Tampilkan postingan dengan label Ipa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ipa. Tampilkan semua postingan
Pengertian dan Jenis-Jenis Pencemaran

Pengertian dan Jenis-Jenis Pencemaran

Berbagai industri selain menghasilkan produk yang dibutuhkan manusia juga menghasilkan buangan atau limbah. Limbah ialah suatu benda atau zat yang mengandung berbagai bahan yang membahayakan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Limbah umumnya muncul sebagai hasil perbuatan manusia, termasuk industrialisasi. Kegiatan manusia lainnya, seperti kegiatan rumah tangga juga menghasilkan limbah. Masuknya limbah rumah tangga dan industri ke dalam sungai menyebabkan pencemaran atau polusi air sungai. Dalam pengertian yang lebih luas, pencemaran ialah perubahan yang tidak diinginkan pada lingkungan yang meliputi udara, daratan dan air, baik secara fisik, kimia maupun biologi.

Berikut ini akan diurakan berbagai jenis pencemaran dibawah ini, sebagai berikut:

1. Pencemaran Udara

Pencemaran udara berhubungan dengan pencemaran atmosfer bumi. Atmosfer ialah lapisan udara yang menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km. Sumber pencemaran udara berasal dari kegiatan manusia. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel dibawah ini:

Pencemaran Udara

No
Polutan
Dihasilkan dari
1
Karbon dioksida (CO2)
Pemakaian bahan bakar fosil, pembakaran gas alam dan hutan, resperasi, serta pembusukan
2
Sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen monoksida (CO)
Pemakaian bahan bakar fosil, misalnya gas buangan kendaraan
3
Karbon monoksida (CO)
Pemakaian bahan bakar fosil dan gas buangan kendaraan bermotor yamg kendaraannya tidak sempurna pembakarannya
4
Kloro fluoro karbon (CFC) Pendingin ruangan, lemari es dan perlengkapan yang menggunakan penyemprot aerosol

Sumber pencemaran udara di setiap wilayah atau daerah berbeda-beda. Sumber utama pencemaran udara berasal dari kendaraan bermotor, kegiatan rumah tangga dan industri. Dampak pencemaran udara berskala makro misalnya fenomena hujan asam dalam skala regional, sedangkan dalam skala global misalnya efek rumah kaca dan penipisan lapisan ozon.

1.1 Karbon Monoksida

Gas karbon monoksida (C0) ialah gas yang tidak berbau, tidak berasa, serta tidak stabil. Karbon monoksida di kota besar sebagian besar berasal dari pembuangan gas kendaraan bermotor yang pembakarannya tidak sempurna. Selain itu, karbon monoksida dapat berasal dari pembakaran bahan bakar fosil serta proses industri.

1.2 Hujan Asam

Dua gas yang dihasilkan dari pembakaran fosil kendaraan serta pembakitan listrik tenaga disel dan batubara yang utama ialah sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2).

Hujan Asam

Hujan asam dapat mengakibatkan kerusakan hutan, tanaman pertanian dan perkebunan. Hujan asam juga mengakibatkan berkaratnya benda-benda yang terbuat dari logam misalnya kembatan dan rel kereta api, serta rusaknya berbagai bangunan. Selain itu, hujan asam juga menyebabkan menurunya pH tanah, sungai dan danau, sehingga memperngaruhi kehidupan organisme tanah dan air, serta kesehatan manusia.

1.3 Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca ialah gejala peningkatan suhu di permukaan bumi yang terjadi karena meningkatnya kadar CO2 di atmosfer. Gejala ini disebut dengan efek rumah kaca karena diumpamakan dengan fenomena yang terjadi di rumah kaca.

Efek Rumah Kaca

Kenaikan suhu menyebabkan mencairnya gunung es di kutub utara dan selatan. Kondisi ini mengakibatkan naiknya permukaan air laut, sehingga menyebabkan berbagai kota dan wilayah pinggir laut akan tenggelam, sedangkan daerah yang kering menjadi semakin kering. Efek rumah kaca menimbulkan perubahan iklim, misalnya kekeringan atau cuaca hujan yang tinggi di berbagai tempat sehingga memperngaruhi produktifitas budidaya pertanian, peternakan, perikanan dan kehidupan manusia.

1.4 Penipisan Lapisan Ozon

Lapisan ozon ialah lapisan gas yang menyelimuti bumi pada ketinggian ± 30 km di atas bumi. Lapisan ozon terdapat pada lapisan atmosfer yang disebut dengan strafosfer. Lapisan ozon berfungsi menahan 99% radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.

Penipisan Lapisan Ozon

Penipisan lapisan ozon di beberapa tempat telah membentuk lubang seperti di atas antartika dan kutub utara. Luban gini akan mengurangi fungsi lapisan ozon sebagai penahan sinar UV. Sinar UV yang sampai ke bumi akan menyebabkan kerusakan pada kehidupan di bumi. Kerusakan tersebut antara lain gangguan kesehatan manusia, seperti kanker kulit, gangguan pada rantai makanan di laut, serta kerusakan tanaman budidaya pertanian dan perkebunan.

2. Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah berasal dari limbah rumah tangga, kegiatan pertanian dan pertambangan.

2.1 Limbah Rumah Tangga

Salah satu limbah rumah tangga ialah sampah. Sampah dalam jumlah banyak seperti kota-kota besar, berperan besar dalam pencemaran tanah. Tanah yang mengandung sampah di atasnya akan menjadi tempat hidup berbagai bakteri penyebab penyakit.

Pencemaran oleh bakteri dan polutan lainnya dari sampah akan mengurangi kualitas air tanah. Air tanah yang menurun kualitasnya dapat terlihta dari perubahan fisiknya. Perubahan fisik misalnya berbau, berwarna dan berasa, bahkan seperti plastik dan logam, sulit terurai sehingga berpengaruh pada kemampuan tanah menyerap air.

2.2 Limbah Pertanian

Dalam kegiatan pertanian, penggunaan pupuk buatan, zat kimia pemberantasan hama (pestisida) dan pemberantas tumbuhan pengganggu (herbisida) dapat mencemari tanah.

Penggunaan pupuk buatan secara berlebihan menyebabkan tanah menjadi asam yang selanjutnya berpengaruh terhadap produktifitas tanaman. Tanaman menjadi layu, berkurang produksinya dan akhirnya mati.

Pestisida dan herbisida memiliki sifat sulit terurai dan dapat bertahan lama di dalam tanah. Residu pestisida dan herbisida ini membahayakan kehidupan organisme tanah. Misalnya, residu pestisida dapat membunuh mikroorganisme yang sangat penting bagi proses pembusukan, sehingga kesuburan tanah terganggu.

2.3 Limbah Pertambangan

Aktifitas penambangan bahan galian juga dapat menimbulkan pencemaran tanah. Salah satu kegiatan penambangan yang memiliki pengaruh besar mencemarkan tanah ialah penambangan emas.

Pada penambangan emas, polusi tanah terjadi akibat penggunaan merkuri (Hg) dalam proses pemisahan emas dari bijihnya. Merkuri tergolong sebagai bahan berbahaya dan beracun yang dapat mematikan tumbuhan, organisme, tanah dan menggangu kesehatan manusia.

3. Pencemaran Air

Pencemaran air meliputi pencemaran di perairan darat, seperti danau dan sungai, serta perairan laut. Sumber pencemaran air, misalnya limbah rumah tangga, industri, pertanian, pertambangan minyak lepas pantai, serta kebocoran kapal tanker pengangkut minyak.

4. Pencemaran Suara

Ancaman serius lain bagi kualitas lingkungan manusia ialah pencemaran suara. Bunyi atau suara yang dapat mengganggu dan merusak pendengaran manusia disebut dengan kebisingan. Tingkat kebisingan terjadi bila intesitas bunyi melampaui 50 desibel (dB). Oleh karena itu, kebisingan  dapat mengganggu lingkungan, kebisingan dapat dimasukan sebagai pencemaran.

Suara dengan intensitas tinggi, seperti yang dikeluarkan oleh mesin industri, kendaraan bermotor dan pesawat terbang secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat menganggu manusia, bahkan menyebabkan cacat pendengaran yang permanen. Oleh karena itu, bunyi dapat dianggap sebagai bahan pencemar serius yang dapat mengganggu kesehatan manusia.

Referensi: Buku Biologi 1 (SMA dan MA Kelas X)
5 Jenis Sistem Indera Pada Manusia

5 Jenis Sistem Indera Pada Manusia

Sistem indera manusia dibangun oleh beberapa jenis organ indera. Organ-organ indera pada manusia dikenal dengan istilah pancaindra, yaitu indera penghidu, indera pengecap, indera penglihatan, indera pendengar dan indera peraba.

5 Jenis Sistem Indera Pada Manusia

1. Indera Penghidu

Proses menghidu (mencium atau membau) bergantung pada sel-sel reseptor yang dapat mendeteksi bahan kimia di sekitarnya. Sel-sel kemoreseptor di hidung dapat mendeteksi molekul-molekul yang terkandung di udara.

Bagian yang berperan sebagai kemoreseptor di hidung ialah sel olfaktori yang terletak di jaringan epitel olfaktori pada langit-langit rongga hidung. Sel-sel kemoreseptor bekerja secara serentak terhadap rangsangan yang datang bersamaan. Contohnya, setiap sel-sel reseptor dapat mendeteksi berbagai aroma (hidung) dan rasa (lidah) sekaligus. Sel reseptor pada oragan penghidu yang berada di rongga hidung memiliki silia (rambut-rambut). Silia tersebut merupakan perpanjangan sel reseptor yang ujungnya berada dalam mukus rongga hidung.

Bila kita menghidu suatu aroma tertentu, molekul-molekul aroma tersebut akan masuk ke dalam rongga hidung dan akan dideteksi oleh silia, kemudian partikel-partikel tersebut larut ke dalam mukus dan terikat dengan molekul reseptor pada silia. Silia tersebut akan berhubungan dengan sel alfaktori, sehingga potensial reseptor diterima oleh saraf dan diteruskan ke sistem saraf pusat oleh sel olfaktori untuk diproses, sehingga timbul persepsi-persepsi. Oleh karena itu, bukan suatu hal mustahil jika cedera pada bagian kepada dapat menghilangkan rasa penghidu.

2. Indera Pengecap

Organ yang paling erat dengan rasa pengecap ialah lidah. Orang yang berupa otot ini berperan penting pada saat mengunyah dan menelan makanan. Lidah akan mengaduk-aduk makanan, menekannya pada langit-langit dan gigi, akhirnya mendorong makanan masuk ke faring.

Pada bagian permukaan sel pengecap pada sel komoreseptor di lidah memiliki mikrovili yang merespon berbagai jenis rasa yang berbeda. Sel pengecap ini kemudian akan berhubungan dengan banyaknya sel saraf yang akan mengirimkan impuls ke otak untuk ditanggapi.

Ketika kamu mengunyah makanan, kemungkinan uap keluar melalui faring menuju ke rongga hidung. Uap ini akan terdeteksi oleh reseptor bau, sehingga menambah cita rasa makanan tersebut. Selain itu, suhu dan sentuhan yang terdapat pada makanan akan terdeteksi oleh indera peraba. Oleh karena itu, ketiga indera tersebut, yaitu indera peraba, indera pengecap dan indera penghidu saling berkaitan di dalam otak.

Selaput lendir pada lidah selalu lembap dan pada waktu sehat, lidah akan berwarna merah jambu. Permukaan atasnya ditutupi oleh papila-papila yang terdiri dari empat jenis, yaitu:

1) Papila sirkumvalata; ialah papila terbesar, ada 8-12 yang terletak pada bagian dasar lidah yang masing-masing dikelilingi semacam lekukan seperti parit. pada bagian lidah tersusun berjejer membentuk huruf V. Sekretnya akan menghilangkan bau.

2) Papila fungiformis; menyebar pada permukaan ujung dan sisi lidah. Bagian ujung untuk pengecap berupa sel pengecap yang sangat banyak terdapat dalam dinding papila sirkumvalata dan fungiformis.

3) Papila filiform; berfungsi untuk menerima rasa sentuh daripada rasa pengecapan. Selaput lendir langit-langit dan faring juga memiliki sel pengecap.

4) Papila foliata; merupakan lipatan-lipatan mukosa yang juga mengandung sel pengecap.

Indera pengecap dapat mengalami gangguan dari beberapa faktor, misalnya gangguan pada rongga mulut, lambung dan saluran pencernaan. Faktor-faktor tersebut dapat mengakibatkan lidak tidak dapat mengecap rasa makanan atau minuman yang masuk. Gejala tersebut biasa terlihat pada perokok. Selain itu, lidah juga dapat terganggu apabila indera penghidu mengalami penyumbatan, misalnya pilek. Sehingga rasa makanan yang dikecap oleh lidak menjadi tidak enak bahkan tidak ada rasanya.

3. Indera Penglihatan

Indera penglihatan manusia berupa mata. Mata ialah suatu organ indera yang kompleks, berupa bola yang terlindung dalam tulang orbita tengkorak. Sebetulnya tidak betul-betul bulat, tetapi agak lonjong dengan garis tengah kurang lebih 2,5 cm dengan bagian depan yang berwarna bening.

3.1. Struktur Mata

Mata memiliki tiga lapisan utama, yaitu lapisan luar (kornea dan sklera), lapisan tengah (koroid, badan bersilia dan iris) dan lapisan dalam (retina dan sel-sel saraf).

1) Kornea ialah jendela bening yang melindungi struktur halus yang berada di belakang mata serta membantu menfokuskan bayangan pada retina.

2) Sklera ialah pembungkus yang kuat dan menyelaput. Sklera membentuk bagian putih mata dan bersambung pada bagian depan dengan kornea. Sklera berperan untuk melindungi bola mata dari kerusakan mekanis, memungkinkan melekatnya otot mata dan membantu mempertahankan bentuk bola mata.

3) Iris ialah bagian mata yang memiliki celah di tengahnya, yaitu pupil (orang-orangan). Bentuknya cakram yang dapat bergerak serta berfungsi sebagai tirai yang melindungi retina dan mengendalikan jumlah cahaya yang memasuki mata.

4) Pupil atau bintik tengah yang berwarna hitam ialah celah dalam iris yang melalukan cahaya menuju retina.

5) Aquoeus humor ialah cairan berasal dari badan bersilia dan diserap kembali ke dalam aliran darah pada sudut antara iris dengan kornea melalui vena halus.

6) Vitreous humor (humor bening) ialah suatu cairan bening, seperti agar-agar berwarna keputih-putihan dan penih dengan albumin. Fungsinya memberi bentuk dan kekokoha pada mata dan mempertahankan hubungan antara retina dengan selaput koroid dan selaput sklerotik.

7) Lensa ialah organ pemfokus utama, berupa benda transparan bikonveks (cembung depan-belakang) yang berlapis-lapis.

8) Koroid ialah lapisan tengah yang berisi pembuluh darah. Lapisan tersebut membentuk iris yang berlubang di tengahnya (pupil). Laposan koroid yang berpigmen menggelapkan bilik tengah mata.

9) Retina ialah lapisan saraf pada mata yang terdiri atas sejumlah lapisan serabut sel-sel saraf batang dan kerucut.

3.2. Reseptor Mata

Mata berfungsi menerima rangsangan berkas-berkas cahaya pada bagian retina. dengan perantaran serabut-serabut saraf optik, rangsangan tersebut dialihkan ke pusat kontrol visual pada otak untuk ditafsirkan.

Pada mata terdapat dua macam sel penerima cahaya, yaitu sel kerucut dan sel batang.

1) Sel kerucut mengandung pigmen fotopsin yang dapat menyerap warna. Sel kerucut terdiri atas tifa macam, yaitu sel kerucut merah, sel kerucut biru dan sel kerucut hijau.

2) Sel batang mengandung pigmen rodopsin. Sel tersebut hanya dapat membedakan cahaya terang, gelap atau redup.

3.3. Kelainan pada Mata

1) Mata juling, yaitu kelainan pada satu atau beberapa otot yang menyebabkan mata tidak dapat mengarah secara serentak.

2) Hipermetropia atau rabun jauh, yaitu kelainan ukuran atau lebar mata dari belakang sampai ke depan yang pendek atau kecil sehingga lensa memfokuskan bayangan di belakang retina.

3)  Miopia atau rabun jauh, yaitu kelainan ukuran bola mata dari belakang sampai ke depan yang melebihi normal, sehingga lensa memfokuskan bayangan di depan retina.

4) Astigmatisme, yaitu kesalahan arah rambat gelombang cahaya yang terjadi karena berkas-berkas cahaya jatuh pada garis-garis retina dan bukan pada titik-titik tajam.

5) Presbiopia, yaitu gangguan penglihatan berupa kesalahan akomodasi yang terjadi pada orang lanjut usia.

6) Katarak, yaitu kekeruhan pada lensa yang dapat menyerang sebagian ataupun keseluruhan lensa. Katarak paling sering disebabkan oleh penuaan, penyebab yang lain berupa cedera, penyakit dan faktor keturunan.

4. Indera Pendengaran

Pendengaran memungkinkan kita mendeteksi dan menginterpretasikan gelombang suara. Organ pendengaran ialah telinga. Mekanisme reseptor dasar berupa sel-sel rambut.

4.1. Struktur Telinga

Struktur telinga terdiri atas tiga bagian, yaitu luar, tengah dan dalam. Berikut ini penjelasan bagian-bagian telinga sebagai berikut.

1) Telinga bagian luar, ialah bagian telinga yang tampak dari luar dan berfungsi mengumpulan suara yang langsung dikirim ke bagian tengah.

2) Telinga bagian dalam, terdiri atas organ-organ perasa untuk mendengar dan untuk keseimbangan.

3) Telinga bagian tengah, ialah suatu ruangan yang terletak dalam bagian petrous dari tulang temporal. Struktur telinga bagian tengah tersebut memungkinkan adanya pengumpulan suara dan meneruskannya ke telinga bagian dalam.

4.2. Proses Pendengaran

Gelombang suara bergerak melalui rongga telinga luar yang menyebabkan membran timpani bergetar. Getaran-getaran tersebut selanjutnya diteruskan menuju tulang landasan dan sanggurdi, melalui tulang martil yang terkait pada membran itu, Akibatnya gerakan-gerakan yang timbul pada setiap tulang itu sendiri, maka tulang tersebut memperbesar getaran yang kemudian disalurkan melalui fenestra vestibuli menuju perilimfa. Getarab perilimfa dialihkan melalui membran menuju endolimfa dalam saluran koklea. Rangsangan terus mencapai ujung-ujung akhir saraf dalam organ Corti, untuk kemudian dihantarkan menuju otak oleh saraf auditori.

4.3 Kesimbangan

Saraf vestibula yang tersebar hingga salurang setengah lingkaran menghantarkan impuls-impuls menuju otak. Impuls-implus tersebut dibangkitkan dalam tiga saluran setengah lingkaran karena adanya perubahan kedudukan cairan dalam saluran tersebut. hal tersebut memiliki hubungan erat dengan kesadaran kedudukan kepala terhadap badan. Apabila didorong sekonyong-konyong ke arah satu sisi, maka kepala orang tersebut cenderung untuk miring ke arah lain atau berlawanan dengan arah badan yang didorong. Mekanisme tersebut berguna untuk mempertahankan keseimbangan dan posisi berdiri, pengaturan berat dan dan dapat menghindari jatuhnya badan.

4.4. Gangguan pada Telinga

Gangguan pada telinga dapat terjadi di berbagai bagian. Pada bagian tengah dapat terjadi ostitis media atau infeksi telinga tengah. Gangguan tersebut dapat dialami oleh penderita yang terserang influensa, campak dan sinusitis.

Pada telinga bagian dalam ada dua kemungkinan gangguan. Pertama, labirinitis yang biasanya disebabkan oleh menjalarnya infeksi dari telingah tengah. Kedua, penyakit meniere dengan gelajanya berupa tumbulnya serangan pusing mendadak disertai tulu.

5. Indera Peraba

Indera peraba pada manusia berupa kulit. Kulit pada ujung jari memiliki beragaram tipe reseptor untuk peka terhadap berbagai jenis rangsangan. Hasilnya saat menyentuh sesuatu, kamu dapat merasakan bahwa objek tersebut kasar atau halus, panas atau dingin dan keras atau lunak.

Jenis-jenis reseptor yang terdapat pada kulit, diantaranya mekanoresptor, noisptor, proprioseptor dan termoreseptor. Mekanoresptor ialah reseptor yang peka terhadap rangsangan berupa sentuhan, tekanan, gerakan dan getaran. Noisptor ialah reseptor yang peka terhadap rasa sakit. Proprioseptor ialah reseptor yang terdapat pada daerah otot rangka dan tendon. Termoreseptor ialah reseptor yang peka terhadap rangsangan suhu panas dan dingin.
Tumbuhan Berbiji: Ciri, Habitat, Klasifikasi dan Manfaat

Tumbuhan Berbiji: Ciri, Habitat, Klasifikasi dan Manfaat

Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta ialah kelompok tumbuhan yang memiliki ciri khas, yaitu adanya suatu organ yang berupa biji. Biji ialah bagian yang berasal dari bakal biji dan di dalamnya mengandung calon individu baru, yaitu lembaga. Lembaga akan terjadi setelah terlebih dahulu terjadi peristiwa penyerbukan atau persarian yang diikuti oleh pembuahan.
Image result for angiospermae
1. Ciri Tubuh

Ciri tumbuhan berbiji meliputi ukuran, bentuk, struktur dan fungsi tubuh.

1.1. Ukuran dan Bentuk Tubuh

Tumbuhan berbiji berukuran makroskopis dengan ketinggian yang sangat bervariasi. Tumbuhan berbiji tertinggi berupa pohon dengan tinggi melebihi 100 m. Misalnya pohon kanifer Sequoiadendron giganteum di Taman Nasional Yosemite California, dengan tinggi sekitar 115 m dan diameter batang sekitar 14 m.

Habitus atau perawakan tumbuhan berbiji sangat bervariasi, yaitu pohon, misalnya jati, duku, kelapa, beringin, cemara; perdu, misalnya mawar, kembang merak, kembang sepatu; semak, misalnya arbei; dan herba, misalnya sayur-sayuran, bunga lili, serta buga krokot.

1.2. Struktur dan Fungsi Tubuh

Tumbuhan berbiji ialah heterospora. Tumbuhan berbiji membentuk struktur megasporangia dan mikrosporangia yang berkumpul pada suatu sumbu pendek. Misalnya struktur seperti konus atau strobilus pada konifer dan bunga pada tumbuhan berbunga.

Seperti halnya pada tumbuhan lain, spora pada tumbuhan berbiji dihasilkan melalui meiosis di dalam sporangia. Akan tetapi, pada tumbuhan berbiji, megaspora tidak dilepaskan melainkan dipertahankan. Megasporangia mendukung perkembangan gametofit betina dan menyediakan makanan serta air. Gametofit betina akan tetap berada dalam megasporangium, menjadi matang dan memelihara generasi sporfit berikutnya setelah terjadi pembuahan.

Pada mikrosporangium, produk meiosis berupa mikrospora. Mikrospora yang mencapai sporofit akan berkecambah membentuk buluh serbuk sari yang tumbuh menuju ke arah bakal biji untuk membuahi gametofit betina.

2. Cara Hidup dan Habitat

Tumbuhan berbiji kebanyakan hidup di darat. Namun, tumbuhan berbiji ada yang hidup mengapung di air, misalnya teratai. Tumbuhan berbiji merupakan organisme fotoautotrof.


3. Reproduksi

Buah, biji dan lembaga hanya akan terjadi setelah terlebih dahulu pada bunga terjadi peristiwa penyerbukan (polinasi) dan pembuahan (fertilisasi). Penyerbukan ialah menempelkan serbuk sari pada kepala putik. Pembuahan ialah terjadi penyatuan sel telur yang terdapat di dalam kantung lembaga pada bakal biji dengan ini yang berasal dari serbuk sari. Setelah mengalami fertilisasi, terbentuklah zigot. Zigot akan berkembang menjadi emberio dan emberio terus berkembang menjadi buah.

4. Klasifikasi

Divisi tumbuhan berbiji dibedakan menjadi dua subdivisi, yaitu tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).

4.1. Subdivisi Gymnospermae (Tumbuhan Berbiji Terbuka)

Pinus adalah salah satu contoh Gymnospermae. Biji pinus tidak dilingkupi oleh buah. Pada pinus, biji-biji berada di dalam sisik-sisik strobilus.

Anggota Gymnospermae memiliki ciri utama berupa bakal biji yang tumbuh pada permukaan megasporofil (daun buah), karena biji tidak berada di dalam buah, sehingga Gymnospermae disebut sebagai tumbuhan berbiji terbuka. Tumbuhan ini memiliki habitus semak, perdu atau pohon. Akarnya adalah akar tunggang, batang tumbuh tegak lurus dan bercabang-cabang.

Gymnospermae tidak memiliki bunga yang sesungguhnya, sporofil terpisah-pisah atau membentuk strobilus jantan dan strobilus betina. Umumnya berkelamin tunggal, kadang-kadang berkelamin dua. Strobilus mengandung dua daun buah dengan bakal biji yang tampak terpisah satu sama lain. Penyerbukan hampir selalu dengan cara anemogami (bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung pembuahan relatif panjang. Sel kelamin yang masih bergerak dengan aktif.

Siklus Hidup Pinus (Gymnospermae)

4.2. Subdivisi Angiospermae (Tumbuhan Berbiji Tertutup)

Tumbuhan berbiji tertutup atau Angiospermae berlainan dengan golongan tumbuhan Gymnospermae, karena bakal bijinya selalu diselubungi oleh suatu badan yang berasal dari daun-daun buah (karpela). Daun-daun buah ialah bakal buah. Bakal buah beserta bagian-bagian lain dari bunga akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji akan menjadi biji yang tetap berada di dalam buah.

Angiospermae memiliki habitus herba, semak, perdu atau pohon. Sistem perakaran dapat berupa akar serabut atau akar tunggang. Batang dapat bercabang-cabang atau tidak. Daun umumnya lebar, tunggal atau mejemuk dengan komposisi yang beraneka ragam, demikian pula pertulangan daunnya.

Sementara itu, inti kandung lembaga pada bakal biji membelah tiga kali secara berurutan sehingga terbentuk delapan inti. Dari delapan inti, tiga diantaranya menuju ke tempat yang berhadapan dengan liang bakal biji. Dari ketiga inti itu, satu merupakan sel telur (ovum) dan dua sel yang terletak di kanan-kirinya merupakan sel pendamping (sinergid). Tiga ini lainnya menuju ke bagian kandung lembaga yang berlawanan dengan liang kandung lembaga dan menjadi bagian yang dinamakan antipoda. Dua inti lagi menuju ke tengah kandung lembaga dan bersatu menjadi inti kandung lembaga sekunder.

5. Manfaat Tumbuhan Berbiji bagi Manusia

Jenis tumbuhan berbiji yang dimanfaatkan bagi kepentingan manusia antara lain sebagai berikut:
  • Gandum, padi, jagung dan sagu ialah makanan utama sebagian besar penduduk di dunia.
  • Kacang, tomat, kol, kentang dan wortel ialah sayuran sebagai sumber serat, protein dan vitamin.
  • Kapas dan rami sebagai bahan sandang.
  • Kayu sebagai bahan papn dan perabotan.
  • Kumis kucing, mengkudu, daun dewa dan adas sebagai bahan obat-obatan.
  • Pohon angsana, jati, mahoni dan pinus sebagai peneduh, penyimpanan air, penyerap karbon dioksida dan sumber oksigen.
  • Berbagai jenis bunga untuk dekorasi, upacara adat dan agama, serta kosmetik.
Archaebacteria: Pengertian dan Bakteri dalam Kehidupan Manusia

Archaebacteria: Pengertian dan Bakteri dalam Kehidupan Manusia

Archaebacteria memiliki susunan, struktur, metabolisme dan urutan asam nukleat yang berbeda dengan Eubacteria. Oleh karena itu, Archaebacteria dikelompokkan sebagai kingdom terpisah dari Eubacteria meskipun kedua kingdom tersebut sama-sama prokariotik.

Archaebacteria: Pengertian dan Bakteri dalam Kehidupan Manusia

Archaebacteria ialah kelompok bakteri yang dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan, namun membran plasmanya mengandung lipid. Archaebacteria hidup pada lingkungan ekstrim yang mirip dengan lingkungan kehidupan awal di bumi. Berdasarkan lingkungan ekstrimnya, Archaebacteria dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu bakteri metanogen, bakteri halofil dan bakteri termoasidofil.

Bakteri Metanogen

Bakteri metanogen ialah bakteri yang menghasilkan metana dari gas hidrogen dan C02 atau asam asetat. Metana disebut juga sebagai biogas. Bakteri metanogen hidup di rawa sebagai pengurai. Contohnya: Methanobacterium.

Bakteri Halofil

Bakteri halofil ialah bakteri yang hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Bakteri halofil hidup optimal pada lingkungan dengan kadar garam 20%. Beberapa jenis bakteri halofil membutuhkan lingkungan dengan kadar garam sepuluh kali lebih tinggi dari kadar garam air laut. Contohnya: Halobacterium.

Bakteri Termoasidofil

Bakteri termoasidofil hidup di lingkungan ekstrim yang panas dan asam. Kondisi optimal untuk bakteri ini ialah pada temperatur 60-80 celcius dengan pH 2-4. Bakteri ini terdapat pada daerah yang mengandung asam sulfat, misalnya di kawah vulkanik. Contohnya bakteri Sulfolubus dan Thermoplasma.

Archaebacteria  belum banyak diketahui. Hal ini karena Archaebacteria merupakan kingdom terbaru yang diteliti oleh para biologiwan.

1. Bakteri dalam Kehidupan Manusia

Dalam kehidupan manusia, bakteri ada yang berperan menguntungkan dan ada yang merugikan

1.1. Bakteri yang Menguntungkan

Beberapa peran bakteri yang menguntungkan dari kingdom Archaebacteria adalah sebagai berikut:
Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehingga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya Methanobacterium.

1.2. Bakteri yang Merugikan

Beberapa peran bakteri yang merugikan dari kingdom Archaebacteria adalah sebagai berikut:
Penyebab kerusakan makanan yang diawetkan dengan garam.

1.2.1. Penanggulangan terhadap Bakteri yang Merugikan

Bakteri yang merugikan manusia antara lain bakteri yang dapat merusak makanan dan bakteri yang dapat menimbulkan penyakit. Untuk menanggulangi bakteri perusak makanan dapat dilakukan antara lain dengan pengawetan dan pengolahan makanan. Sedangkan untuk menanggulangi bakteri yang menimbulkan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan dan kesehatan, serta imunisasi.

1.2.1.1 Pengawetan dan Pengolahan Makanan

Pengawetan dan pengolahan makanan ialah usaha membuat kondisi makanan tidak mudah dirusak oleh mikroorganisme, misalnya bakteri. Makanan yang diawetkan dan diolah menjadikan makanan tersebut bukan merupakan tempat hidup yang optimum bagi bakteri.

Pengawetan makanan antara lain dilakukan dengan cara pemanisan, pengeringan, pengasapan, pengasaman, pengasinan dan pendinginan. Contohnya: kerupuk, daging asap, acar, ikan asin, manisan buah dan sale.

Pengolahan makanan yang dilakukan dengan cara pemanasan dapat membunuh sebagian besar mikroorganisme penyebab penyakit yang terdapat pada makanan dan minuman. Bentuk pemanasan makanan dan minuman dapat dilakukan dengan cara dimasak seperti biasa atau dengan cara khusus. misalnya pasteurisasi atau sterilisasi.

1.2.1.2. Kebersihan dan Kesehatan Diri serta Lingkungan

Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme timbul karena cara hidup yang kurang menjaga kebersihan. Penyakit juga lebih mudah menyerang pada orang yang fisiknya lemah. hal tersebut menyebabkan diperlukannya upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan antara lain sebagai berikut:
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • menjaga kebersihan badan dengan mandi dan mencuci tangan sebelum makan.
  • Melakukan olahraga secara teratur.
  • Makan makanan bergizi.
  • Cukup istirahat.

1.2.1.3. Imunisasi

Imunisasi ialah upaya untuk memperoleh kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme, misalnya bakteri. Imunisasi merangsang kekebalan seseorang dengan memberikan mikroorganisme patogen yang telah dilemahkan. Imunisasi disebut juga vaksinasi atau pemberian vaksin. Contoh vaksin untuk pencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri sebagai berikut:
  • Vaksin kolera untuk mencegah penyakit kolera.
  • Vaksin tifus untuk mencegah penyakit tifus.
  • Vaksin BCG untuk mencegah penyakit TBC.
  • Vaksin DPT untuk mencegah difteri, pertusis/batuk dan tetanus.
Eubacteria: Pengertian, Ciri-Ciri, Reproduksi dan Klasifikasinya

Eubacteria: Pengertian, Ciri-Ciri, Reproduksi dan Klasifikasinya

Eubacteria berasal dari awalan eu (sejati) dan bacteria (bakteri). Eubacteria ialah kelompok makhluk hidup yang sehari-hari kita kenal sebagai bakteri.

Bakteri ditemukan pertama kali oleh ilmuwan Belanda yang bernama Anthony van Leeuwenhoek. Leeuwenhoek kemudian menerbitkan aneka ragam gambar bentuk bakteri pada tahun  1684. Sejak saat itu, ilmu yang mempelajari  bakteri mulai berkembang. Ilmu yang mempelajari bakteri ialah bakteriologi.

Bakteri ialah organisme yang paling banyak jumlahnya dan tersebar luas dibandingkan makhluk hidup lainnya. Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di gurun pasir, salju atau es, hingga lautan. Bagi manusia, bakteri memiliki ciri yang membedakannya dengan makhluk hidup lain. Bakteri merupakan organisme uniseluler, prokariot dan umumnya tidak memiliki klorofil. Berikut ini adalah ciri-ciri bakteri secara lebih rinci.

1. Ciri-Ciri Sel

Ciri-Ciri sel tubuh bakteri meliputi ukuran, bentuk, struktur dan fungsi.

1.1. Ukuran dan Bentuk Sel

Ukuran tubuh bakteri bervariasi, dari berdiameter 0,12 mikron sampai yang panjangnya ratusan mikron. Namun, rata-rata sel bakteri berukuran 1-5 mikron. Bakteri dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Bakteri yang paling renik ialah Mycoplasma yang berukuran 0,12 mikron. Sebaliknya , bakteri terbesar ialah Thiomargarita yang berukuran 200 mikron.

Bentuk dasar sel bakteri beraneka ragam, yaitu kokus (bulat), basil (batang) dan spirila (spiral). Contoh bakteri berbentuk kokobasil ialah Coxiella burneti (penyebab demam). Sedangkan contoh bakteri berbentuk filamen ialah kelompok Actinomycetes.

1.1.1. Bakteri Kokus

Bakteri kokus memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut:
  • Monokokus, yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal. Contohnya: Chlamydia trachomatis (penyebab penyakit mata).
  • Tetrakokus, yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat. Contohnya: Pediococcus cerevisiae.
  • Sarkina, yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan berbentuk kubus. Contohnya: Thiosarcina rosea (Bakteri belerang).
  • Streptokokus, yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai. Contohnya: Streptococcus mutans (Penyebab gigi berlubang).
  • Stafilokokus, yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara bergerombolan seperti buah anggur. Contohnya: Staphylococcus aureus (penyebab penyakit radang paru-paru).
1.1.2. Bakteri Basil

Bakteri basil memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut:
  • Monobasil, yaitu berupa sel bakteri basil tunggal. Contohnya:  Escherichia coli (bakteri usus besar manusia) dan Phopionibacterium acnes (penyebab jerawat).
  • Diplobasil, yaitu dua sel bakteri basil berdempetan.
  • Streptobasil, yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai. Contohnya: Bacillus anthracis (penyebab penyakit antraks pada hewan ternak) dan Azotobacter (bakteri tanah yang mengikat nitrogen).
1.1.3. Bakteri Spirila

Bakteri spirila memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut:
  • Spiral, yaitu bentuk sel bergelombang. Contohnya: Thiospirillopsis floridana (bakteri belerang).
  • Spiroseta, yaitu bentuk sel seperti sekrup. Contohnya: Treponema pallidum (penyebab penyakit kelamin sifilis).
  • Vibrio, yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma. Contohnya Vibrio cholerae (penyebab penyakit kolera).

1.2. Struktur dan Fungsi Sel

Struktur dan fungsi sel bakteri dapat dibagi menjadi stuktur dan fungsi dasar serta struktur tambahan. Struktur dan fungsi dasar dimiliki hampir semua jenis bakteri. Sedangkan struktur dan fungsi tambahan dimiliki oleh jenis bakteri tertentu.

Struktur dan fungsi dasar pada sel bekteri meliputi dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, granula penyimpanan, kapsul, flagelum, pilus dan fimbria, klorosom, vokuola gas, serta endospora.
  • Dinding sel, berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk bakteri. Dinding sel bakteri tersusun dari peptidoglikan, yaitu gabungan protein dan polisakarida.  Berdasarkan perbedaan ketebalan lapisan peptidoglikan dinding sel, bakteri dapat dibedakan atas bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif.
    1. Bakteri Gram positif ialah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tebal. Contohnya: Neisseria gonorrhoeae, Treponema pallidum, Vibrio cholerae dan Bacillus subtilis.
    2. Bakteri Gram negatif ialah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis. Contohnya: Propionibacterium acnes, Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
  • Membran plasma ialah membran yang menyelubungi sitoplasma. membran plasma tersusun dari lapisan fosfolipid dan protein.
  • Sitoplasma ialah cairan sel. Sitoplasma bakteri tidak mengandung banyak organel seperti pada sel eukariotik.
  • Ribosom ialah organel yang tersebar dalam sitoplasma. Ribosom berfungsi pada sintesis protein.
  • DNA ialah materi pembawa informasi genetik. DNA bakteri berupa rantai tunggal berbentuk melingkar (nukleoid).
  • Granula penyimpanan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Umumnya bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkannya
  • Kapsul atau lapisan lendir ialah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu. Jika lapisan tersebut tebal disebut kapsul dan jika tipis disebut lapisan lendir.
  • Flagelum ialah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagium tersusun dari protein. Flagelum pada bakteri ada yang berjumlah satu, banyak flagelum di satu sisi, satu atau banyak flagelum di kedua ujung atau tersebar di seluruh permukaan sel.
  • Pilus ialah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel. Sedangkan Fimbria ialah struktur sejenis  pilus namun lebih pendek daripada pilus.
  • Klorosom ialah struktur yang berada tepat berada di bawah membran plasma. Klorosom mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis.
  • Vakuola gas ialah terdapat pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotositensis.
  • Endospora ialah bentuk istirahat dari beberapa jenis bakteri Gram positif. Contohnya: Bacillus anthracis, Clostridium tetani (penyakit tetanus), dan Clostridium botulinum (penyebab keracunan makanan kaleng).
2. Reproduksi
    Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri ialah pembelahan biner, yaitu setiap sel membelah menjadi dua.

    Selain reproduksi secara aseksual, bakteri juga melakukan reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan bakteri lainnya. Pertukaran tersebut disebut dengan rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA. Rekombinasi genetik pada bakteri dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu transformasi, transduksi dan konjugasi.

    2.1. Transformasi

    Transformasi ialah masuknya DNA telanjang ke dalam sel bakteri dan mengubah sifat sel bakteri. Contohnya: Streptococcus pneumoniae, Neisseria gonorrhoeae, Bacillus dan Rhizobium.

    2.2. Transduksi

    Transduksi ialah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lainnya dengan perantara organisme lain yaitu bakteriofage. (virus bakteri).

    2.3. Konjugasi

    Konjugasi ialah pemindahan materi genetik secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan di antara dua sel bakteri yang berdekatan. Konjugasi umumnya terjadi pada bakteri Gram negatif, misalnya Escherichia coli.

    3. Klasifikasi Eubacteria

    Eubacteria dikelompokkan mejadi lima filum, yaitu proteobacteria, Cyanobacteria, Spirochetes, Chlamydias dan bakteri Gram-positif.

    3.1. Proteobacteria

    Proteobacteria merupakan kelompok terbesar bakteri. Proteobacteria dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang bersifat fotoautotrif atau fotoheterotrof, proteobacteria kemoautrotrof dan proteobacteria kemoheterotrof. Bakteri ungu mengandung klorofil yang terdapat pada membran plasma.Beberapa jenis bakteri ungu memiliki flagela. Contohnya Chromatium.

    3.2. Cyanobacteria

    Cyanobacteria sering disebut juga ganggang hijau-biru atau ganggang lendir. Disebut ganggang hijau-biru karena Cyanobacteria memiliki klorofil seperti halnya ganggang hijau. Disebut ganggang lendir karena pada bagian luar dinding selnya terdapat lapisan lendir. Pada beberapa jenis Cyanobacteria, lapisan lendir dapar membantu gerakan secara meluncur.

    3.3. Spirochetes

    Spirochetes bukan merupakan kelompok besar dari Eubacteria. Namun, keberadaan Spirochetes mempengaruhi kehidupan manusia karena beberapa jenis menyebabkan penyakit.

    Habitat Spirochetes bervariasi. Ada yang hidup bebas di lumpur atau air, sebagai parasit dalam tubuh manusia, atau hidup dalam lambung hewan memamah biak. Contohnya: Treponema pallidum (penyakit sifilis pada manusia.

    3.4. Chlamydias

    Chlamydias ialah kelompok bakteri yang memiliki ukuran paling kecil (0,2-1,5 mikron). Bentuk tubuh Chlamydias tidak beraturan. Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit dalam sel-sel makhluk hidup lain. Kelompok bakteri ini merupakan prokariot yang unik karena memiliki dua bentuk sel dalam siklus hidupnya. Kedua bentuk sel tersebut yaitu badan dasar (elementary body) dan badan inisial (initial body).

    3.5. Bakteri Gram-Positif

    Beberapa bakteri Gram-positif membentuk endospora (struktur dormansi yang bersifat tahan terhadap panas). Endospora dibentuk ketika lingkungan miskin akan zat makanan. Sel induk pecah dan endospora dilepaskan, endospora dapat bertahan dalam keadaan lingkungan yang ekstrim, misalnya suhu tinggi, suhu rendah atau kekeringan.
    Pengertian Virus Terbaru

    Pengertian Virus Terbaru

    Pernahkah kamu terserang influenza? Influeza menyebabkan kamu pilek, pusing, dan kadang-kadang disertai demam. Gejala ini cukup mengganggu kegiatan sehari-hari?Influenza merupakan salah satu penyakit yang di sebabkan oleh virus.

    Virus adalah kata Latin untuk racun.Sebelum berkembangnya ilmu pengetahuan, segala penyebab penyakit yang misterius pada manusia disebut virus.Sejarah penemuan virus dimulai pada tahun 1883 oleh A.Mayer seorang ilmuan Jerman.Ia melakukan penelitian tentang penyakit mosaik pada tembakau.Penyakit mosaik ini menyebabkan pertumbuhan tembakau menjadi terhambat (kedel) dan daunya daunya berwarna belang-belang.

    Pengertian Virus Terbaru

    Iwanowski meyaring tembakau denagn saringan yang dirancang sedemikian rupa agar bakteri tidak lolos dan diperoleh filtrat daun tembakau. Ekstrat daun tembakau telah disaring,namun begitu filtrat disemprotkan ke tanaman tembakau yang sehat maka tanaman tersebut tertular juga oleh peyakit mosaik.

    Iwanowski menduga bahwa penyakit mosaik pada tanamaan tembakau ini disebabkan oleh suatu organisme yang berukuran lebih kecil di bandingkan bakteri.Iwanowski berkesimpulan bahwa penyakit mosaik pada tanaman tembakau adalah bakteri.

    Enam tahun kemudian, seorang ilmuaan Belanda yang barnama Martinus W.Beijerinck melakukan pengamatan yang sama seperti yang dilakukan Iwanowski.Beijerinck yakin bahwa metode penyaringan yang dilakukan

    Iwanowski sudah tepat. Beijerinck berpendapat bahwa ada agen yang menginfeksi tanaman tembkau, meskipun ia sendiri belum mengetahiui hal itu. Beijerinck memenyebut agen penginfeksi itu sebagai virus lolos saring (filterable virus).

    Perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya memberi kita pemahaman bahwa berbagai jenis virus merupakan penyebab penyakit pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Istilah virus lolos saring kemudian disingkt menjadi virus. Iwanowski dan Beijerinckl dinobatkan sebagai penemu virus.

    A. CIRI VIRUS

    Virus memiliki ciri tertentu.Ciri virus meliputi ukuran, bentuk,struktur, dan fungsi.

    Ukuran dan Bentuk 
    Virus memiliki ukuran sangat renik, yaitu antara 25tubuh -300nm (1nm = 10m). Virus yang berukuran paling kecil Adalah virus polio (poliovirus).Panjang tubuhnya hanya  25nm Virus yang berukuran besar adalah virus penyerang

    Bakteri yang panjang tubuhnya 100nm dan virus mosail tembakau (TMV) yang panjang tubuhnya 300 nm. Virus memiliki bentukbermacam-macam .Ada yang bulat, batang,dan ada yang seperti huruf T.

    Struktur dan Fungsi
    Virus bukan berupa sel (asesuler). Virus berupa partikel yang disebut viron. Viron dapat dikristalkan sehingga lebih menunjukan ciri mineral dari pada ciri kehidupan. Oleh karena itu, sebagian ilmuan biologi menganggap virus bukan makhluk hidup. Namun , ilmuan biologi yang lain menganggap bahwa virus merupakan makhluk hidup. Alasanya, virus dapat menunjukan ciri kehidupan, yaitu reproduksi, meskipun hanya dapat dilakukan dalam selorganisme lain.
     
    Oleh karena virus bukan berupa, virus tidak memiliki bagian - bagian sel seperti membran plasma, sitoplas,dan inti.

    Asam Nukleat   
    Asam nukeleat pada virus berupa satu jenis asam nukleat,yaitu DNA saja atau RNA saja. Materai genetik tersebut dapat berbentuk rantai tunggal atau rantai ganda.Rantaiya dapat berbentuk melingkar atau lineier.

    Selubang Protein
    Selubang protein (kapsid) adalah pembungkusan asam nuklet. kapsid inilah yang subunit protein yang disebut kapsomer.kapsid inilah yang y memberi bentuk virus.kapsid dapat berbentuk batang yang merupakan susunan heliks

    (ulir) dari kapsomer, berbentuk polihedral (segibanyak), atau berbntuk kompelks. virus kompelks memiliki bagian yang disebut kepala dan ekor. kepala virus kompelks memiliki sturktur tambhan, yaitu selubang ekor, lempengan

    dasar, dan serabut ekor. lempengan dasar dan serabut ekor berfungsi untuk melekat pada sel yang dinfksi. contoh virus kompelks adalah virus peyerang bakteri yang berbentuk huruf T.
    asam nuklet dan kapsid disebut nukleokapsid. pada beberapa virus, nukleokapsid  diselubangi oleh membran yang disebut sampul virus sampul virus tersusun dari lipid danprotein.sampul virus berfungsi membantu virus memasuki sel. Contoh virus yang memiliki sampul virus adalah virus influenza. virus tidak memiliki sampul virus disebut sebagi virus telanjang

    B. REPRODOKSI

    Virus menujukansatu ciri kehidupan,yaitu reproduksi. Namun, reproduksi virus hanya terjadi jika berada dalam sel organisme  lain. dengan  demikian, virus hanya dapat hidup secara parasit. Reproduksi virus terjadi dengan cara


    yang bervariasi.meskipun demikian,semua cara reproduksi virus melalui lima tahap , yaitu tahap pelakatan, penetrasi, replikasi dan sintesis, pematangan, dan pelepasan.

    1.Tahap pelekatan
    Tahap pelekatan adalah saat partikel virus (virion) melekat pada sel yang diinfeksi. Tempat pelekatan virus pada sel inang terjadi pada reseptor (protein khusus pada mmbran plasama sel inang yang mengensli virus).

    2.Tahap penetrasi
    Tahap penetrrasi adalah tahap virus atau materi genetik virus masuk ke dalam sitoplasma sel inang.

    3.Tahap replikasi dan sintetis
    Tahap replikasi dan sintetis adalah tahap terkjadinya perbanyakan partikel virus di dalam inang.Sel inang akan dikenalkan oleh materi genetik dari virus sehingga sel dapat membuat komponen virus, yaitu asam dan protein untuk kapsid.

    4.Tahap pematanngan
    Tahap pematangan adalah tahap penyusunan asam nukleat dan protein virus menjadi pertikel virus yang utuh.

    5.Tahap pelepasan
    Tahap pelepasan adalah tahap partikel virus keluar dari sel inang dengan memecahkan sel tersebut.

    Seperti telah disebutkan bahwa cara reproduksi virus bervariasai.Pada bab ini dibahas dua contoh repoduksi virus,bervariasi. Pada bab ini  dibahas dua contoh reproduksi virus,bakteri (bakteriofage) dan virus hewan.

    Reproduksi Bakteriofage
    Reproduksi bkteriofage dapat terjadi melalui dua siklus,yaitu siklus litik dan ssiklus lisogenetik. partikel virus keluar dari sel tersebut sehingga sel inang mati(lisis).
    pada siklus lisogenetik, DNA/RNA virus akn di sisipkan pada kromsom sel inang.Kromosom nyang tersisipi DNA/RNA virus akan mengadakan replikasi. Hal ini terjadi secra terus menerus selama pembelahan sel sehingga meteri genetik virus  akan diwariskan pada sel-sel anakan sel inang.Jadi pada siklus lisognetik, infeksi virus memasuki masa laten, artinya sel inang tidak pecah (mati).

    Reproduksi Virus Hewan
    tahap penetrasi, DNA virus dan kapsid terpisah. selanjutya pada tahap replikasi dan sintesis, terjadi replikasi DNA Virus, kapsid,dan sampul virus.pada tahap pemetang, terbentuklah partikel - partikel virus baru. pada tahap ini juga, sampulvirus terbentuk pada partikel virus baru. pada tahap pelepasan,virus baru keluar dari sel inag dan siapa menginfeksi sel lain.

    C. HABITAT

    Virus menunjukan ciri kehidupan hanya jika berada pada sel organisme lain (sel inang). Sel inang virus berupa bakteri, mikroorganisme eukarioot, sel tumbuhan, sel hewan dan sel manusia. Virus yang menyerang tumbuhan dapat

    Masuk ke dalam tumbuhan lain, terutama melalui perantara serangga. Virus yang menyerang hewan atau manusia dapat masuk ke dalam tubuh hewan  atau manusia lain misalnya melalui makanan, minuman, udara, darah, luka dan gigitan.

    D. KLASIFIKASI

    Klasifikasi virus tidak mengikuti sistem Linnaeus, melainkan sistem ICTV (International Committee on Taxonomy 0f Viruses = Komite Internasional untuk Taksinomi Virus). Klasifikasi virus terbagi dalam tiga tingkat takson, yaitu famili, genus dan spesies. Nama famili virus diakhiri dengan viridae, sedangkan nama gebus diakhiri dengan virus. Nama spesies menggunakan bahan Inggris dan diakhiri dengan virus. Saat ini, jenis virus yang sudah teridentifikasi sekitar dua ribu spesies.

    Virus Bakteri
    virus bakteri adalah virus yang sel inngnya adalah sel bakteri.Virus bakteri disebut juga dengan bakteriofage atau fage (Latin, page = memakan ). virus bakteri mengandung mateeri genetik berupa DNA.

    Virus Mikroorganisme Eukariot
    Virus mikroorganisme eukariot adalah virus yang sel inangnya berupa mikroorganisme yang tergolong eukariot, seperti protozoa dan jamur Virus ini terutama mengandung RNA.

    Virus Tumbuhan 
    Virus tumbuhan adalah virus yang sel inagnya aSdalah sel tumbuhan. Virus tumbuhan sebagian besar mengandung RNA.Contohnya virus mosaik tembakau (tobacco mosaik/TMV).

    Virus Hewan
    Virus hewan adalah virus yang sel inangnya ialah sel hewan atau sel manusia.

    E. VIRUS DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

    Virus dalam kehidupan manusia tidak selalu merugikan. Beberapa jenis virus yang memberi manfaatnya.

    Virus yang Memberi Manfaat
    Virus berperan penting dalam bidang rekayasa genetika. Virus digunakan untuk kloning gen (produksi DNA yang secara genetik identik ) yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. Misalnya, virus yang membawa gen untuk

    mengendalikan pertumbuhan serangga. Virus juga digunakan untuk terapi gen manusia sehingga diharapkan penyakit genetik, seperti diabetes dan kanker dapat disembuhkan.

    Virus yang Merugikan
    Virus dapat merugikan karena menyebabkan berbagai jenis penyakit pada manusi, hewan dan tumbuhan.

    Virus yang Menyebabkan Penyakit pada Manusia
    Virus yang menyebabkan penyakit pada manusia antara lain sebagai berikut:
    • Influenza virus, penyebab penyakit ini ialah menyerang sel-sel saluran pernafasan bagian atas. gejalanya adalah deman, pilek, pusing, pegal dan batuk.
    • HIV, penyebab AIDS yang mematikan ialah menyerang sel-sel darah putih jenis limfosit T. Gejalanya adalah gejala gabungan beberapa jenis penyakit karena menurunnya kekebalan tubuh.
    • Ebola virus, penyebab penyakit ebola ialah menyerang sel-sel pertahanan tubuh. Gejalanya adalah deman yang disertai dengan perdarahan.
    Virus yang Menyebabkan Penyakit pada Hewan
    Virus yang menyebabkan penyakit pada hewan antara lain sebagai berikut:
    • RSV, penyebab tumor pada ayam dan penyebab tumor pada sapi.
    • Rhabdovirus, penyebab rabies pada anjing, monyet, kucing dan juga manusia. Virus ini menyerang sistem saraf pusat sehingga menimbulkan gejala takut air, gelisah, hilangnya kontrol otot dan agresif.
    Virus yang Menyebabkan Penyakit pada Tumbuhan
    Virus yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan antara lain sebagai berikut:
    • Tobacco mosaic virus, penyebab penyakit mosaik pada tembakau dengan gejala pertumbuhan terhambat dan daun bercak-bercak. TMV juga dapat menyerang tanaman lain, seperti tomat.
    • Citrus leprosis virus, penyebab penyakit pada jeruk.

    F. PENCEGAHAN TERHADAP VIRUS

    Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan terhadap serangan virus ialah dengan pemberian vaksin. Vaksin ialah suatu zat yang mengandung mikroorganisme patogen yang sudah dilemahkan. Pemberian vaksin memberikan

    Kekebalan secara aktif. Contoh vaksin untuk pencegahan penyakit yang disebabkan oleh virus adalah sebagai berikut:
    • OPV atau vaksin polio
    • Vaksin rabies
    • Vaksin hepatitis B
    • Vaksin influenza
    • Vaksin cacar
    • Vaksin untuk gondok dan campak.
    Sistem Ekskresi Pada Manusia

    Sistem Ekskresi Pada Manusia

    Pada saat selesai berolahraga atau saat kepanasan, seseorang akan mengeluarkan keringat. Keringat adalah kelenjar yang keluar melalui pori-pori kulit tubuh manusia. Selain itu, manusia juga akan mengeluarkan urine dari dalam tubuhnya setiap saat. Proses pengeluaran urine dan keringat dari dalam tubuh dapat dikeluarkan melalui mekanisme pengeluaran dari dalam tubuh yang dikenal sebagai sistem ekskresi.

    Sistem Ekskresi Pada Manusia


    Sistem ekskresi ialah sistem organ dalam tubuh yang berfungsi mengeluarkan zat buangan atau zat sisa hasil metabolisme yang berlangsung dalam tubuh organisme. Zat-zat sisa metabolisme tersebut perlu dikeluarkan tidak hanya untuk mencegahnya menjadi beracun, tapi juga agar kesetimbangan dalam tubuh (homeostasis) terus terjaga. Sistem ekskresi membantu memelihara homeostasis tubuh dengan cara mengatur konsentrasi sebagian besar penyusun cairan tubuh.

    Untuk memahami mengenai sistem ekskresi, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu bahwa istilah ekskresi berbeda dengan skresi. Istilah ekskresi diberikan untuk proses pembuangan zat yang sudah tidak terpakai atau tidak berguna oleh jaringan atau organ, adapun istilah skresi atau produksi cairan oleh kelenjar atau organ. Jadi, kamu harus dapat membedakan antara dua hal berikut:

    1. Zat sisa metabolisme tubuh diekskresikan dari jaringan atau organ.

    2. Sejumlah hormon, enzim dan cairan mukus disekresikan oleh sel, kelenjar atau organ.

    Zat sisa metabolisme itu sendiri ialah zat hasil pembongkaran zat makanan yang bermolekul kompleks atau sisa respirasi sel tubuh yang sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Sisa metabolisme antara lain:

    1. Karbon dioksida dan air adalah sisa oksidasi atau sisa pembakaran zat makanan yang berasal dari karbohidrat, lemak dan protein. Baik karbon dioksida maupun air sebenarnya tidak berbahaya jika kadarnya di dalam tubuh tidak berlebihan.

    2. Amonia ialah hasil pemecahan protein. Amonia adalah zat yang beracun bagi sel. Oleh karena itu, zat tersebut harus dikeluarkan dari tubuh. Jika untuk sementara disimpan dalam tubuh, zat tersebut akan dirombak menjadi zat yang kurang beracun, yaitu urea.

    3. Zat warna empedu ialah zat sisa hasil perombakan sel darah merah yang dilaksanakan oleh hati. Zat warna empedu disimpan pada kantong empedu. Zat warna empedu akan dioksidasi menjadi urobilinogen yang berguna memberi warna pada feses dan urine.

    4. Asam urat ialah sisa metabolisme yang mengandung nitrogen (sama dengan amonia). Asam urat memiliki daya racun lebih rendah dibandingkan amonia. Daya larut asam urat di dalam air rendah.

    Zat sisa metabolisme dikeluarkan dari tubuh oleh organ ekskresi. Organ ekskresi pada manusia dan vertebrata lainnya adalah kulit, paru-paru, hati dan ginjal. Adapun organ pengeluaran pada hewan invertebrata antara lain nefridium, sel api atau buluh malphigi.
    Pengertian Sistem Imunitas Terlengkap

    Pengertian Sistem Imunitas Terlengkap

    Tubuh bayi dan anak-anak sangat rentan terkena berbagai jenis penyakit, seperti cacar air, campak, hepetitis dan sebagainya. Meskipun pada dasarnya tubuh sudah memiliki sistem imunitas yang baik, tetapi bayi dan anak-anak perlu diberi imunitas untuk meningkatkan sistem imunitas di dalam tubuhnya. Sehingga, tubuh dapat melawan berbagai jenis penyakit yang berbahaya sekalipun. Namun, apakah kamu mengetahui tentang sistem imunitas di dalam tubuh? Bagaimana hubungan antara imunitas dengan sistem imunitas? Agar kamu dapat mengetahuinya, marilah simak materi dibawah ini terlebih dahulu.

    Pengertian Sistem Imunitas Terlengkap

    Sistem pertahanan tubuh bayi masih sangat lemah karena semua sistem yang berkaitan dengan daya tahan tubuh bayi belum terbentuk dengan sempurna. Hal ini menyebabkan bayi memiliki resiko tinggi terkena berbagai jenis penyakit yang sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan cacat seumur hidup, bahkan kematian. Penyakit-penyakit tersebut, antara lain polio, batuk kering, hepatitis A, hepatitis B, difteri, batuk kokol, tetanus, haemophilus, influenza yang menyerang saluran pernafasan, demam campak, meningitis (radang selaput otak dan saraf jantung), serta cacar air. Semua jenis penyakit tersebut dapat disebabkan karena faktor lingkungan di sekitar kita yang dipenuhi oleh virus, bakteri, jamur, bahkan protista. Namun, semua penyakit-penyakit tersebut dapat dihindarkan dengan memberikan imunisasi pada bayi.

    Sejak dilahirkan, semua bayi dianjurkan untuk mendapatkan suntikan perlindungan penyakit atau imunisasi. Pemberian imunisasi ini sangat penting diberikan pada bayi agar dapat membentuk sistem pertahanan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh dari berbagai jenis virus, bakteri, jamur dan protista yang membawa jenis penyakit berbahaya, sehingga tubuh dapat terhindar dari penyakit-penyakit tersebut.

    Pada dasarnya tubuh manusia dilengkapi oleh sistem imun yang sangat canggih untuk melindungi tubuh dari serangan benda-benda asing. Oleh karena itu, apabila sistem imunitas di dalam tubuh manusia baik, tentunya serangan penyakit dapat dihindari sedini mungkin.  Sebaliknya, bila sistem imun di dalam tubuh lemah, kemungkinan resiko terkena penyakit pun besar. Lalu, apa saka jenis penyakit yang dapat menyerang sistem imunitas manusia? Bagaimana mekanisme sistem imunitas di dalam tubuh manusia? Apa saja komponen pada sistem imunitas? Apa perbedaan sistem imunitas spesifik dan tidak spesifik? Bagaimana hubungan antara imunitas dengan mekanisme sistem pertahanan tubuh manusia? Pada artikel berikut ini, kamu akan mempelajari mekanisme pertahanan tubuh imunitas dan komponen yang terdapat pada sistem imunitas.

    A. Imunitas Spesifik dan Tidak Spesifik

    Imunitas adalah kekebalan tubuh manusia terhadap penyakit. Imunitas sendiri terdapat dua jenis, yaitu spesifik dan tidak spesifik. Imunitas tidak spesifik disebut juga dengan imunitas bawaan ialah pertahanan tubuh pertama yang dimiliki oleh manusia sejak lahir. Pada umumnya, imunitas bawaan dapat melawan semua benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Imunitas bawaan terdiri atas "benteng" tubuh, seperti kulit, air mata, lendir dan air ludah yang bekerja dengan baik ketika jaringan tubuh terinfeksi atau terluka. Mekanisme kerja imunitas bawaan adalah mencegah atau menghindari masuk dan menyebarnya penyakit.

    Jika makhluk atau benda asing penginvasi (yang datang masuk) dapat melewati pertahanan tubuh yang pertama, sel-sel, molekul-molekul dan organ-organ dalam sistem imunitas akan melakukan perlawanan khusus untuk menghancurkan para pengivasi tersebut. Sistem imunitas tersebut dapat dipanggil kembali jika pada masa yang akan datang, para penginvasi menyerang tubuh kembali. Sistem imunitas ini disebut dengan imunitas spesifik atau imunitas adaptif. Dengan demikian, ciri imunitas adaptif ialah kemampuannya dalam mempelajari, menyesuaikan dan mengingat suatu benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

    Imunitas adaptif memiliki empat cara merespon yang berbeda. Pertama, imunitas adaptif yang hanya merespon setelah para penginvasi datang. Kedua, imunitas adaptif yang sangat spesifik, setiap respon sangat disesuaikan dengan jenis penginvasi yang datang. Ketiga, imunitas adaptif yang membuka memorinya dan merespon jauh lebih baik dibandingkan ketika serangan pertama, walaupun serangan kedua terjadi bertahun-tahun kemudian. Keempat, imunitas adaptif biasanya tidak menyerang komponen-komponen tubuh yang normal.

    Pada respon imunitas sel yang dimediasi, sel-sel yang dapat menghancurkan sel-sel lain akan diaktifkan. Aktivitas penghancuran tersebut terbatas pada sel-sel yang terinfeksi atau menghasilkan suatu antigen spesifik. Respon imunitas sel yang dimediasi dihasilkan di dalam sel tubuh untuk melawan penginvasi, seperti virus. Selain itu, respon imunitas sel yang dimediasi juga dapat menghancurkan sel-sel mutan, seperti sel-sel kanker.

    B. Anatomi dan Komponen Sistem Imunitas

    1. Anatomi

    Sistem imunitas akan menyusun pertahanan untuk tubuh ketika organisme penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh. Salah satu bagian sistem imunitas akan menggunakan pertahanan untuk melindungi tubuh dari substansi asing. Pertahanan tubuh tersebut diantarnya kulit dan membran mukus yang melapisi semua rongga tubuh, serta senyawa kimia pelindung, seperti enzim dalam saliva dan air mata yang dapat menghancurkan bakteri.

    Bagian lain dalam sistem imunitas ialah dengan menggunakan getah bening. Getah bening ialah cairan berwarna pucat yang berisi lemak serta mengandung limfosit. Lomfosit ialah sel-sel darah putih khusus yang merespon jenis substansi asing tertentu. Getah bening dalam tubuh berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem limfatik. Sistem limfatik berfungsi untuk mengabsorpsi cairan berlebih dan mengembalikannya ke aliran darah serta mengabsorpsi lemak di vili-vili usus halus.

    Sistem limfatik terdapat enam (6) ruangan interstisial ke sistem sirkulasi, antara lain sebagai berikut:

    a. Pembuluh Getah Bening

    Pembuluh getah bening berhubungan erat dengan sistem peredaran pembuluh. Pembuluh getah bening yang besar mirip dengan vena. Sementara, kapiler-kapiler getah bening bercabang-cabang ke seluruh bagian tubuh, kecuali otak. Kontraksi otot-otot rangka menyebabkan pergerakan cairan getah bening melalui katup-katup.

    b. Nodus Getah Bening

    Daerah tempat limfosit dan makrofage terkonsentrasi di sepanjang vena limfatik disebut dengan nodus getah bening. Nodus getah bening ialah massa jaringan yang menarik limfosit dan menyebarkannya ke daerah-daerah tubuh yang mengalami infeksi,

    c. Sumsum Tulang

    Sumsum tulang ialah substansi halus yang ditemukan di bagian tengah beberapa tulang. Sumsum tulang terdiri atas jaringan yang memproduksi limfosit. Limfosit dewasa juga terdapat di dalam sumsum tulang, yang berkembang menjadi limfosit B atau sel B. Limfosit B inilah yang menghasilkan protein-protein yang disebut antibodi yan diedarkan melalui darah dan menyerang organisme penyebab-penyebab penyakit.

    d. Limpa

    Limpa ialah salah satu organ dalam sistem limfatik. Limpa mirip dengan nodus getah bening, tapi lebih besar dan berisi darah. Limpa berfungsi sebagai reservoir darah yang menyaring darah dan cairan getah bening yang mengalir melaluinya. Jika limpa seseorang rusak atau diambil, orang tersebut lebih mudah terkena infeksi.

    e. Kelenjar Timus

    Beberapa imfosit dibentuk di sumsum tulang dan pindah tempat menuju kalenjar timus. Kelenjar timus menyekresikan hormon tomosin yang membuat sel pre-T berubah dewasa menjadi sel T atau limfosit T. Limfosit T dapat meneyrang organisme-organisme penginvasi secara langsung.

    f. Tonsil

    Tonsil ialah massa jaringan limfoid yang membentuk cincin mengelilingi dinding faring atau tenggorokan. Sel-sel limfoid di tonsil dapat melindungi faring terhadap invasi oleh bakteri penyebab penyakit.

    2. Komponen Sistem Imunitas

    Kemampuan sistem imunitas untuk menghasilkan respon terhadap penyakit bergantung pada interaksi antara komponen sistem imunitas dengan antigen yang terdapat pada pengivasi patagen. Berikut ini adalah komponen-komponen yang terdapat dalam sistem imunitas.

    a. Makrofag

    Makrofag ialah sel darah putih berukuran besar yang terus menerus mencari molekul-molekul antigen dari organisme asing yang masuk ke dalam tubuh, seperti bakteri, virus dan jamur.

    Ketika ada organisme asing masuk, makrofag segera mengelilinginya, mencerna, serta menghancurkannya melalui proses yang disebut dengan fagositos. Selain itu, makrofag juga berperan dalam pertahanan adaptif dengan cara menarik antigen penginvasi lalu mengirim penginvasi tersebut untuk dihancurkan oleh komponen lain dalam sistem pertahanan adaptif.

    b. Limfosit

    Limfosit ialah sel darah putih yang berfungsi untuk megenali dan menghancurkan antigen-antigen penginvasi. Semua limfosit dimulai sebagai sel tunas (stem cell) di sumsum tulang, tetapi tumbuh dewasa di dua tempat yang berbeda, yaitu di sumsum tulang dan kelenjar timus. Limfosit dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut:

    1) Limfosit B ialah limfosit yang tumbuh dewasa di sumsum tulang. Limfosit B dapat membelah dan membentuk sel plasma dan sel memori B. Sementara itu, sel-sel memori B merupakan bagian dari sistem memori imunitas.

    2) Limfosit T ialah limfosit yang tumbuh dewasa di timus. Di dalam kelenjar timus, limfosit T "belajar" membedakan antara benda asing dengan bukan benda asing. Selanjutnya, limfosit T dewasa meninggalkan timus dan masuk ke dalam pembuluh getah bening.

    3) Sel-sel pemusnah alami ialah limfosit yang memiliki ukuran lebih besar daripada limfosit T dan B. Sel ini disebut dengan "sel pemusnah" karena sel-sel tersebut dapat membunuh mikroba dan sel-sel kanker tertentu.

    c. Reseptor Antigen

    Reseptor antigen ialah suatu struktur khusus yang terdapat di permukaan limfosit yang dapat mengikat struktur tertentu yang terdapat di antigen, mirip seperti kunci dan anak kunci. Oleh karena itu, ketika antigen memasuki tubuh, hanya limfosit yang sesuai dengan antigen tersebut yang akan aktif.

    d. Sel-Sel Pengenal Antigen

    Ketika suatu antigen masuk ke daam sel tubuh, molekul pengangkut tertentu di dalam sel akan melekatkan diri ke antigen. Selanjutnya, molekul tersebut mengangkut antigen menuju permukaan sel, tempat limfosit T dapat mengenali mereka sebagai antigen. Molekul-molekul pengangkut tersebut dibuat oleh gen-gen disebut dengan kompleks histokomtipabilitas utama atau major histocompatibity complex (MHC), sehingga dikenal sebagai molekul MHC.

    e. Antibodi

    Antibodi ialah protein yang diproduksi oleh sel-sel limfosit B. Antibodi mengikat suatu antigen. Kecocokan ikatan tersebut mirip seperti kunci dan anak kuncinya yang membentuk komplek antibodi antigen.

    Pada umumnya, antibodi adalah protein berbentuk "Y" yang disebut dengan imunoglobulin (Ig) yang hanya dibuat di sel-sel B. Berdasarkan daerah tersebut, antibodi dikategorikan menjadi lima kelas, yaitu IgM, IgG, IgA, IgD dan IgE.

    IgM ialah antibodi yang pertama dihasilkan pada pemaparan awal oleh suatu antigen. IgG ialah jenis antibodi yang paling umum, dihasilkan pada pemaparan antigen berikutnya. IgA dapat keluar dari aliran darah dan muncul dicariran tubuh yang lain. IgE adalah antibodi yang menyebabkan reaksi alergi akut (reaksi alergi segera). Sedangkan IgD adalah antibodi yang terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit di dalam darah. Fungsinya belum sepenuhnya dimengerti.

    C. Imunisasi

    Ketika tubuh dimasuki oleh suatu antigen, tubuh memerlukan waktu beberapa hari hingga respon  imunitas adaptif menjadi aktif. Kemudian, aktivitas kekebalan tubuh menjadi naik, mendatar dan turun. Pada pemaparan selanjutnya oleh antigen yang sama, sistem imunitas merespon jauh lebih cepat dan menjangkau tingkat yang lebih tinggi. Keseluruhan imunitas tersebut dapat diperoleh melalui imunitas aktif maupun pasif.

    1. Imunisasi Aktif

    Imunisasi aktif terjadi ketika sistem imunisasi seseorang diaktifkan dan menghasilkan repon imunitas primer. imunisasi aktif dapat dipicu dengan dua cara, yaitu imunisasi alami dan vaksinasi.

    Pada imunisasi alami, tubuh melawan penyakit dan memulihkan dirinya sendiri. Oleh karena respon imunisasi primer terjadi ketika sakit, sistem imunitas akan menaikkan respon sekunder untuk pencegahan penyakit setiap kali tubuh terserang lagi oleh penyakit tersebut.

    Edaward Jenner

    Vaksinasi berasal dari kata dalam bahasa Latin, vacca yang artinya sapi. Kata vacca dipakai setelah material cacar sapi digunakan oleh Edward Jenner pada vaksinasi yang pertama. Vaksinasi ialah imunisasi buatan yang sengaja dibuat untuk melawan suatu penyakit dengan menggunakan vaksin. Vaksin ialah unsur yang secara struktural mirip dengan agen penyebab penyakit, tetapi tidak menyebabkan penyakit itu sendiri.

    Saat Memberikan Vaksin

    2. Imunisasi Pasif

    Cara lain untuk mendapatkan imunitas tubuh seseorang ialah menggunakan imunisasi pasif. Imunisasi pasif tidak melibatkan sistem imunitas yang telah dimiliki oleh orang tersebut karena orang tersebut menerima antibodi yang diciptakan oleh orang lain atau hewan tertentu. Antibodi yang demikian dapat menyelamatkan seseorang ketika penyakitnya berkembang sangat cepat dan tidak dapat diimbangi oleh imunisasi alaminya.

    D. Kelainan dan Gangguan pada Sistem Imunitas

    Akibat adanya suatu hal, terkadang terjadi kelainan dan gangguan fungsi sistem imunitas sehingga jaringan tubuh dikenali sebagai banda asing. Dengan demikian, jaringan tubuh sendiri diserang dan dihancurkan oleh sistem imunitas. Hal yang demikian disebut dengan raksi autoimun. Raksi autoimun dapat dipicu beberapa faktor, antara lain:

    1. Zat yang pada keadaan normal hanya terdapat di suatu tempat dapat mengalami kebocoran dan masuk ke dalam peredaran darah secara umum.
    2. Perubahan suatu zat dalam tubuh
    3. Sistem imunitas merespon zat asing yang menyerupai zat tubuh alami dan menyerangnya sebagai benda asing.
    4. Terdapat kelainan fungsi pada sel yang mengendalikan pembentukan antobodi.

    Nama-nama penyakit yang disebabkan oleh reaksi autoimun diantaranya adalah lupus eritemotosus sistemik, miastenia gravis, artritis rematoid, skleroderma dan anemia pernisiosa. Berikut akan dibahas mengenai penyakit-penyakit yang disebabkan oleh reaksi autoimun maupun kelainan sistem imunitas lainnya.

    1. Penyakit-Penyakit Autoimun

    Beberapa penyakit terkenal yang disebabkan oleh reaksi autoimun antara lain sebagai berikut:

    a. Lupus Eritematosus Sistemik

    Lupus eritemotosus sistemik ialah penyakit autoimun kronis. Sistem imunitas memperlakukan jaringan tubuh sendiri sebagai unsur asing yang harus dilawan dan dihancurkan. Gejala-gejala penyakit lupus, antara lain adanya bercak-bercak merah berbentuk kupu-kupu pada wajah, sakit kepala, cepat kelelahan, sakit persendian, kerusakan jantung, napas jadi pendek dan ginjal melemah.

    b. Miastenia Gravis

    Penderita penyakit miastenia gravis akan mengalami kelemahan tubuh yang progresif dan kelelahan pada otot polos. Otot polos tersebut berfungsi dan digunakan dalam banyak hal dalam tubuh, seperti berjalan, bernapas, mengunyah, serta berbicara. Karakteristik khas penyakit tersebut adalah penderitanya mengalami layu pada bagian kelopak mata. Selain itu, penyakit tersebut lebih banyak diderita oleh perempuan berusia 20-30 tahun.

    Selain itu, penderita miastenia gravis dapat dibantu juga dengan melakukan operasi pembedahan timus dan proses pembersihan darah yang disebut dengan plasmaferesis.

    2. Defisiensi Fungsi Imunitas

    Defisiensi fungsi imunitas dapat terjadi karena faktor keturunan atau bukan faktor keturunan. Defisiensi fungsi imunitas karena faktor keturunan pada umumnya terjadi karena kelainan pada gen penting yang mengatur fungsi komponen-komponen sistem imunitas.

    Contoh paling ekstram dari Defisiensi fungsi imunitas ialah penyakit yang disebut SCID (severe combined immunodeficiency) dan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). Orang yang menderita SCID, secara lengkap tidak memiliki limfosit T dan limfosit B. Oleh karena itu, orang tersebut tidak memiliki respon imunitas adaptif.

    Dari seluruh penyakit Defisiensi fungsi imunitas, AIDS adalah salah satu penyakit yang paling dikenal saat ini. AIDS disebabkan oleh virus HIV yang merusak sel-sel T penolong. Oleh karena itu, sel-sel T penolong mengatur semua respon imunitas, penderita AIDS sangat rentan terhadap semua agen penginfeksi.

    3. Alergi

    Alergi terjadi karena sistem imunitas yang hipersesitif terhadap antigen lemah yang pada umumnya tidak menimbulkan respon imunitas. Substansi penyebab alergi disebut dengan alergon. Contoh alewrgon adalah debu, lumpur, polen dan hewan peliharaan tertentu. Itulah sebabnya, ada orang yang mengalami alergi debu, alergi polen atau alegi hewan peliharaan.

    Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan alergi. Obat-obatan yang selama ini diberikan kepada penderita alergi adalah antihistamin yang dapat mengurangi reaksi tubuh jika terdapat alergen. Bagi penderita alergi, hal yang paling umum untuk penanganan alergi adalah menjauhi sejauhnya kontak dengan alergon.
    Pengertian dan Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

    Pengertian dan Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

    Kalian mungkin pernah makan sayur pakis. Pakis ialah istilah lain untuk tumbuhan paku. Tumbuhan paku merupakan divisi dari kingdom Plantea yang anggotanya memiliki akar, batang dan daun sejati, serta memiliki pembuluh pengangkut. Tumbuhan paku sering juga disebut dengan Kormofita Berspora, karena berkaitan dengan akar, batang, daun sejati, serta berproduksi aseksual dengan spora.

    Pengertian dan Ciri-Ciri Tumbuhan Paku


    Ciri-Ciri Tubuh

    Ciri tumbuhan paku meliputi ukuran, bentuk, struktur dan fungsi tubuh.

    Ukuran dan Bentuk Tubuh

    Tumbuhan paku memiliki ukuran yang bervariasi dari yang tingginya sekitar 2 cm, misalnya tumbuhan paku yang hidup mengapung di air, sampai tumbuhan paku di darat yang mencapai tinggi 5 cm, misalnya paku tiang. Tumbuhan paku purba yang telah menjadi fosil diperkirakan ada yang mencapai tinggi 15 m. Bentuk tumbuhan paku yang hidup saat ini bervariasi, ada yang berbentuk lembaran, perdu atau pohon dan seperti tanduk rusa.

    Tumbuhan paku terdiri darui dua generasi, yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi ini tumbuh bergantian dalam siklus hidup tumbuhan paku. Generasi sporofit ialah tumbuhan yang menghasilkan spora. Sedangkan generasi gametofit ialah tumbuhan yang menghasilkan gamet (sel kelamin).

    Struktur dan Fungsi TubuhTumbuhan Paku Generi Sporofit

         Sebagian besar tumbuhan paku sporofit memiliki akar,batang,dan daun sejati. Namun,ada beberapa jenis yang tidak memiliki akar dan daun sejati. Batang tumbuhan paku ada yang tumbuh di bawah tanah, disebut rizomdan ada yang tumbuh di atas tanah. Batang yang tumbuh di atas tanah ada yang bercabang menggarpu dan ada yang lurus tidak bercabang.Tumbuhan paku yang tidak memiliki akar sejati memiliki akar berupa   rizoid yang terdapat pada rizom atau pangkal batang.

        Tumbuhan paku ada yang berdaun kecil (mikrofil) dan ada yang berdaun besar (makrofil). Tumbuhan paku yang berdaun kecil biasanya daunnya berupa sisik. Daun tumbuhan paku memiliki klorofil untuk fotosintesis. Klorofil tumbuhan paku yang tak  berdaun atau berdaun kecil terdapat  pada batang.

         Tumbuhan paku sporofit memiliki sporangium yang menghasilkan spora. Pada jenis tumbuhan paku sporofit yang tidak berdaun, sporangiumnya terletak di sepanjang batang. Pada tumbuhan paku yang baerdaun, sporangiumnya terletak pada daun yang fertil (sporofil) . Daun yang tidak mengandung sporngium disebut daun steril (tropofil).  Sporofil ada yang berupa helaian dan ada yang membentuk strobilus (jamak:strobili). Stobilus adalah gabungan beberapa sporofil membentuk struktur seperti kerucut pada ujung cabang. Pada sporofil yang berbentuk helaian, sporangium berkelompok membentuk sorus (jamak:sori). Sorus dilindungi oleh suatu selaput yang disebut indusium.

         Sebagian besar  tubumhan paku memiliki pembuluh pengangkut berupa floem dan xilem. Floemadalah tumbuhan pengangkut nutrien organik hasil fotosintesis. Xilem adalah pembuluh pengangkut senyawa anorganik berupa air dan mineral dari akar ke seluruh bagian tumbuhan.

         Spora yang dihasilkan sporofit akan tumbuh membentuk struktur gametofit berbentuk hati yang disebut protalus atau protalium.

    Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan Paku Generasi Gametofit
         Gametofit tumbuhan paku hanya berukuran beberapa milimeter.Sebagian besar tumbuhan paku memiliki gametofit berbentuk hati yang disebut protalus(jamak:protalia).Protalus berupa lembaran,memiliki rizoid pada bagian bawahnya,serta memiliki klorofil untuk fotosintesis.Protalus hidup bebas tanpa bergantung pada sporofit untuk kebutuhan  nutrisinya.Gametofit jenis tumbuhan paku tertentu tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis.Makanan tumbuhan paku tanpa klorofil diperoleh dengan cara bersimbiosis dengan jamur.

         Gametofit memiliki alat reproduksi seksual.Alat reproduksi jantan adalah anteridium.Anteridium menghasilkan spematozoid berflagelum.Alat reproduksi betina adalah arkegonium.Arkegonium menghasilkan ovum.Gametofit tumbuhan paku jenis tertentu memiliki dua jenis alat reproduksi pada satu individu.Gametofit dengan dua jenis reproduksi disebut gametofit biseksual.Gametofit yang hanya  memiliki anteridium saja atau arkegonium saja disebut gametofit uniseksual. gametofit  uniseksual dihasilkan oleh paku homospora (paku yang menghasilkan satu jenis spora),dan gametofit uniseksual dihasilkan oleh paku heterospora (paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berbeda).

    Cara Hidup dan Habitat

         Tumbuhan paku merupakan fotoautotrof.Tumbuhan paku ada yang hidup mengapung di air (misalnya Azolla pinnata dan Marsilea crenata).Namun, umumnya tumbuhan  paku adalah tumbuhan terestrial  (tumbuhan darat ). Jenis tumbuhan paku lebih melimpah di daerah hutan hujan tropis.

    Reproduksi

         Tumbuhan paku berkembang biak  secara aseksual dan seksual.Reproduksi  asekual dan seksual pada tumbuhan paku terjadi seperti pada lumut.Reproduksi tumbuhan paku juga menunjukkan adanya pergiliran antara generasi gametofit dan generasi sporofit (metagenesis).Namun,pada tumbuhan paku,generasi sporofit adalah generasi yang dominan dalam daur hidupnya.

         Generasi gametofit dihasikan oleh reproduksi aseksual dengan spora.Spora dihasikan oleh pembelahan sel induk  spora yang terjadi di dalam sporangium.Sporangium terdapat pasa sporofit (sporogonium) yang terletak di daun atau batang.Spora haploid (n) yang dihasilkan diterbangkan oleh angin dan jika sampai di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi protalus dan selanjutnyamenjadi gametofit yang haploid (n).

        Gametofi memiliki dua jenis alat reproduksi,yaitu anteridium dan arkegonium,atau satu jenis alat reproduksi,yaitu anteridium saja atau arkegonium saja.Arkegonium menghasilkan satu ovum yang haploid (n).Anteridium menghasilkan banyak spermatozoid berflagelum yang haploid (n).

         Spermatozoid bergerak dengan perantara air menuju ovum pada arkegonium.Spermatozoid kemudian membuahi ovum.Pembuahan ovum oleh spermatozoid di arkegonium menghasikan zigot yang diploid (2n). Zigot membelah dan tumbuh menjadi embrio (2n).Embrio tumbuh menjadi sporofit yang diploid (2n).

    Klasifikasi

        Tumbuhan paku diklasifikasikan berdasarkan cirri tubuhnya menjadi empat subdivisi,yaitu paku purba (Psilopsida), paku kawat (Lycopsida),paku ekor kuda (Sphenopsida),dan paku sejati (Pteropsida).

    Paku Purba (Psilopsida)

         Sebagian besar paku purba merupakan tumbuhan paku yang telah punah.Diperkirakan paku purba yang hidup saat ini hanya tinggal 10 samapai 13 spesies dari dua jenus saja.Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis.Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki daun sejati (paku terbuka).

         Paku purba yang memiliki daun umumnya berukuran kecil (mikrofit)dan berbentuk sisik.Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m.Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut.Batang paku purba mengandung klorofit sehingga dapat melakukan fotosintesis. Cabang batang mengandung mikrofil dan kumpulan sporangium yang terdapatdi sepanjang cabang batang.

         Sporofil menghasilkan satu jenis spora (homospora).Gametofitnya tidak memiliki klorofil  dan mengandung anteridium dan arkegonium.Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur  untuk memperoleh nutrisi.Paku purba adalah Rhynia (paku purba tidak berdaun) dan Psilotum (paku purba berdaun kecil).

    Paku Kawat (Lycopsida)

         Paku kawat  mencakup sekitar 1.000 spesies tumbuhan paku,terutama dari genus Lycopodium dan Selaginella.Paku kawat  banyak tumbuh  di hutan-hutan daerah tropis dan subtropics. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. Anggota paku kawat memiliki akar,batang ,dan daun sejati.Daunnya berukuran kecil  dan tersusun rapat. Sporangium terdapat padasporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Oleh karena itu,paku kawat disebut juga pinus tanah. Pada paku rane (Selaginella) sporangium terdiri dari dua jenis,yaitu mikrosporangium dan megasporangium.Mikrosporangium terdapat pada mikrosporofil bmikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan.Megasporangium terdapat pada megasporofil ( daun yang mengandung megasporangium). Megasporangium (jamak:megasporangia) menghasikan megaspore yang akan tumbuh menjadi gametofit betina.

        Gametofit paku kawat berukuran kecil dan tidak berklorofil. Gametofit memperoleh makanan dari jamur yang bersimbiosis dengannya. Gametofit paku kawat ada yang uniseksual , yaitu mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual, yaitu mengandung  anteridium dan arkegonium. Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. Selaginella merupakan tumbuhan paku heterospora. Sedangkan gametofit biseksual terdapatpada Lycopodium.

    Paku Ekor Kuda (Sphenopsida)

         Paku ekor kuda saat ini hanya tinggal sekitar 15 spesies dari satu genus, yaitu Equisetum. Equisetum terutama hidup  pada habitat lembab di daerah subtropics. Seperti paku purba dan paku kawat, anggota paku ekor kuda banyak yang berupa tumbuhan paku purba yang sudah punah dan menjadi fosil. Fosil paku ekor kuda termasuk tumbuhan paku raksasa, berbentuk seperti pohon yang mencapai tinggi 15 cm. Eqiusetum yang tertinggi hanya mencapai 4,5 m, sedangkan rata-rata tinggi kebanyakan Equisetum kurang  dari 1 m. Equisetum memiliki akar, batang, dan daun sejati. Batangnya beruas dan pada setip ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik.

         Equisetum disebut paku ekor kuda karena bentuk batangnya seperti ekor kuda. Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silica. Sporangium menghasilkan satu jenis spora, sehingga Equisetum digolongkan pada tumbuhan paku peralihan. Gametofit Equisetum hanya berukuran beberapa millimeter tetapi dapat melakukan fotosintesis. Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual.

    Paku Sejati (Pteropsida)

         Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling sering kita lihat. Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di darat pada daerah tropis dan subtropis. Paku sejati diperkirakan berjumlah 12.000 jenis dari kelas filicinae.filicinae memiliki akar,batang ,dan daun sejati. Batang dapat berupa batang dalam tanah (rizom) atau batang di atas tanah . Daun filicianae umumnya berukuran besar dan memiliki tulang daun yang bercabang.daun mudanya memiliki cirri khas yaitu tubuh menggulung (circinnatus). jenis paku yang termasuk paku sejati adalah semanggi (Marsilea crenata), paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), paku sarang burung (Asplenium nidus), suplir (Adiantum  cuneatum), paku sawah (Azolla pinnata), dan Dicksonia antarctica.

    Manfaat Tumbuhan Paku bagi Manusia

         Jenis tumbuhan paku yang dimanfaatkan bagi kepentingan manusia antara lain semanggi (Marsilea crenata), dimakan sebagai sayur, paku rane (Selaginella plana) sebagai obat untuk menyembuhkan luka, Azolla pinnata sebagai pupuk hijau tanaman padi di sawah , paku sarang burung (Asplenium nidus), suplir (Adiantum cuneatum), dan Paku tanduk rusa (Platycerum bifurcatum) sebagai tanaman hias.

    Referensi: Buku Biologi 1 (SMA dan MA Kelas X)
    Pengertian dan Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut

    Pengertian dan Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut

    Tumbuhan ialah salah satu keanekaragaman hayati yang banyak dimanfaatkan oleh manusia. Hewan pun bergantung pada tumbuhan sebagai sumber energi. Dalam klasifikasi, makhluk hiudp apa saja yang tergolong sebagai tumbuhan?
    Dunia tumbuhan atau Kingdom Plantae beranggotakan semua organisme eukariot multiseluler fotosintetik yang memiliki klorofil a dan b, menyimpan karbohidrat yang biasanya berupa tepung dan embrionya dilindungi oleh jaringan tumbuhan parental.

    Dunia tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan tidak berpembuluh atau non-Tracheophyta dan tumbuhan berpembuluh atau Tracheophyta (Yunani, trakhoia = saluran kecil, phyton = tumbuhan). Tumbuhan non-Tracheophyta ialah kelompok lumut, sedangkan kelompok Tracheophyta ialah tumbuhan paku-pakuan dan tumbuhan berbiji-bijian.

    Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

    Coba perhatikan dinding, genteng, tanah atau batu di tempat yang teduh dan lembab, maka akan menemukan adanya hamparan seperti beludru berwarna hijau, itulah salah satu jenis lumut. Lumut ialah tumbuhan darat yang tubuhnya tidak dapat dibedakan anatar akar, batang maupun daun. Selain itu, tubuh lumut juga tidak memiliki pembuluh pengangkut. Namun, lumut memiliki klorofil sehingga digolongkan dalam kingdom Plantae. Oleh karena itu, lumut disebut sebagai peralihan antara tumbuhan bertalus (Thallophyta) dan tumbuhan berkormus (Cormophyta) yang memiliki akar, batang dan daun sejati.

    Ciri-Ciri Tubuh Lumut

    Ciri tubuh lumut meliputi ukuran, bentuk, struktur dan fungsi tubuh, antara lain sebagai berikut:

    Ukuran dan Bentuk Tubuh

    Lumut berukuran makroskopik dengan tinggi rata-rata 1-2 cm. Lumut tertinggi berukuran sekitar 40 cm. Dalam siklus hidupnya, lumut mengalami pergantian generasi, yaitu gametofit dan sporofit. Bentuk lumut yang sering dilihat sebeneranya yaitu lumut gametofit. Gametofit ialah lumut yang menghasilkan sel kelamin (gamet).

    Sporofit menumpang pada tubuh gametofit. Sporofit ialah lumut yang menghasilkan spora. Bentuk sporofit ada yang seperti terompet memanjang atau seperti kapsul bertangkai panjang.

    Strukur dan Fungsi Tubuh

    Tubuh lumut terdiri dari sel-sel yang memiliki kloroplas. Kloroplas mengandung pigmen klorofil untuk fotosintesis. Pada lumut berbentuk talus, sel-sel yang mengandung klorofil terutama berada pada jaringan sebelah atas. Sebaliknya, pada lumut yang berbentuk tumbuhan kecil, seluruh sel pada batang dan daunnya yang tidak sejati mengandung klorofil.

    Tubuh lumut tidak memiliki jaringan pengangkut air dan mineral sehingga disebut juga sebagai tumbuhan tak berpembuluh. Air dan mineral diperoleh dengan cara difusi oleh setiap bagian tubuh lumut.

    Tubuh lumut gametofit terdiri dari sel-sel dengan kromosom yang tidak berpasangan (haploid = n). Gametofit memiliki alat perkembangbiakan multiseluler yang disebut dengan gametangium (jamak: gametangia). gametangium terdiri dari gametangium jantan dan gametangium betina. gametangium jantan disebut dengan anteridium (jamak: anteridia), sedangkan gametangium betina disebut dengan arkegonium (jamak: arkegonia). Anteridium menghasilkan banyak gamet jantan berflagelum (spermatozoid), sedangkan arkegonium menghasilkan satu gamet betina (ovum = sel telur) yang tidak berflagelum dan berukuran lebih besar daripada spermatozoid. Gamet dihasilkan dari proses meiosis (pembelahan reproduksi), yaitu pembelahan dua kali pada satu inti gamet menjadi empat inti gamet. Masing-masing gamet mengandung kromosom yang tidak berpasangan (haploid = n).

    Anteridium dan arkegonium dapat terletak bersama pada satu individu gametofit atau terpisah pada dua individu gametofit yang berbeda. Jika anteridium dan arkegonium terdapat satu gametofit, disebut lumut berumah satu (monoseus). Sedangkan, jika anteridium dan arkegonium terdpisah pada dua gametofit disebut lumut berumah dua (dioseus). Gametofit yang hanya memiliki anteridium disebut gametofit jantan, dan gametofit yang hanya memiliki arkegonium disebut gametofit betina.

    Pada lumut gametofit terdapat lumut sporofit (sporogonium) yang terdiri dari sel-sel dengan kromosom yang berpasangan (diploid = 2n). Lumut sporofit selalu menumpang pada lumut gametofit untuk memperoleh air dan mineral. Lumut sporofit ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler.

    Lumut sporofit yang multiseluler berukuran lebih kecil daripada gametofitnya. Sporofit multiseluler pada sebagian besar lumut memiliki tempat pembentukan spora yang disebut dengan kotak spora (sporangium). Kotak spora menghasilkan spora-spora dengan bentuk dan ukuran yang sama. Oleh karena itu, tumbuhan lumut dikatakan bersifat homospora atau isospora. Spora digunakan untuk reproduksi aseksual.

    Reproduksi

    Lumut berkembang biak secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan spora. Spora dihasilkan oleh pembelahan yang terjadi dalam sporangium lumut sporofit (sporogonium). Spora yang dihasilkan sporofit ialah spora haploid. Spora tersebut tumbuh menjadi protonema, kemudian tumbuh menjadi gamtofit haploid (n).

    Reproduksi seksual lumut terjadi dengan adanya penyatuan gamet jantan (spermatozoid) dan gamet betina (ovum).

    Spermatozoid bergerak dengan perantara air menuju ovum pada arkegonium. Spermatozoid kemudian bertemu dan membuahi ovum (fertilisasi).

    Reproduksi lumut tersebut menunjukkan adanya pergiliran antara generasi gametofit (n) dan generasi sporofit (2n). Pergiliran antara generasi gametofit dengan generasi sporofit disebut dengan metagenesis. Pada lumut, gemetofit ialah generasi yang dominan dalam daur hidupnya.

    Klasifikasi

    Pengelompokan berbagai spesies lumut menghasilkan tiga kelas, yaitu lumut hati, lumut tanduk dan lumut daun.

    Lumut Hati (Hepaticopsida)

    Lumut hati diperkirakan mencapai 6.500 spesies yang mencakup kelompok lumut dengan tubuh berbentuk talus. Talus lumut hati berlobus seperti lobus pada hati manusia. Contoh lumut hati ialah, sebagai berikut:
    • Riccia Nutans
    • Marchantia ialah lumut berumah dua yang memiliki gametofit jantan dan gametofit betina
    • Lanularia
    Lumut Tanduk (Anthoceratopsida)

    Lumut tanduk memiliki bentuk tubuh seperti lumut hati yaitu berupa talus. Namun sporofitnya berupa kapsul memanjang. Sel lumut tanduk hanya memiliki satu kloroplas. Lumut tanduk terdiri dari 100 spesies yaitu Anthoceros sp.

    Lumut Daun (Bryopsida)

    Lumut daun disebut juga dengan lumut sejati. Jadi lumut daun ialah kelompok lumut terbanyak dibandingkan kelompok lainnya, seperti sekitar 10 ribu spesies. Contoh lumut daun adalah:
    Polytrichum
    Sphagnum

    Manfaat Tumbuhan Lumut bagi Manusia

    Seperti organisme lain, lumut dapat memberikan manfaat bagi manusia jika diketahui potensi yang dikandungnya. Beberapa jenis lumut yang sudah dimanfaatkan ialah Marchantia sebagai obat penyakit hepar (hati) dan Sphagnum sebagai bahan pembalut dan sumber bahan bakar.

    Referensi: Buku Biologi 1 (SMA dan MA Kelas X)