Tampilkan postingan dengan label soal osp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soal osp. Tampilkan semua postingan
Pembahasan Soal OSP Kimia 2015

Pembahasan Soal OSP Kimia 2015

Berikut ini adalah pembahasan soal Olimpiade Sains tingkat Provinsi Bidang Kimia Tahun 2015 (OSP Kimia 2015) khusus soal pilihan ganda (PG).
Soal Nomor 1
Bila Cu(CN)2 dipanaskan, dihasilkan C2N2(sianogen) dan CuCN. Berapa massa Cu(CN)2 dibutuhkan untuk membuat C2N2 sebanyak 5,00 g? (Mr Cu(CN)2 = 115,6; C2N2 = 52,04)
A. 20,2 g
B. 22,2 g
C. 24,2 g
D. 26,4 g
E. 28,6 g


Pembahasan Soal Nomor 1
Reaksi pemanasan setara: 2Cu(CN)2 → C2N2 + 2CuCN
Jumlah C2N2 = 5 g/52,04 g/mol = 0,09608 mol
Jumlah Cu(CN)2 = 2 × jumlah C2N2
Jumlah Cu(CN)2 = 2 × 0,09608 mol
Jumlah Cu(CN)2 = 0,19216 mol
Jadi massa Cu(CN)2 yang dibutuhkan = 0,19216 mol × 115,6 g/mol
Jadi massa Cu(CN)2 yang dibutuhkan = 22,21368 g ≈ 22,2 g


Soal Nomor 2
Bila persen hasil reaksi:
3 NO2(g) + H2O(l) → 2 HNO3(aq) + NO(g)
adalah 75,0%, dan dalam reaksi tersebut dikonsumsi sebanyak 45,0 g gas NO2, berapa gram gram asam nitrat, HNO3 (aq), yang dihasilkan?
A. 22,5 g
B. 30,8 g
C. 41,1 g
D. 54.8 g
E. 69,3 g

Pembahasan Soal Nomor 2
45 g NO₂ = 45g : 46 g/mol = 0,978 mol
3NO2 + H2O ⟶ 2HNO3 + NO
Mol HNO3= 2/3 x 0,978 mol = 0,652 mol
Hasil reaksi 75% maka HNO₃ yang dihasilkan = 75% × 0,6522 mol = 0,48915 mol
Massa HNO3 = 0,48915 mol × Mr HNO3
Massa HNO₃ = 0,48915 mol × 63 g/mol
Massa HNO₃ = 30,8 gram


Soal Nomor 3
Suatu pil sakit kepala mengandung 200 mg ibuprofen (C13H18O2; 206 g/mol) diminum dengan 0,5 L air oleh siswa yang perutnya kosong. Bila semua pil tersebut larut, berapakah molalitas larutan yang terbentuk dalam perut siswa tersebut?

A. 2,3 x 10-3 m
B. 4,1 x 10-3 m
C. 9,7 x 10-4 m
D. 1,9 x 10-3 m
E. 1,7 x 10-2 m

Pembahasan Soal Nomor 3
Molalitas = mol zat terlarut : massa pelarut
Massa molar C13H18O2 = 13×12 + 18×1 + 2×16 = 206 g/mol
0,2 g C13H18O2 = 0,2 g : 206 g/mol = 0,00097 mol
Molalitas larutan = 0,00097 mol: 0,5 kg (asumsi massa jenis air 1 g/mL)
Molalitas larutan = 0,00194 = 1,9 × 10–3 molal
Jawaban: D


Soal Nomor 4
Pada tekanan 50 kPa dan 127 oC, sebanyak 100 cm3 gas pada mempunyai massa 0,120 g. Berapa massa molekular relatif gas ini?
A. 1,2
B. 25
C. 80
D. 120
E. 160

Pembahasan Soal Nomor 4
1 atm = 101325 Pa ⟶ 50.000 Pa = 0,49346 atm
PV = nRT
0,49346 atm × 0,1 L = n × 0,082 L.atm.mol-1.K-1 × 400 K
0,049346 atm.L = n × 32,82 L.atm.mol-1
n = 0,001504 mol
Massa molar = 0,12 g / 0,001504 mol = 79,81 g/mol
Jawaban yang paling mendekati adalah 80 g/mol
Jawaban: C


Soal Nomor 5
Susunlah bagaimana urutan kelarutan zat berikut ini didalam air:

KCl, CH3CH2COOH, CH3CH2CH3, CH3CH2CH2OH, dan CH3C-O-CH3
  1. KCl < CH3CH2COOH < CH3CH2CH3 < CH3CH2CH2OH < CH3C-O-CH3
  2. KCl < CH3CH2CH2OH < CH3CH2CH3 < CH3CH2COOH < CH3C-O-CH3
  3. CH3CH2CH3 < KCl < CH3C-O-CH3 < CH3CH2CH2OH < CH3CH2COOH
  4. CH3CH2COOH < CH3CH2CH2OH < CH3C-O-CH3 < CH3CH2CH3 < KCl
  5. CH3CH2CH3 < CH3C-O-CH3 < CH3CH2CH2OH < CH3CH2COOH < KCl
Pembahasan Soal Nomor 5
Zat yang mudah larut dalam air adalah senyawa ion berikutnya adalah senyawa polar dan yang sulit larut dalam air adalah senyawa nonpolar.

Jadi urutannya adalah CH3CH2CH3 < CH3C(O)CH3 < CH3CH2CH2OH < CH3CH2COOH < KCl


Soal Nomor 6
Suatu zat padat padat mempunyai titik leleh yang tajam dan jelas di atas 100°C. Zat padat tersebut tidak dapat menghantar listrik bahkan dalam keadaan lelehan, dan larut dalam pelarut hidrokarbon. Apakah struktur yang paling mirip mengenai zat padat tersebut?
A. Kristal atomik
B. Kristal ionik
C. Kristal molekular raksasa
D. Kristal molekular
E. Logam.

Pembahasan Soal Nomor 6
Pada soal ini sebenarnya sedikit agak meragukan untuk menjawab D sebab tidak berlaku mutlak untuk semua sifat yang disebutkan. Oleh karena itu di sini hanya ditinjau yang memang mungkin dan tidak mungkin saja.
  • Kristal atomik → titik leleh relatif rendah
  • Kristal ionik → sukar larut dalam pelarut hidrokarbon, titik leleh sangat tinggi
  • Kristal molekular raksasa → sulit larut dalam pelarut organik.
  • Kristal molekular → titik leleh moderat (tidak terlalu rendah/tinggi), tidak dapat menghantar arus listrik, sebagian larut dalam 
  • Logam → menghantarkan arus listrik


Soal Nomor 7
Suatu sampel dari senyawa X, bila dipanaskan dengan larutan natrium hidroksida akan menghasilkan gas A. Bila X dipanaskan dengan asam sulfat pekat, akan dihasilkan gas B. Bila gas A dan B direaksikan, maka akan dihasilkan kembali senyawa X. Berikut ini, manakah yang merupakan senyawa X?
  1. CH3CO2C2H5
  2. NH2CH2CO2CH3
  3. NH4Cl
  4. NH4I
  5. (NH4)2SO4.
Pembahasan Soal Nomor 7
Dari pilihan yang tersedia yang paling mungkin adalah NH4Cl dengan kemungkinan reaksi:
NH4Cl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + NH3 (g)+ H2O(l)
2NH4Cl(aq) + H2SO4 (aq)→ (NH4)2SO4(aq) + 2HCl(g)
NH3 (g)+ HCl(g) → NH4Cl


Soal Nomor 8
Pernyataan manakah yang dapat menjelaskan bahwa endapan magnesium hidroksida dapat larut dalam larutan aqua NH4Cl, tetapi tidak larut dalam larutan aqua NaCl?
  1. Dalam air, larutan NH4Cl menghasilkan NH4OH, dan ion OH yang terbentuk kemudian memberikan efek ion sejenis.
  2. Ion NH4+ dalam larutan NH4Cl akan menurunkan nilai hasil kali kelarutan Mg(OH)2.
  3. Larutan garam NH4Cl kurang berdisosiasi sempurna dibandingkan larutan NaCl.
  4. Ion Na+ dan ion Mg2+ adalah isoelektronik (mempunyai jumlah elektron sama).
  5. Ion NH4+ dalam air akan menghasilkan sejumlah H3O+
Pembahasan Soal Nomor 8
Peristiwa ini terkait dengan garam yang dapat bereaksi dengan air (mengalami hidrolisis). NH4Cl dalam air akan terurai menjadi NH4+ dan Cl, Cl tidak dapat terhidrolisis sedang NH4+ terhidrolisis sesuai reaksi NH4+ + 2H2O → NH4OH + H3O+ . Ion H3O+ inilah yang kemudian dapat bereaksi dengan OH yang berasal dari Mg(OH)2 sehingga Mg(OH)2 dikatakan dapat larut dalam larutan NH4Cl.


Soal Nomor 9
Alanine, H2NCH(CH3)CO2H, adalah suatu asam amino dengan nilai Ka = 4,5 × 10–3 dan Kb =7,4 × 10–5. Di dalam air, spesi manakah yang mempunyai konsentrasi paling tinggi pada pH 7?
A. H2NCH(CH3)CO2H
B. +H3NCH(CH3)CO2H
C. H2NCH(CH3)CO
D. +H3NCH(CH3)CO2
E. Semua jawaban, A, B, C dan D benar

Pembahasan Soal Nomor 9
H2NCH(CH3)CO2H ini dapat bersifat sebagai asam dan sekaligus dapat bersifat sebagai basa.


pKa = -log(4,5 × 10–3) = 2,35
pKb = -log(7,4 × 10–5) = 4,13

pH = 7 → pOH = 7
Untuk menjawab ini dapat digunakan persamaan Henderson-Hasselbalch:
pH = pKa + log$(\dfrac{[konjugat~basa]}{[asam]})$
7 = 2,35 + log$(\dfrac{[konjugat~basa]}{[asam]})$
agar dapat memenuhi syarat pH = 7, [konjugat basa] harus lebih besar dari [asam] dengan kata lain spesi CO2 harus punya konsentrasi lebih tinggi.

pOH = pKb + log$(\dfrac{[konjugat~asam]}{[basa]})$
7 = 4,13 + log $(\dfrac{[konjugat~asam]}{[basa]})$
agar dapat memenuhi syarat pOH = 7, [konjugat asam] harus lebih besar dari [basa] dengan kata lain spesi NH3+ harus punya konsentrasi lebih tinggi.


Soal Nomor 10
Pada molekul berikut ini,

ada berapa banyak atom karbon yang mempunyai hibridisasi sp2
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3
E. 4

Pembahasan Soal Nomor 10
Atom C mempunyai ikatan tunggal saja hibridisasinya adalah sp3
Atom C mempunyai 1 ikatan dobel hibridisasinya adalah sp2
Atom C mempunyai 1 ikatan tripel atau 2 ikatan dobel hibridisasinya adalah sp


Soal Nomor 11
Perhatikanlah reaksi pembentukan glukosa (C6H12O6) berikut ini:

CO2(g) + 2C2H5OH(l) + energi panas ⇌ C6H12O6(aq)

Berikut ini, manakah pernyataan yang benar mengenai persen hasil C6H12O6?
  1. Persen hasil C6H12O6 bertambah besar jika tekanan parsial CO2 diturunkan.
  2. Persen hasil C6H12O6 naik dua kali jika tekanan parsial CO2 diduakalikan
  3. Persen hasil C6H12O6 bertambah besar jika jika suhu dinaikkan
  4. Persen hasil C6H12O6 berkurang jika suhu diturunkan
  5. Persen hasil C6H12O6 berkurang jika bila tekanan total sistem reaksi dinaikkan
Pembahasan Soal Nomor 11
Reaksi pada soal ini adalah reaksi bersifat endoterm, reaksi yang dapat berlangsung jika tersedia cukup energi. Ketika suhu dinaikkan tentu saja persen hasil C6H12O6 bertambah besar dibanding kondisi sebelumnya. Namun jika suhu diturunkan pada sistem kesetimbangan maka persen hasil C6H12O6 otomatis akan mengalami pengurangan. Jada jawaban C dan D bisa dimaknai sama.


Soal Nomor 12
Di dalam reaksi kimia perubahan senyawa X menjadi senyawa Z, melalui mekanismenya ditemukan bahwa langkah reaksi berlangsung melalui pembentukan senyawa Y, yang dapat diisolasi. Tahap yang dilalui adalah:
X → Y, ∆H = positif
Y → Z, ∆H = negatif.
Berdasarkan informasi tersebut, manakah profil energi pada reaksi yang sesuai dengan data ini?

Pembahasan Soal Nomor 12
X → Y, ∆H = positif → energi Y > X maka akan bersifat endoterm
Y → Z, ∆H = negatif → energi Z < Y maka akan bersifat eksoterm
 Karena Y dapat diisolasi maka posisi Y pada profil energi harus berada pada cenkungan (lembah). Jadi pilihan A lebih tepat.


Soal Nomor 13
Perhatikan reaksi gas pencemar NO2 dan ozon berikut ini: 2NO2 (g) + O3(g) ⇌ N2O5 (g) + O2 (g)

Reaksi tersebut diamati lajunya dan diperoleh data berikut ini:

Percobaan [NO2] (g), M [O3](g), M Laju awal, Ms-1
1 0,0015 0,0025 4,8 × 10–8
2 0,0022 0,0025 7,2 × 10–8
3 0,0022 0,0050 1,4 × 10–7

Dari percobaan tersebut, manakah pernyataan yang benar mengenai hukum laju reaksinya (r):
A. r = k[NO2]2 [O3]
B. r = k[NO2] [O3]2
C. r = k[NO2] [O3]
D. r = k[NO2]
E. r = k [O3]

Pembahasan Soal Nomor 13
Untuk menentukan laju reaksi diperlukan orde reaksi setiap pereaksi dengan memanfaatkan data percobaan.

Orde reaksi terhadap NO2 dapat digunakan data O3 yang konsentrasinya tetap, dalam hal ini dapat menggunakan data percobaan 2 dan 1.
(0,0022/0,0015)x = (7,2×10–8)/(4,8×10–8)
(1,47)x = 1,50 → (~1,5)x = 1,50 → x = 1

Orde reaksi terhadap O3 dapat digunakan data NO2 yang konsentrasinya tetap, dalam hal ini dapat menggunakan data percobaan 3 dan 2 .
(0,005/0,0025)y = (1,4×10–7)/(7,2×10–8)
2y = 1,94 → 2y = ~2 → y = 1
Jadi persamaan laju reaksi r = k[NO2] [O3]

Soal Nomor 14
Reaksi berikut ini, 3ClO(aq) →ClO3 (aq) + 2Cl (aq) telah diusulkan berlangsung melaui mekanisme berikut ini:

ClO (aq) + ClO (aq)→ ClO2 (aq) + Cl (aq) (lambat)
ClO2 (aq) + ClO (aq) → ClO3 (aq) + Cl (aq) (cepat)

Hukum laju manakah yang konsisten dengan mekanisme ini?
A. laju = k[ClO]2
B. laju = k[ClO]
C. laju = k[ClO2][ClO]
D. laju = k[Cl][ClO]2
E. laju = k[ClO3][Cl]
F. Hukum laju harus ditetentukan secara eksperimen, bukan dari stoikiometri.

Pembahasan Soal Nomor 14
Umumnya laju reaksi ditentukan pada tahap lambat, meskipun laju reaksi memang harus ditentukan secara eksperimen dan bukan dari stoikiometri. Pada tahap lambat seperti pada soal ini ditentukan berdasarkan stoikiometeri tahap lambar sehingga jawaban A lebih tepat dibanding B, C, D, dan E. Pada soal ini Sebenarnya alternatif hanya sampai E, F tidak ada namun pada kunci jawaban diberikan alternatif begitu.


Soal Nomor 15
Kesetimbangan berikut terjadi dalam campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat.
HNO3 + 2H2SO4 ⇌ NO2+ + 2HSO4 + H3O+.
Pernyataan manakah tentang kesetimbangan ini yang benar ?
  1. Penambahan H2O akan mengurangi konsentrasi NO2+
  2. HNO3 dan NO2+ adalah pasangan asam-basa konjugasi
  3. Asam nitrat bertindak sebagai suatu oksidator
  4. Asam sulfat bertindak sebagai dehidratator
  5. Asam sulfat bertindak sebagai suatu basa
Pembahasan Soal Nomor 15
Reaksi pada soal ini bukanlah reaksi redoks, bilangan oksidasi atom tidak ada yang berubah. Penambahan air berarti memberikan efek pengenceran sehingga konsentrasi NO2+ berkurang. HNO3 bertindak sebagai suatu basa dengan kehadiran H2SO4 yang merupakan asam yang lebih kuat, ini menyebabkan asam nitrat terionisasi menjadi HO dan +NO2 (biasanya kalau HNO3 berperan sebagai asam terionkan menjadi H+ dan ONO2 atau NO3)


Soal Nomor 16
Konstanta kesetimbangan reaksi berikut ini masing masing adalah K1, K2, dan K3.

HNO2(aq) + H2O(l) ⇌ NO2(aq) + H3O+(aq) K1
2H2O(l) ⇌ H3O+(aq) + OH(aq) K2
NH3(aq) + H2O(I) ⇌ NH4(aq) + OH(aq) K3

Bagaimana konstanta kesetimbangan untuk reaksi dibawah ini?
HNO2(aq) + NH3(aq) ⇌ NO2(aq) + NH4(aq)
A. K1K2 + K3
B. K1 K3
C. K1 K3 / K2
D. K1 K2 K3
E. K2 / (K1 K3)

Pembahasan Soal Nomor 16
Fokus pada persamaan yang akan ditentukan nilai K-nya:

HNO2(aq) + NH3(aq) ⇌ NO2(aq) + NH4(aq)

Pastikan spesi-spesi yang ada di ruas kiri dan kanan sesuai persamaan reaksi itu dengan membalik atau menempatkan spesi yang diketahui nilai K1 atau K2 atau K3.

HNO2(aq) + H2O(l) ⇌ NO2(aq) + H3O+(aq) K1
H3O+(aq) + OH(aq)2H2O(l) 1/K2
NH3(aq) + H2O(l) ⇌ NH4(aq) + OH(aq) K3 +
HNO2(aq) + NH3(aq) ⇌ NO2(aq) + NH4(aq) (K1.K3)/K2

Ingat membalik persamaan reaksi maka nilai K-nya adalah menjadi 1/K; menjumlahkan persamaan reaksi maka K-nya adalah hasil kali nilai K dari masing-masing persamaan reaksi.



Soal Nomor 17
Setengah reaksi yang terjadi di anoda pada reaksi setara dibawah ini:
3MnO4(aq) + 24H+(aq) + 5Fe(s) → 3Mn2+(aq) + 5Fe3+(aq) + 12H2O (l)
adalah:
  1. 2MnO4(aq) + 12H+(aq) + 6e → 2 Mn2+(aq) + 3H2O (l)
  2. MnO4(aq) + 8H+(aq) + 5e → Mn2+(aq) + 4H2O (l)
  3. Fe(s) → Fe3+(aq) + 3e
  4. Fe2+(aq) → Fe3+ (aq) + e
  5. Fe(s) → Fe2+(aq) + 2e
Pembahasan Soal Nomor 17
Reaksi yang terjadi di anoda adalah reaksi oksidasi, di katoda adalah reaksi reduksi.
Sesuai persamaan reaksi redoks yang terjadi yang mengalami oksidasi adalah Fe (s) berubah menjadi Fe3+(aq).
Fe(s) → Fe3+(aq) + 3e


Soal Nomor 18
Perhatikan sel volta berikut ini:

Cu2+ (aq) + 2e → Cu(s) E° = 0,340 V
Berapakah potensial sel volta ini, Esel?
A. +0,0296
B. -0,0370 V
C. +0,0592 V
D. -0,399 V
E. 0 V

Pembahasan Soal Nomor 18
Soal ini dapat diselesaikan dengan menggunakan persamaan Nernst
Cu(s) | Cu2+ (0,1 M) || Cu2+ (1,0 M) | Cu(s)
Cu(s)Cu2+ (0,1 M)+2e-:E° = -0,340 VOksidasi
Cu2+ (1,0 M)+2e-Cu(s):E° = +0,340 VReduksi
Cu2+ (2.4 M)
Cu2+ (2.4 M):∆E° = 0,00Redoks

$E_{sel} = E^o_{sel} - \dfrac{0,0592}{n} log \dfrac{[oksidasi]}{[reduksi]}$

$E_{sel} = 0 - \dfrac{0,0592}{2} log \dfrac{0,1~M}{1,0~M}$
$E_{sel} = 0 - \dfrac{0,0592}{2} \times (-1)$
$E_{sel} = 0 + \dfrac{0,0592}{2} $
$E_{sel} = + 0,0296$



Soal Nomor 19
Bagaimana bentuk geometri, bilangan oksidasi, bilangan koordinasi tembaga, untuk ion kompleks, [Cu(NH3)4(OH2)2]2+?
A. tetrahedral ; +2 ; 6
B. square planar ; -2 ;4
C. oktahedral ; +2 ;6
D. linear ; +3; 2
E. trigonal planar ; +1; 4

Pembahasan Soal Nomor 19
[Cu(NH3)4(OH2)2]2+
Jika diuraikan maka akan terdapat 6 buah ligan yaitu 4NH3 dan 2H2O keduanya netral, jadi muatan 2+ itu berasal dari Cu2+
Ion kompleks dengan 6 buah ligan akan membentuk geometri oktahedral, bilangan oksidasinya sesuai muatan Cu yaitu +2, bilangan koordinasi Cu sesuai jumlah ligan yang terikat yaitu 6.


Soal Nomor 20
Mengenai garam kompleks [Co(NH3)5Cl]Cl2, manakah pernyataan yang tidak tepat :
  1. Larut dalam air
  2. Dapat menghantarkan listrik.
  3. Larutan 1 mol [Co(NH3)5Cl]Cl2menghasilkan 1 mol kation dan 3 mol anion.
  4. Dalam air, kation kompleks yang terbentuk adalah [Co(NH3)5Cl]2+
  5. Mengandung ligand NH3 dan Cl.
Pembahasan Soal Nomor 20
Umumnya larutan garam kompleks larut dalam air, dapat menghantarkan listrik.
[Co(NH3)5Cl]Cl2 → NH3 dan Cl itu adalah ligan
Dalam air [Co(NH3)5Cl]Cl2 → [Co(NH3)5Cl]2+ + 2Cl
Jadi setiap 1 mol [Co(NH3)5Cl]Cl2 menghasilkan 1 mol kation dan 2 mol anion


Soal Nomor 21
Berikut ini adalah asam asam karboksilat
I. CHF2CH2CH2CO2H
II. CH3CF2CH2CO2H
III. CH3CH2CF2CO2H
IV. CH3CH2CH2CO2H
Dari keempat asam karboksilat tersebut, tunjukkan urutan kenaikan keasaman, mulai dari yang paling asam hingga menurun keasamannya.
A. I > II > III > IV
B. I > IV > III > II
C. III > II > I > IV
D. III> IV > I > II
E. IV > I > II > III

Pembahasan Soal Nomor 21
Pengaruh substituen F pada keasaman senyawa akan meningkat dengan semakin dekatnya jarak antara subttituen F dengan gugus karboksilat. Subtitiuen F di sini sangat elektronegatif dan karenanya disebut sebagai gugus penarik elektron. Tarikan elektron semakin kuat dengan semakin dekatnya F pada gugus karboksilat sehingga asam karboksilat semakin mudah melepaskan ion H. Jadi urutan dari yang paling asam ke yang kurang asam adalah III > II > I > IV.


Soal Nomor 22
Dari senyawa berikut ini, manakah yang sesuai dengan aturan Huckle?
  1. Naftalen bukan senyawa monosiklik, oleh karena itu bukan suatu senyawa aromatik
  2. Piroll bukan senyawa hidrokarbon, dan bukan termasuk senyawa aromatik
  3. Sikloheptatriena bukan senyawa konyugasi sempurna, yang bukan senyawa aromatik
  4. Piridin basa lemah, dan juga bukan senyawa aromatik
  5. Stirena mempunyai 8 π electron, dan juga bukan senyawa aromatik
Pembahasan Soal Nomor 22
Aturan Huckle menyatakan bahwa aromatisitas dalam suatu senyawa ditentukan berdasarkan adanya cicin planar dengan jumlah elektron pi mengikuti aturan 4n+2, n adalah bilangan bilat. Selain itu terdapat konjugasi ikatan pi (berselang-seling). Elektron pi adalah elektron yang terdapat dalam ikatan pi (dalam ikatan dobel/rangkap), dan juga pasangan elektron bebas pada suatu atom dalam molekul yang berikatan tunggal. 1 ikatan pi terdapat 2 elektron pi

  • Naftalena → jumlah elektron pi → 10 elektron pi = 4n + 2 dengan n = 2
  • Pyrol → jumlah elektron pi → 6 elektron pi = 4n + 2 dengan n = 1
  • Sikloheptatriena → jumlah elektron pi → 6 elektron pi = 4n + 2 dengan n = 1
  • Piridin → jumlah elektron pi → 6 elektron pi = 4n + 2 dengan n = 2
  • Stirena → jumlah elektron pi → 12 elektron pi = 4n + 2 dengan n = 2,5 (bukan bilangan bulat)

Pada soal ini sebenarnya mencari pasangan antara kalimat pertama dengan pernyataan pada kalimat kedua. Dari alternatif yang tersedia yang terkait dengan Huckle yaitu C. Sikloheptatriena memang tidak berkonyugasi sempurna, jadi bukan senyawa aromatik.


Soal Nomor 23
Dalam reaksi adisi berikut ini,
Yang merupakan produk utamanya adalah:

Pembahasan Soal Nomor 23
Reaksi yang terjadi adalah reaksi adisi Markovnikov, dengan mekanisme sebagai berikut:


Soal Nomor 24
Senyawa 2-bromobutana jika direaksikan dengan methanol, seperti pada persamaan reaksi di bawah ini, akan menghasilkan produk utamanya adalah?

produk utama yang dihasilkan adalah:

Pembahasan Soal Nomor 24
Reaksi SN-2 adalah reaksi substitusi single-step dari suatu gugus pergi (leaving group) oleh suatu nukleofil. Dikatakan single-step karena pembentukan ikatan nukleofil dan pemutusan ikatan gugus pergi terjadi seketika itu juga.

Dalam soal ini gugus pergi-nya adalah Br dan nukleofilnya adalah -OCH3.


Soal Nomor 25
Tentukan urutan berdasarkan kenaikan reaktivitas, pada reaksi dehidrasi dalam suasana asam senyawa alkohol di bawah ini.


A. I < II < III
B. I < III < II
C. II < III < I
D. III < I < II
E. III < II < I

Pembahasan Soal Nomor 25
Reaktivitas pada reaksi dehidrasi (pelepasan gugus OH menjadi molekul air) dalam suasana asam senyawa alkohol adalah dimulai dari alkohol primer < alkohol sekunder < tersier.
R-OH + H+ → Alkena + H2O

  • Alkohol primer adalah alkohol yang gugus OH-nya terikat pada C primer (C yang mengikat 1 atom C).
  • Alkohol sekunder adalah alkohol yang gugus OH-nya terikat pada C sekunder (C yang mengikat 2 atom C).
  • Alkohol tersier adalah alkohol yang gugus OH-nya terikat pada C tersier (C yang mengikat 3 atom C).


Soal Nomor 26
Senyawa manakah dari A) sampai dengan E) yang berada dalam kesetimbangan
dengan siklopentanon dan HCN?


Pembahasan Soal Nomor 26
Reaksi antara siklopetanon dengan HCN merupakan reaksi adisi nukleofilik, alternatif jawaban yang tepat adalah D


Soal Nomor 27
Perhatikan rangkaian reaksi berikut ini:

Manakah dari kelima senyawa di bawah ini yang merupakan produk dari rangkaian
reaksi di atas?

Pembahasan Soal Nomor 27
E. 👍



Soal Nomor 28
Persaman reaksi berikut ini adalah perubahan dari suatu alkena menjadi alkohol:

Pereaksi yang dipakai untuk reaksi perubahan tersebut adalah?
A. KOH
B. BH3/THF kemudian H2O2, NaOH
C. Hg(O2CCH3)2/ H2O lalu NaBH4
D. H2O, H2SO4
E. H2O, OH
Pembahasan Soal Nomor 28



Soal Nomor 29
Tentukan produk dari reaksi Wittiq di bawah ini

Pembahasan Soal Nomor 29




Soal Nomor 30
Produk utama dari reaksi di bawah ini adalah:

A. p-Cyano aniline
B. p-Cyano nitro benzene
C. p-bromo cyano benzene
D. 2-nitro-4-bromo Cyanobenzena
E. 2-cyano-4-bromo anilin

Pembahasan Soal Nomor 30

Pada soal ini intinya ada reaksi diazotasi (pembentukan diazonium) dan reaksi substitusi. Diazonium yang sifatnya tidak stabil ini pada tahap berikut dapat dengan mudah terjadi jenis reaksi tertentu misalnya pada soal ini terjadi substitusi dengan -CN.


Demikian semoga bermanfaat untuk pembelajaran dan persiapan OSN berikutnya, Silakan dikoreksi bila didapati pembahasan yang keliru atau kurang tepat, dengan menuliskannya pada kotak komentar di bawah ini. Terima kasih.

Pembahasan Soal OSP Kimia 2016 (Pilihan Ganda)

Pembahasan Soal OSP Kimia 2016 (Pilihan Ganda)

Ikuti pembahasan soal OSP Kimia tahun 2015 khusus pilihan ganda pada tulisan berikutnya 😉



Soal Nomor 1
Suatu oksida logam Pb mengandung persen massa 90,65% Pb. Rumus empiris oksida Pb tersebut adalah
A. Pb2O
B. PbO
C. Pb3O4
D. Pb2O3
E. PbO2

Pembahasan Soal Nomor 1

Unsur Pb O
Persen 90,65% 100% – 90,65% =9,35%
Massa per 100 g 90,65 g 9,35 g
Massa molar 207,2 g/mol 16,0 g/mol
Jumlah zat 0,4375 mol 0,584375 mol
Perbandingan 1 1,335714286
1/0,33 = 3,03030303 1,336/0,33 = 4,011154
Perbandingan empiris 3 4

Jadi rumus empiris oksida Pb adalah Pb3O4, jabawan yang tepat C.


Soal Nomor 2
Dalam suatu wadah tertutup yang mengandung campuran 90,0 g gas CH4 dan 10,0 g gas argon (Ar), pada temperatur dan volume yang tetap, mempunyai tekanan sebesar 250 torr. Tekanan parsial gas CH4 adalah

A. 143,0 torr
B. 100,0 torr
C. 10,7 torr
D. 239,0 torr
E. 26,6 torr

Pembahasan Soal Nomor 2
Tekanan total campuran gas = 250 torr
Unsur CH4 Ar
Massa per 100 g 90,0 g 10,0 g
Massa molar (g/mol) 16 39,95
Jumlah zat (mol) 5,625 0,250
Total jumlah zat (mol) 5,875
Fraksi mol 0,957 0,043
Tekanan parsial (torr) 250×0,957 = 239,25 250×0,043 = 10,75

Jawaban yang mendekati adalah D. 239 torr


Soal Nomor 3
Berapa massa air (dalam g) yang terkandung di dalam 75,0 g larutan yang mengandung 6,10% K3PO4 adalah
A. 75,0 g
B. 73,2 g
C. 70,4 g
D. 68,1 g
E. 62,8 g

Pembahasan Soal Nomor 3
Persen kandungan air dalam larutan = 100% – 6,10% = 93,90%
Massa air = 93,90% × 75,0 g = 70,425 g ≈ 70,4 g


Soal Nomor 4
Perhatikan reaksi berikut :
H2SO3(aq) + Sn4+(aq) + H2O(l) → Sn2+(aq) + HSO4 (aq) + 3H+(aq)
Pernyataan yang benar adalah :
  1. H2SO3 adalah reduktor karena cenderung direduksi
  2. H2SO3 adalah reduktor karena cenderung di oksidasi
  3. Sn4+ adalah oksidator karena cenderung di oksidasi
  4. Sn4+ adalah reduktor karena cenderung di oksidasi
  5. H2SO3 adalah reduktor dan oksidator

Pembahasan Soal Nomor 4
Atom S pada H2SO3 biloksnya +4 sedangkan bilangan oksidasi S pada HSO4 (adalah +6 berarti S mengalami oksidasi, H2SO3 adalah reduktor karena cenderung dioksidasi.

Bilangan oksidasi Sn pada Sn4+ = +4 turun menjadi +2 pada  Sn2+  (mengalami reduksi = oksidator tentu cenderung direduksi tidak cenderung dioksidasi).


Soal Nomor 5
Spesi yang mempunyai jumlah elektron yang sama dengan molekul air adalah
A. H2S
B. BH3
C. OH
D. BeH2
E. Ne+2

Pembahasan Soal Nomor 5:
Jumlah elektron (e) di sini yang dimaksud adalah jumlah elektron keseluruhan
  • H2O jumlah elektronnya = 2 e dari H + 8 e dari O = 10 e
  • H2S jumlah elektronnya = 2 e dari H + 16 e dari O = 18 e
  • BH3 jumlah elektronnya = 3 e dari H + 5 e dari B = 8 e
  • OH jumlah elektronnya = 1 e dari H + 8 e dari O + 1 e dari muatan = 10 e
  • BeH2 jumlah elektronnya = 2 e dari H + 4 e dari B = 6 e
  • Ne+2 jumlah elektronnya = 10 e dari Ne – 2 e yang dilepaskan = 8 e


Soal Nomor 6
Ion-ion berikut ini adalah isoelektrik. Di antara ion-ion berikut yang mempunyai radius paling kecil adalah
  1. Br
  2. Sr2+
  3. Rb+
  4. Se2–
  5. Semua spesi tersebut mempunyai radius yang sama karena mempunyai jumlah elektron
    yang sama
Pembahasan Soal Nomor 6
Isoelektrik artinya mempunyai jumlah elektron yang sama. Meskipun jumlah elektron sama namun jari-jari ionnya akan berbeda karena jumlah intinya berbeda. Selain itu ukuran jari-jari ion juga dipengaruhi jumlah kulit setiap ion.

Jika suatu atom mengikat elektron sehingga menjadi ion bermuatan negatif (–) maka jari-jarinya akan membesar karena penambahan efek perisai antar elektron valensi terhadap tarikan inti dan jika atom melepaskan elektron dan membentuk ion bermuatan positif maka jari-jarinya akan mengecil karena terlepasnya elektron dan meningkatnya muatan inti.

Lebih mudah membandingkan bila ion-ion itu satu periode atau satu golongan.
  • Se2– (Se menerima 2 elektron) dan Br (Br menerima 1 elektron), Se dan Br seperiode dalam tabel periodik unsur, maka jari-jari Se2– > Br.
  • Rb+ (Rb melepas 1 elektron) dan Sr2+ (Sr melepas 2 elektron), Rb dan Sr seperiode dalam tabel periodik unsur, maka jari-jari Rb+ > Sr2+. Biasanya meskipun selisih 1 jumlah kulit, ion negatif akan memiliki jari-jari ion lebih besar dibanding ion positif.

Jadi urutan jari-jari ion Se2– > Br > Rb+ > Sr2+.



Soal Nomor 7
Dari senyawa berikut: CH4, AsH3, CH3NH2, H2Te, HF, senyawa yang menunjukkan adanya ikatan hidrogen adalah
A. AsH3, H2Te
B. AsH3, CH3NH2
C. CH4, AsH3, H2Te
D. CH3NH2, HF
E. HF, H2Te

Pembahasan Soal Nomor 7
Senyawa yang mengandung unsur N, O, F dan unsur tersebut berikatan dengan unsur H serta masih memiliki pasangan elektron bebas, biasanya akan memiliki ikatan hidrogen yang cukup kuat.


Soal Nomor 8
Perhatikan pasangan cairan berikut ini
  1. Benzena, C6H6 dan heksana, C6H14
  2. Air dan metanol, CH3OH
  3. Air dan heksana, C6H14
Pasangan yang dapat saling melarutkan (miscible) adalah
  1. Hanya pasangan (i)
  2. Hanya pasangan (ii)
  3. Hanya pasangan (i) dan (ii)
  4. Pasangan (i), (ii), dan (iii)
  5. Hanya pasangan (ii) dan (iii)
Pembahasan Soal Nomor 8
Zat akan saling melarutkan bila memiliki kepolaran yang sama atau hampir sama.
Benzena → nonpolar
Heksana → nonpolar
Air → polar
Metanol → polar
  1. Benzena dan heksana, sama-sama nonpolar, pasangan ini saling melarutkan
  2. Air dan metanol, sama-sama polar, pasangan ini saling melarutkan
  3. Air dan heksana, kepolaran beda, pasangan ini tidak saling melarutkan.


Soal Nomor 9
Struktur Lewis untuk molekul hidrogen sianida (HCN) menunjukan
  1. 2 ikatan rangkap 2 dan 2 pasang elektron bebas pada atom N
  2. 1 ikatan C–H, 1 ikatan C=N, 1 pasang elektron bebas pada atom C dan 1 pasang elektron bebas pada atom N
  3. 1 ikatan C–H, 1 ikatan C–N, 2 pasang elektron bebas pada atom C dan 3 pasanga elektron pada atom N
  4. 1 ikatan C≡N, 1 ikatan N–H dan 2 pasang elektron bebas pada atom C
  5. 1 ikatan C≡N, 1 ikatan C–H dan 1 pasang elektron bebas pada atom N
Pembahasan Soal Nomor 9
Untuk menjawab soal ini sebaiknya digambarkan lebih dahulu struktur lewis HCN
H (golongan 1A) memiliki 1 elektron
C (golongan 4A) memiliki 4 elektron
N (golongan 5A) memiliki 5 elektron


Soal Nomor 10
Bentuk geometri pasangan elektron untuk molekul yang atom pusatnya masing-masing mempunyai pasangan elektron berturut-turut sebanyak: 4 pasang, 3 pasang dan 2 pasang adalah
  1. tetrahedral, trigonal planar, linier
  2. tetrahedral, trigonal piramidal, linier
  3. tetrahedral, trigonal planar, bengkok(bent)
  4. piramidal, trigonal planar, linier
  5. tidak ada jawaban yang benar
Pembahasan Soal Nomor 10



Soal Nomor 11
Pernyataan yang benar mengenai metana (CH4) dan ion ammonium (NH4+) adalah
  1. secara kimia, CH4 dan NH4+ tidak dapat dibedakan satu dengan lainnya
  2. geometri CH4 adalah tetrahedral, sedangkan NH4+ adalah bidang segiempat datar
  3. keduanya mempunyai sifat fisik yang sama
  4. CH4 dan NH4+ adalah isoelektrik
  5. Pada temperatur kamar, CH4 dan NH4+ adalah gas
Pembahasan Soal Nomor 11


Soal Nomor 12
Perubahan entalpi, ΔH untuk reaksi
4HBr(g) + O2(g) ⇌2H2O(g) + 2Br2(g)

Adalah -276 kJ untuk permol O2. Bila campuran reaksi berada dalam keadaan kesetimbangan, maka perlakuan yang akan menggeser reaksi ke arah kanan adalah
  1. Penambahan katalis
  2. Memindahkan campuran reaksi ke bawah yang volumenya lebih besar
  3. Menurunkan tekanan luar
  4. Mengeluarkan sebagian Br2(g)
  5. Menaikan temperatur

Pembahasan Soal Nomor 12
  • Reaksi dalam soal ini bersifat eksoterm (ditandai dengan ∆H = -276 kJ), agar bergeser ke kanan maka temperatur harus diturunkan.
  • Penambahan katalis tidak menggeser kesetimbangan.
  • Jumlah zat ruas kiri lebih banyak (berdasar koefisien = 4+1) dibanding ruas kanan (koefisien 2+2), agar bergeser ke kanan volume sistem kesetimbangan harus diperkecil atau tekanan sistem kesetimbangan harus diperbesar.
  • Menambah konsentrasi spesi ruas kiri akan menggeser reaksi ke kanan.
  • Mengurangi konsentrasi spesi ruas kanan akan menggeser reaksi ke kanan, misalnya dengan mengurangi (mengeluarkan) sebagai gas Br2.


Soal Nomor 13
Suatu larutan mempunyai konsentrasi ion hidrogen 0,001 M. Pernyataan berikut ini:
  1. Larutan mempunyai pH = 3
  2. Larutan bersifat asam
  3. Konsentrasi ion hidroksida adalah 1×10–11 (Diketahui: Kw = 1×10–14)
Mengenai ketiga pernyataan mengenai larutan tersebut, pernyataan yang benar adalah
  1. Semua pernyatan benar
  2. Hanya (i)
  3. Hanya (i) dan (ii)
  4. Hanya (iii)
  5. Semua pernyataan salah
Pembahasan Soal Nomor 13
[H+] = 0,001 M = 1×10–3 M
→ pH = -log [H+]
→ pH = -log (1×10–3)
→ pH = 3
pH = 3 → larutan bersifat asam
[OH] = Kw / [H+]
→ [OH] = (1×10–14) /(1×10–3)
→ [OH] = 1×10–11 M

Jadi semua pernyataan benar.


Soal Nomor 14
Dalam pelarut air, anion yang merupakan basa paling kuat adalah
  1. HSO4
  2. Cl
  3. C2H3O2 (ion asetat)
  4. NO3
  5. Semua adalah basa konjugasi dari asam kuat dan mempunyai kekuatan basa yang sama
Pembahasan Soal Nomor 14
Asam paling kuat akan menghasilkan basa konjugasi paling lemah (karena anionnya sedikit/tidak terhidrolisis/berekasi dengan air sehingga konsentrasi ion OH nya juga sedikit), asam paling lemah akan menghasilkan basa konjugasi paling kuat (karena anionnya banyak yang terhidrolisis/bereaksi dengan air sehingga konsentrasi ion OH lebih banyak).

Anion dari asam lemah CH3COOH → CH3COO (atau C2H3O)
CH3COO + H2O ⇌ CH3COOH + OH


Soal Nomor 15
Dari rentang pH perubahan warna indikator berikut ini, maka indikator yang dapat digunakan untuk titrasi larutan NH3(aq) dengan larutan HCl(aq) adalah:

Indikator Warna rentang asam pH perubahan warna Warna rentang basa
A. Pink 1,2 – 2,8 Kuning
B. Biru 3,4 – 4,6 kuning
C. Kuning 6,5 – 7,8 Ungu
D. Tak berwarna 8,3 – 9,9 Merah
E. Bukan A, B, C dan D - -

Pembahasan Soal Nomor 15
Pemilihan indikator yang cocok harus disesuaikan dengan pH pada titik ekivalen antara NH3 dan HCl (titik ekivalen-nya sekitar 5,2).


Soal Nomor 16.
Untuk membuat larutan buffer, yang dapat di tambahkan ke dalam larutan asam asetat adalah
  1. Hanya natrium asetat
  2. Natrium asetat atau natrium hidroksida
  3. Hanya asam nitrat
  4. Asam hidrofluorat atau asam nitrat
  5. Hanya natrium hidroksida
Pembahasan Soal Nomor 16
Ada 7 cara untuk membuat larutan penyangga:
  1. Reaksi asam lemah berlebih dengan basa kuat.
  2. Reaksi basa lemah berlebih dengan asam kuat.
  3. Mencampurkan asam lemah A dengan garam yang berasal dari basa kuat dengan konjugat asam lemah A.
  4. Mencampurkan basa lemah B dengan garam yang berasal dari asam kuat dengan konjugat basa lemah B.
  5. Garam (dari asam lemah + basa kuat) berlebih dengan asam kuat.
  6. Garam (dari basa lemah + asam kuat) berlebih dengan basa kuat.
  7. Garam tertentu dengan garam tertentu yang mengandung konjugat yang mirip.
Larutan asam asetat merupakan asam lemah. Jadi ada 2 alternatif yaitu cara 1 dan 3, yaitu dengan menambahkan basa kuat atau garam yang berasal dari basa kuat dengan konjugat asam lemah tersebut. Dalam hal ini basa kuat yang tepat sesuai pilihan adalah NaOH dan garamnya adalah CH3COONa. Alternatif B benar.


Soal Nomor 17.
Warna hijau pada tumbuhan disebabkan oleh pigmen klorofil yang terdapat di dalam kloroplas. Pigmen ini berfungsi sebagai penangkap cahaya matahari dalam proses fotosintesis. Reaksi fotosintesis meruakan reaksi orde ke-nol. Perbandingan laju berkurangnya molekul air, H2O dan laju pembentukan glukosa (C6H12O6) dalam reaksi tersebut adalah
  1. 1 : 2
  2. 2 : 1
  3. 6 : 1
  4. 1 : 6
  5. 1 : 1

Pembahasan Soal Nomor 17
Reaksi setara: 6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2

Tanda – pada rumus laju reaksi sebagai tanda berkurangnya pereaksi, tanda + pada rumus laju reaksi sebagai tanda bertambahnya hasil reaksi. Jadi tanda plus minus tidak bermakna secara matematis.

Soal Nomor 18.
Berikut ini adalah profil energi reaksi A → B
Nilai yang akan berubah bila ditambahkan katalis adalah
  1. Hanya I
  2. Hanya II
  3. Hanya III
  4. Hanya II dan III
  5. I, II, dan III
Pembahasan Soal Nomor 18
Penambahan katalis akan menurunkan energi aktivasi. Pada soal, I = ∆H reaksi, II = besarnya energi aktivasi, III = energi aktivasi balik.


Soal Nomor 19
Reaksi berikut ini
2HgCl2 + C2O42– → 2Cl + 2CO2 + Hg2Cl2
Untuk menentukan laju awal reaksi, reaksi dilakukan dengan menggunakan variasi konsentrasi dua pereaksi. Hasilnya diperoleh seperti pada data tabel berikut ini

Percobaan [HgCl2] M [C2O42–] M Laju awal (M/det)
1 0,05 0,15 8,75 × 10–6
2 0,05 0,30 3,50 × 10–5
3 0,10 0,15 1,75 × 10–5
4 0,10 0,30 7,00 × 10–5

Persamaan laju awal reaksi tersebut adalah
A. Laju = r = k[HgCl2] [C2O42–]
B. Laju = r = k[HgCl2] 2 [C2O42–]2
C. Laju = r = k[HgCl2] [C2O42–]2
D. Laju = r = k[HgCl2]2 [C2O42–]
E. Laju = r = k[HgCl2] [C2O42–]4

Pembahasan Soal Nomor 19
Untuk menentukan laju reaksi diperlukan orde reaksi setiap pereaksi dengan memanfaatkan data percobaan.
Orde reaksi terhadap HgCl2 dapat digunakan data C2O42– yang konsentrasinya tetap, dalam hal ini dapat menggunakan data percobaan 3 dan 1 atau 4 dan 2.

Pembahasan ini menggunakan data 4 dan 2:
(0,10/0,05)x = (7×10–5)/(3,50×10–5)
2x = 2,15 → 2x = 2 → x = 1

Orde reaksi terhadap C2O42– dapat digunakan data HgCl2 yang konsentrasinya tetap, dalam hal ini dapat menggunakan data percobaan 2 dan 1 atau 4 dan 3.
Pembahasan ini menggunakan data 4 dan 3:
(0,30/0,15)y = (7×10–5)/(1,75×10–5)
2y = 4 → y = 2
Jadi persamaan laju reaksi r = k[HgCl2] [C2O42–]2


Soal Nomor 20
Perhatikan diagram sel elektrokimia berikut

Bila anda mengamati reaksi di dalam sel tersebut berlangsung, ternyata elektroda timah putih (Sn) nampak semakin kecil sedangkan elektroda perak (Ag) terbentuk endapan (deposit). Pernyataan yang benar adalah :
  1. Elektroda perak adalah katoda dan elektroda timah putih adalah anoda
  2. Elekron mengalir dari elektroda perak ke elektroda timah putih
  3. Ion nitrat mengalir melalui jembatan garam ke larutan perak nitrat
  4. Setengah reaksi yang terjadi di elektroda timah putih adalah Sn4+ + 2e → Sn2+
  5. Elektroda perak adalah anoda dan elektroda timah putih adalah katoda
Pembahasan Soal Nomor 20.
Elektroda Sn semakin mengecil artinya ada Sn yang melarut, reaksi yang mungkin adalah
Sn → Sn2++ 2e dapat diartikan elektroda Sn mengalami oksidasi, elektroda tempat terjadi oksidasi disebut anoda. Elektron hasil oksidasi ini akan mengalir dari anoda menuju katoda.

Elektroda Ag terdapat endapan (membesar) artinya ada Ag+ (dari larutan) yang berubah menjadi Ag (endapan) dan menempel pada elektroda Ag.
Dapat diartikan terjadi reaksi reduksi dari Ag+ + e→ Ag. Di sekitar elektroda akan kelebihan ion NO3- sehingga akan dialirkan ke larutan Sn(NO3)2 melalui jembatan garam. Elektroda tempat terjadi reduksi disebut katoda.

Disimpulkan Ag adalah katoda dan Sn adalah anoda.

Soal Nomor 21.
Perhatikan sel volta dengan notasi berikut ini:
Pb|Pb(NO3)2(1,0 M) || AgNO3(1,0 M)|Ag
Bila sel tersebut bekerja, massa lempeng Ag semakin berat dan konsentrasi ion Ag+ dalam larutan disekeliling lempeng Ag semakin menurun, sedangkan lempengan Pb massanya semakin berkurang dan konsentrasi ion Pb2+ dalam larutan disekeliling lempeng Pb naik. Dari pernyataan berikut, reaksi setengah sel yang paling tepat untuk menyatakan reaksi pada elektroda negatif dari sel tersebut di atas adalah :
  1. Pb2+ + 2e → Pb
  2. Pb → Pb2+ + 2e
  3. Ag+ + e → Ag
  4. Ag → Ag+ + e
  5. Jawaban A, B, C dan D semua salah
Pembahasan Soal Nomor 21
Dari notasi sel volta Pb Pb(NO3)2 1,0 M) || AgNO3 1,0 M)|Ag
dapat diterjemahkan bahwa
Pb | Pb(NO3)2 (1,0 M) → Pb akan berubah menjadi larutan Pb(NO3)2
dengan reaksi: Pb → Pb2+ + 2e
AgNO3 (1,0 M) | Ag → Larutan AgNO3 (dalam hal ini Ag+) mengendap menjadi Ag
dengan berekasi : Ag+ + e → Ag

Soal Nomor 22
Reaksi reaksi berikut ini, manakah yang entropi sistemnya meningkat:
  1. Ag+(aq) + Cl(aq) → AgCl(s)
  2. C(s) + O2(g) → 2CO(g)
  3. H2(g) + Cl2(g) → 2HCl(g)
  4. N2(g) + 2H2(g) → 2NH3(g)
  5. H2O(l) → H2O(s)
Pembahasan Soal Nomor 22.
Entropi dapat diartikan sebagai derajat tidak teraturan suatu sistem. Secara fisik dapat ditinjau berdasarkan perubahan wujud suatu zat. Selain itu juga dapat dicontohkan terurai/terbentuknya suatu zat.

Zat padat mencair, zat cair menguap, zat padat menguap ini menunjukkan entropi zat meningkat, partikel dalam zat semakin bebas bergerak, bergerak semakin tidak teratur. Perubahan sebaliknya menunjukkan penurunan entropi (semakin teratur)

Zat yang semula satu partikel kemudian terurai menjadi 2 partikel atau lebih yang lebih tidak stabil juga menunjukkan peningkatan entropi.
  1. Ag+(aq) + Cl(aq) → AgCl(s) ⇒ (semakin teratur)
  2. C(s) + O2(g) → 2CO(g) ⇒ (sidak teratur karena gas CO sangat tidak stabil dibandingkan zat sebelumnya)
  3. H2(g) + Cl2(g) → 2HCl(g) ⇒ (semakin teratur)
  4. N2(g) + 2H2(g) → 2NH3(g) ⇒ (semakin teratur)
  5. H2O(l) → H2O(s) ⇒ (semakin teratur)

Soal Nomor 23
Berikut ini diberikan tabel data termodinamika :

Senyawa ΔHf (kJ/mol) So (J/mol.K)
PCl3 (g) -288,07 311,7
PCl3 (l) -319,6 217

Berdasarkan data tersebut di atas, penguapan PCl3(l) adalah:
  1. Tidak spontan pada temperatur rendah, dan spontan pada temperatur tinggi
  2. Spontan pada temperatur rendah dan non-spontan pada temperatur tinggi
  3. Spontan pada semua temperatur
  4. Non-spontan pada semua temperatur
  5. Tidak cukup informasi untuk menarik kesimpulan
Pembahasan Soal Nomor 23
Kespontanan suatu reaksi dapat ditinjau berdasarkan nilai enegi bebas Gibbs (∆G).
∆G = ∆H – T∆S
Bila ∆G bernilai negatif maka reaksi dapat dikatakan berlangsung spontan, sebaliknya jika Bila ∆G bernilai positif maka reaksi dapat dikatakan berlangsung tidak spontan.
Dari persamaan ∆G = ∆H – T∆S, agar diperoleh ∆G bernilai negatif, maka yang dapat diupayakan adalah ∆H = – , dan ∆S = +, untuk semua temperatur.


Soal E. Nomor 24
Nama dari senyawa yang diilustrasikan berikut ini

adalah
A. diasetamida
B. formil asetmida
C. dimetilasetat
D. N,N-dimetilformamida
E. dimetilamina

Pembahasan Soal Nomor 24.
N primer (N yang mengikat 1 atom C)
N skunder (N yang mengikat 2 atom C) ditandai dengan memberi awalan N
N tersier (N yang mengikat 3 atom C) ditandai dengan memberi awalan N,N

Soal Nomor 25
Hubungan antara kedua struktur berikut ini adalah
A. Isomer struktur
B. Isomer geometri
C. Isomer konformasi
D. Isomer identik
E. Isomer optik

Pembahasan Soal Nomor 25


Soal Nomor 26
Alkohol yang bila dioksidasi akan menghasilkan keton adalah:
A. 1-propanol
B. Metanol
C. 2-metil-2-propanol
D. 2-propanol
E. Semuanya membentuk keton bila dioksidasi

Pembahasan Soal Nomor 26
Alkohol primer bila dioksidasi akan menghasilkan aldehid
Alkohol skunder bila dioksidasi akan menghasilkan keton.
Pada soal yang merupakan alkohol skuder adalah 2-propanol.

Soal Nomor 27
Pereaksi yang jika bereaksi dengan etuna akan menghasilkan CH2Br-CHBrCl adalah
  1. HCl, kemudian HBr
  2. HCl, kemudian Br2
  3. Cl2, kemudian HBr
  4. Cl2, kemudian Br2
  5. H2, kemudian Br2
Pembahasan Soal Nomor 27



Soal Nomor 28
Produk utama yang dihasilkan dari reaksi adisi antara satu equivalen HCl dengan 1-fenil-1,3-butadiena sesuai dengan skema reaksi berikut

adalah

Pembahasan Soal Nomor 28




Soal Nomor 29
Jika senyawa 1-naftol dinitrasi dengan reagan [HNO3, H2SO4] seperti pada persamaan reaksi berikut

Maka gugus nitro (NO2) akan menempati posisi :
  1. 3 dan 6
  2. 3 dan 4
  3. 6 dan 8
  4. 7 dan 5
  5. 2 dan 4
Pembahasan Soal Nomor 29
Gugus OH merupakan gugus pengarah orto atau para. Pada atom C struktur benzena, orto adalah berada di posisi nomor 2, para di posisi nomor 4.


Soal Nomor 30
Sifat kebasan turunan ammonia dipengaruhi oleh adanya subtituen dan struktur molekulnya,maka urutan kebasaan mulai dari yang paling basa sampai yang kurang basa dari senyawa berikut di bawah ini

 adalah
  1. II > III > I > IV
  2. II > IV > III > I
  3. I > II > III > IV
  4. I > III > IV > II
  5. IV > II > I > III
Pembahasan Soal Nomor 30
Sifat basa ditentukan berdasar adanya pasangan elektron bebas, ini sesuai teori asam-basa Lewis. Basa adalah zat yang dapat mendonorkan pasangan elektron bebas yang dimiliki.
  • Membandingkan struktur II dengan struktur III, pada struktur II N alifatik memiliki hibridisasinya sp3 dan tidak terjadi resonansi membuatnya kurang elektronegatif (sehingga lebih bersifat basa) dibanding N struktur III yang berhibridisasi sp2. II > III
  • Membandingkan struktur III dengan struktur I, sebenarnya N dengan hibridisasi sp2 kurang bersifat basa dibanding N dengan hibridisasi sp3, namun karena pasangan elektron bebas N pada struktur I itu dapat mengalami resonansi ke cincin fenil, ini menurunkan sifat basanya. III > I
  • Membandingkan struktur I dengan struktur IV, struktur IV lebih luas lagi resonansinya hingga gugus nitro-nya sehingga sifat basa struktur I > struktur IV, I > IV



Koreksi dan saran diterima dengan senang hati diterima untuk pembelajaran yang lebih baik. Terima kasih.
Soal Teori dan Eksperimen OGN Kimia Final 2016

Soal Teori dan Eksperimen OGN Kimia Final 2016




Soal Teori


Unduh dari sini

Soal Eksperimen


Unduh dari sini