan panjang. Jarak mutlak tersebut bersifat tetap. Contohnya adalah jarak antara Kota Surabaya dengan Kota Malang adalah 96 kilometer.
  • Jarak relatif, adalah ruang antara dua lokasi dalam lamanya waktu tempuh. Contohnya adalah jarak Jakarta ke Bandung dapat ditempuh dalam waktu dua jam. Sementara, jika terjadi kemacetan, waktunya akan berbeda.

3. Konsep Keterjangkauan
Konsep keterjangkauan adalah sulit atau mudahnya menjangkau lokasi berdasarkan lokasi, jarak, dan kondisi tempat. Contohnya adalah sebagai berikut:
  • Jakarta-Yogyakarta dapat ditempuh dengan mobil atau pesawat.
  • Kepulauan Seribu hanya bisa ditempuh dengan kapal dari Pelabuhan Muara Angke.
  • Harga lahan di pinggir jalan raya lebih mahal dari lahan yang berada di dalam gang.
  • Negara Malaysia dapat ditempuh dengan kapal laut maupun pesawat.

4. Konsep Pola
Konsep pola adalah bentuk, struktur, dan persebaran fenomena di permukaan bumi, baik gejala alam maupun sosial. Contohnya adalah sebagai berikut:
  • Pola pemukiman penduduk mengikuti jalan raya.
  • Pemukiman di kota dibangun berhimpitan.

5.  Konsep Morfologi
Konsep morfologi merupakan konsep mengenai struktur luar batuan yang menyusun bentuk permukaan bumi. Contohnya adalah sebagai berikut:
  • Jakarta merupakan dataran rendah.
  • Daerah selatan DI Yogyakarta adalah perbukitan dengan kapur.
  • Perjalanan Jakarta ke Bandung melewati daerah yang bergelombang (perbukitan).

6.  Konsep Aglomerasi
Konsep aglomerasi merupakan kecenderungan pengelompokan suatu gejala yang berhubungan dengan aktivitas menusia. Pengelompokan tersebut dapat berupa pengelompokan kawasan pemukiman, industri, dan pusat perdagangan. Contohnya adalah sebagai berikut:
  • Di kota terjadi pemusatan penduduk berdasarkan status sosial dan ekonomi.
  • Pasar senen, pasar minggu, dan pasar rebo dikelompokkan tempat berjualannya berdasarkan hari pasaran.
  • Pusat kegiatan industri di kawasan Tangerang, Jababeka, dan Pulogebang.

7. Konsep Nilai Kegunaan
Konsep nilai kegunaan merupakan konsep yang berhubungan dengan nilai guna wilayah yang dikembangkan menjadi potensi untuk pembangunan wilayah. Contohnya adalah sebagai berikut:
  • Pulau Madura sangat cocok dijadikan sebagai kawasan tambak garam karena lokasinya, tetapi tidak cocok dijadikan lahan pertanian karena panas dan tidak subur.
  • Pantai memikili nilai guna yang tinggi sebagai tempat rekreasi.
  • Pulau Kalimantan memiliki banyak hutan sehingga cocok sebagai lahan pertanian.

8. Konsep Interaksi Interdependensi
Konsep interaksi interdependensi adalah konsep yang menunjukkan hunungan saling ketergantungan  suatu daeah dengan daerah lain. Contohnya adalah sebagai berikut:
  • Brebes merupakan daerah dimana bawang tumbuh subur dan dibawa ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • Desa merupakan pemasok tenaga kerja dan kota merupakan pemasok bahan produksi untuk desa.

9. Konsep Diferensiasi Area
Konsep diferensiasi area adalah konsep yang membandingkan dua wilayah untuk menunjukkan perbedaan suatu wilayah dengan wilayah lain.
  • Sulawesi memiliki bentuk rumah mirip panggung.
  • Daerah laut banyak penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan.

10. Konsep Keterkaitan Keruangan
Konsep keterkaitan keruangan adalah konsep yang menunjukkan tingkat hubungan antar wilayah dan terjadinya interaksi sebab akibat. Contohnya adalah sebagai berikut:
  • Jakarta banjir akibat aliran air kiriman dari Bogor.
  • Kabut asap dari Riau meliputi kawasan lain di sekitar Riau.

C. OBJEK GEOGRAFI
Objek geografi terbagi menjadi dua. Berikut penjelasannya.
1. Objek Material
Objek material merupakan objek yang meninjau segala fenomena di permukaan bumi baik fisik maupun sosial. Objek material fisik mencakup iklim, tanah, dan air. Objek material meliputi lapisan-lapisan bumi. Lapisan-lapisan tersebut adalah sebagai berikut.
  • Atmosfer, merupakan lapisan udara.
  • Lithosfer, merupakan lapisan bebatuan.
  • Hidrosfer, merupakan lapisan perairan.
  • Biosfer, merupakan lapisan kehidupan.
  • Antroposfer, merupakan lapisan kehidupan manusia.

2. Objek Formal
Objek formal merupakan sudut pandang gejala alam sebagai objek material geografi.  Objek formal geografi terbagi kepada beberapa aspek sebagai berikut.
  • Aspek keruangan, mempelajari suatu wilayah dari segi nilai suatu tempat, mengenai letak, jarak ataupun keterjangkauan.
  • Aspek kelingkungan, mempelajari suatu tempat dan hubungan antara keadaannya dengan komponen-komponennya dalam kesatuan wilayah.
  • Aspek kewilayahan, mempelajari kesamaan dan perbedaan wilayah maupun ciri khas wilayah.
  • Aspek waktu, mempelajari perkembangan wilayah berdasarkan periode Qktu Tupun perubahan dari waktu ke waktu.

D. MANFAAT GEOGRAFI
Ada banyak manfaat ilmu geografi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diantara sejumlah manfaatnya adalah sebagai berikut.
  • Pemetaan potensi pertanian daerah
  • Pengarah pembangunan daerah
  • Sebagai informasi potensi alam daerah
  • Pemetaan daerah rawan bencana
  • Sebagai informasi penggunaan lahan
  • Potensi ekonomi wilayah
  • Sebagai gambaran kepadatan penduduk
  • Informasi kedaan dan jenis tanah
  • Informasi perubahan iklim
  • Informasi kondisi lingkungan

E. CABANG – CABANG GEOGRAFI
Ada banyak cabang ilmu geografi yang mengupas geografi secara lebih spesifik. Berikut diantaranya.
Biogeografi, merupakan bidang ilmu yang mempelajari tentang persebaran makhluk hidup di muka bumi.
  1. Hidrologi, merupakan ilmu yang mempelajari pergerakan, distribusi, dan kualitas air di bumi.
  2. Hidrogeologi, merupakan bagian dari hidrologi yang mempelajari penyebaran dan pergerakan air tanah dalam tanah dan batuan.
  3. Oseanografi, merupakan ilmu yang mempelajari tentang samudera dan lautan.
  4. Geokimia, merupakan ilmu yang mempelajari tentang komposisi-komposisi kimia bagian dari bumi.
  5. Geomorfologi, merupakan ilmu yang mendeskripsikan, mendefinisikan, serta menjabarkan bentuk lahan dan proses-proses yang mengakibatkan terbentuknya lahan tersebut.
  6. Geofisika, merupakan ilmu yang mempelajari bumi menggunakan prinsip-prinsip fisika.
  7. Petrologi, merupakan studi mengenai batuan-batuan dan kondisi pembetukannya.
  8. Vulkanologi, merupakan studi tentang gunung merapi, lava, magma, dan fenomena geologi yang berhubungan.
  9. Geodesi, merupakan ilmu yang mempelajari tentang pengukuran-pengukuran bumi.
Litosfer : Pengertian, Fungsi,Jenis Lapisan, dan Batuannya

Litosfer : Pengertian, Fungsi,Jenis Lapisan, dan Batuannya

A. PENGERTIAN LITOSFER (KERAK BUMI)
Secara bahasa litosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata “lithos” yang artinya berbatu dan “sphere” yang artinya lapisan. Jadi dapat dikatakan bahwa lithosfer merupakan lapisan paling luar atau Kulit Bumi. Secara umum lapisan kulit bumi ini disusun mengkuti bentuk muka bumi dan terdiri dari batuan serta mineral. Dalam istilah umum litosfer sering kita sebut dengan permukaan bumi. Terdapat dua bagian utama litosfer, yaitu litosfer atas atau yang sering kita sebut dengan permukaan daratan (penyusun 1/3 atau sekitar 35% bagian litosfer) dan litosfer bawah atau yang lebih sering kita sebut dengan dasar lautan (penyusun 2/3 atau sekitar 65% bagian litosfer)
Pengertian Litosfer, Fungsi Litosfer, Jenis Litosfer, Lapisan Litosfer
LITOSFER
B. FUNGSI / MANFAAT LITOSFER (KERAK BUMI)
  • Tempat makhluk hidup menjalani kehidupannya
  • Batuan penyusun litosfer dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang (paling banyak bidang industri)
  • Penyusunnya juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dan pemenuhan kebutuhan manusia lain.
  • Mineral penyusun litosfer dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti bahan bangunan, peralatan rumah tangga, industri elektronika, perhiasan, dll.

C. PEMBAGIAN LITOSFER (KERAK BUMI)
 Litosfer dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Kerak Samudra
Kerak samudra merupakan bagian padat dari bumi yang terdiri dari endapan di permukaan samudra dan berada di dasar lautan. Ketebalan dari lapisan kerak samudra adalah sekitar 50 – 100 km.

2. Kerak Benua
Kerak Benua atau kontinen adalah daratan yang sangat luas yang berada di permukaan bumi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Benua diartikan sebagai tanah atau daratan yang sangat luas sehingga bagian tengah benua itu tidak mendapat pengaruh langsung dari angin laut. Penentuan benua diidentifikasikan berdasarkan kesepakatan daripada kriteria-kriteria baku. Saat ini ada 7 Benua yang diakui yaitu Benua Asia, Afrika, Benua Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika, Eropa dan Australia. Ketebalan dari lapisan benua adalah sekitar 150 km.

D. KOMPOSISI LITOSFER (KERAK BUMI)
Pada permukaan Litosfer terdapat lebih dari 2000 mineral, tetapi hanya sedikit mineral yang terdapat dalam batuan. Mineral pembentuk batuan yang penting antara lain Kuarsa (Si02), Feldspar Piroksen, Mika Putih, Biotit atau mika cokelat, Amphibol, Klorit, Kalsit, Dolomit, Olivin, Biji Besi Hematit, Magnetik, dan Limonit.

Berdasarkan komponen penyusunnya, terdapat dua jenias lapisan litosfer, yaitu:
1. Lapisan Sial
Lapisan sial adalah lapisan litosfer yang komposisinya tersusun atas logam silisium dan alumunium dalambentuk SiO2 dan Al2O3. Lapisan ini sering juga disebut dengan kerak padat yang ketebalannya sekitar 35 km.

2. Lapisan Sima
Lapisan Sima adalah lapisan yang disusun oleh logam-loga silisium dan magnesium dalam bentuk SiO2 dan MgO. Lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada lapisan sial dan bersifat elastis. Lapisan ini mempunyai ketebalan rata-rata 65 km.

D. MACAM – MACAM BATUAN PENYUSUN LITOSFER
Batuan merupakan kumpulan mineral yang telah membeku. Batuan juga merupakan elemen kulit bumi yang menyediakan mineral-mineral anorganik melalui proses pelapukan dan menghasilkan tanah. Batuan mempunyai komposisi mineral, sifat-sifat fisik, dan umur yang bermacam-macam. Litosfer disusun oleh tiga jenis batuan utama yang bahan dasarnya adalah lava yang membeku, berikut adalah macam-macam batuan penyusun litosfer :

 1. Batuan Beku
Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk karena adanya pembentukan magma dan lava yang membeku. Magma merupakan batuan cair dan sangat panas yang berada di perut bumi sedangkan lava merupakan magma yang mencapai permukaan bumi. Batuan beku terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
  • Batu Apung
  • Batu Obsidian
  • Batu Granit
  • Batu Basalt
  • Batu Diorit
  • Batu Andesit
  • Batu Gabro

2. Batuan Sedimen
Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk karena pengendapan hasil pelapukan dan pengikisan batuan yang hanyut oleh air atau terbawa oleh tiupan angin. Endapan ini menjadi keras akibat tekanan atau terdapat zat-zat yang merekat pada bagian-bagian endapan tersebut. Batuan sedimen terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
  • Batu Konglomerat
  • Batu Pasir
  • Batu Serpih
  • Batu Gamping
  • Batu Breksi
  • Stalaktit dan Stalagmit
  • Bau Lempung

3. Batuan Metamorf
Batuan metamorf atau batuan malihan merupakan batuan yang berasal dari batuan sedimen atau batuan beku yang mengalami perubahan karena panas dan tekanan. Ada banyak jenis batuan metamorf. Berikut penjelasannya.
  • Batu Pualam (Batu Marmer)
  • Batu Sabak
  • Batu Gneiss (Ganes)
  • Batu Sekis
  • Batu Kuarsit
  • Batu Milonit
Garis Khatulistiwa : Pengertian, Fungsi, Karakteristik, Iklim

Garis Khatulistiwa : Pengertian, Fungsi, Karakteristik, Iklim

A. PENGERTIAN GARIS KHATULISTIWA
Garis khatulistiwa berasal dari dua kata yaitu garis dan khatulistiwa. Garis dalam matematika merupakan bentuki geometri yang dilukiskan dengan titik yang bergerak. Namun dalam istilah yang umum khatulistiwa juga telah dapat mewakili arti dari kedua kata meskipun tanpa ada kata garis didepannya. Dikaji dari pembahasan dalam ilmu geografi garis khatulistiwa merupakan serapan dari Bahasa arab yaitu . dalam Bahasa Inggris garis khatulistiwa dikenal dengan sebutan equator. Jika diartikan maka pengertian garis khatulistiwa ini adalah sebuah garis imajinasi yang digambar ditengah-tengah planet diantara dua kutub dan paralel terhadap poros rotasi planet.

Pengertian lain dari garis khatulistiwa atau ekuator adalah garis imajiner atau garis khayal yang mebagi bumi menjadi dua bagian yaitu belahan bumi Utara dan belahan bumi Selatan. Panjang garis khatulistiwa diperkirakan sekitar 40.075 km atau sekitar 24,905.5 mil. Garis lintang pada khatulistiwa adalah 0 derajat.
Pengertian Garis Khatulistiwa, Fungsi Garis Khatulistiwa, Iklim Khatulistiwa
GARIS KHATULISTIWA
B. FUNGSI GARIS KHATULISTIWA
  • Garis khatulistwa memiliki fungsi sebagai berikut:
  • Menjadi acuan yang digunakan untuk menentukan perbedaan zona iklim di bumi.
  • Menjadi pembagi antara dua belahan bumi yaitu belahan bumi selatan dan belahan bumi utara.
  • Garis khatulistiwa digunakan sebagai patokan untuk menentukan lokasi suatu negara atau tempat.

C. MAKHLUK HIDUP DISEKITAR GARIS KHATULISTIWA
Disekitar garis khatulistiwa terdapat beraneka ragam makhluk. Berkaitan dengan keaneka ragaman hayati, di sekitar garis khatulistiwa terdapa banyak keanekaragamannya. Semakin dekat suatu daerah dengan garis khatulistiwa maka daerah tersebut semakin tinggi memiliki keanekaragaman hayati. Namun sebaliknya semakin jauh dari khatulistiwa semakin rendah keanekaragaman hayatinya. Indonesia merupakan salah satu yang terletak disekitaran khatulisstiwa. Hal ini dapat dijadikan tolak ukur untuk melihat bagaimana persebaran makhluk hidup yang terdapat didaerah tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa iklim juga memiliki pengaruh terhadap persebaran keanekaragaman hayati yang terdapat ddisuatu daerah.

Suhu dan kelembaban disekitaran khatulistiwa juga mempengaruhi kondissi maakhluk yang tingggal disuaatu daeraah. Suhu lingkungan dditentuksn oleh banyaknya sinar matahari yang diserap oleh komponen yang menyusun suatu ekosistem. Umumnya makhluk hidup hanya dapat bertahan hidup pada kissaran suhu 0 derajat celcius hingga 40 derajat celcius. Suhu yang paling ideal bagi kelangsungan hiddup makhluk adalah sekitar 27 derajat celcius. Suhu tertsebut dikategorikan dalam suhu hangat. Di daerah khatulistiwa suhu hangat terjadi sepanjang tahun. Hal ini menyebabkan tingginya keanekaragaman hayati di daerah tersebut. Kondisi ini merupakan kondisi paling baik untuk makhluk hidup dapat bertahan.

Di daerah khatulistiwa terdapat hutan yang disebut dengan hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis ini merupakan tempat yang paling kaya akan keanekaragaman hayati. Lebih dari 2.500 spesies tanaman merambat tumbuh di hutan hujan. Liana tumbuh dari semak kecil yang tumbuh di lantai hutan, ia menumbuhkan sulur untuk menggapai pohon dan mencapai sinar matahari di atas kanopi. Tanaman merambat tumbuh dari satu pohon ke pohon lain dan membentuk 40% dari daun kanopi. Rotan anggur memiliki duri di bagian bawah daunnya yang menunjuk ke belakang sebagai pegangan anakan pohon.

Hewan-hewan yang hidup di hutan hujan tropis diantaranya adalah Kupu-kupu, Kumbang, Kupu-kupu Sayap Bening, Capung, Kupu-kupu Burung Hantu, Ulat Kaki Seribu, Belalang Sembah, Lutung Gading, Monyet, Gorilla, Lemur, Kera, Orangutan, Macan, Ocelot, Kerbau, Babi Rusa, Kelelawar, Kapibara, Rakun, Gajah, Pemakan Semut Raksasa, Berang-Berang Sungai, Tapir Malaya, Badak, Tapir, Babi Hutan, Beo Abu-Abu Afrika, Enggang, Nuri Hitam, Kasuari Gelambir Ganda, Kasuari Leher Emas, Bangau Bluwok, Motmot, Merpati Nicobar, Beo, Merak, Nuri Pelangi, Nuri Merah, Enggang Badak, Scarlet Ibis, Scarlet Macaw, Swainson's Toucan, Toucan, Kakaktua Kuning, Kadal, Anole, Bunglon, Iguana Fiji, Tokek Mata Hijau, Iguana, Bunglon Daun, Leaf-Tailed Gecko, Biawak Rawa, Biawak Air, Ular, Boa Constrictor, Piton Pohon Hijau, Buaya, Caiman/Alligator, Katak, Blue Poison Dart Frog, Giant Monkey Frog, Green Poison Dart Frog, Katak Emas Panama, Katak Tomat, Ikan Angelfish, Neon Tetras, Discus, lele, Danios, Gurame, ikan adu.

Selain beberapa makhluk hidup yang disebut diatas masih banyak lagi makhluk hidup lain yang hidup disekitar garis khatulistiwa. Karena di daerah tersebut masih banyak bioma-bioma lain yang dapat menjadi tempat makhluk hidup.
Garis Khatulistiwa di Indonesia
GARIS KHATULISTIWA
D. IKLIM DISEKITAR GARIS KHATULISTIWA
Berdasarkan aspek goegrafi dan kondisi fisiknya, iklim di sekiitar garis Khatulistiwa memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan belahan bumi utara dan selatan. Daerah disekitaran garis khatulistiwa memiliki iklim tropis (panas). Keadaan cuaca yang rata-rata panas mengakibatkan Negara-negara didaerah tersebut beriklim tropis. Iklim ini mengakibatkan terjadinya hujan yang disebut dengan hujan tropis. Selama dua bulan daerah ini memiliki temperatur rata-rata di atas 18. Suhu tropis ini akan relatif tetap sepanjang tahun, dengan variasi musiman yang didominasi oleh presipitasi. Iklim tropis dsekitaran garis khatulistiwa terletak antara 0 - 231 derajat / 2 derajat LU / LS  dan hamprr 40% dari permukaan bumi.

Iklim tropis disekitaran gari khatulistiwa mmemiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Memiliki suhu rata-rata yang tinggi. Hal ini terjadi karena matahari vertikal.umumnya suhu udara pada daerah yang memiliki iklim tropis adalah 20 - 23 derajat celcius. Namun di beberapa tempat memiliki suhu rata-rata 30 derajat celcius.
  • Memiliki amplitudo suhu rata-rata tahunan yang kecil. Di garis khatulistiwa amplitudo suhu rata-rata tahunannya sekitar 1 - 5 derajat celcius, sedangkan ammplitudo suhu hariannya lebih besar.
  • Memiliki tekanan udara yang rendaah yang berubah secaaraa perlahan dan beraturan.
  • Memiliki frekuensi hujan yang besar dibandingkan dearah-daerah lainnya (belahaan bumi utara dan belahaan bumi selatan).
  • Di daerah sekitar khatulistiwa lamanya waktu siang dan malam relative sama sepanjang tahun.

E. NEGARA – NEGARA YANG DILINTASI GARIS KHATULISTIWA
Sebelumnya telah dijelaskan bahwa gariss khatulistiwa berfungsi untuk membagi belahan bumi menjadi dua bagian, yaitu belahan bumi bagian selatan (BBS) dan belahan bumi bagian utara (BBU). Garis khatulistiwa juga melintasi berbagai tempat di Bumi. Tempat tersebut yaitu daerah-daerah yang berada di pertengahan. Bagian yang dilintasi oleh garis khatulistiwa kebanyakan Samudera. Garis khatulistiwa ini melintasi daratan dan wilayah perairan 14 negara. Negara-neagra yang terletak digaris khatulistiwa dikenal dengan julukan negara Khatulistiwa. Negara-negara yang terletak digaris khatulistiwa dapat dilihat pada tabel berikut ini.