Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Sosiologi : Pengertian, Ciri, Objek, Hakikat, Sejarah

Sosiologi : Pengertian, Ciri, Objek, Hakikat, Sejarah

A. PENGERTIAN SOSIOLOGI
Sosiologi berasal dari bahasa latin yang terdiri dari Socios yang berarti kawan atau teman, dan logos yang berarti ilmu. Jadi, sosiologi ialah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara masyarakat. Istilah sosiologi pertama sekali dikenalkan oleh Auguste Comte dalam bukunya yang berjudul Cours de la Philosovie Positive. Menurutnya, sosiologi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan antara manusia dengan manusia lainnya dalam suatu kelompok masyarakat. Secara luas, sosiologi mempelajari tentang masyarakat sebagi suatu kompleks hubungan, kekuatan, interaksi, dan lembaga sosial.
Pengertian Sosiologi, Ciri Sosiologi, Objek Sosiologi, Hakikat Sosiologi, Sejarah Sosiologi
SOSIOLOGI
Disini jelas disebutkan bahwa kajian objek sosiologi adalah seputar masyarakat. Sosiologi mempelajari hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Ilmu sosiologi membantu kita untuk paham akan realitas atau fakta sosial yang sering terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, terdapat berbagai macam definisi sosiologi yang telah disampaikan oleh beberapa ahli, diantaranya :
1. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Mereka berpendapat dalam bukunya bahwa sosiologi sebagai ilmu masyarakat mempelajari tentang struktur sosial, yaitu sebagai suatu keseluruhan jalinan sosial antar berbagai unsur-unsur sosial pokok seperti kaidah sosial, kelompok sosial, dan lapisan-lapisan sosial dalam masyarakat. Sosiologi juga mempelajari tentang proses pengaruh timbal balik antara berbagai pelaku masyarakat.

2. Pitirim Sorokin
Sosiologi ialah ilmu yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antar aneka macam gejala sosial, seperti ekonomi, keluarga dan moral. Ia juga mempelajari tentang gejala sosial maupun non-sosial dan juga mempelajari tentang ciri umum semua jenis gejala sosial.

3. P.J. Bouman
Ia mengatakan bahwa sosiologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari hubungan sosial antaar sesame manusia atau individu per individu, individu dan kelompok, serta kelompok dengan kelompok, sifat dan perubahan sosial, lembaga sosial, serta ide-ide sosial lainnya.

4. Soejono Soekanto
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada pencarian kehidupan kelompok dan produk yang dihasilkan dari kehidupan kelompok itu.

5. Alan Johnson
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan serta perilaku karena keterkaitannya dengan sistem sosial, sehingga sistem tersebut dapat mempengaruhi individunya, serta bagaimana individu tersebut dapat mempengaruhi sistemnya.

B. CIRI-CIRI SOSIOLOGI
1. Empiris
Empiris ialah ilmu pengetahuan yang berdasarkan pada observasi atau penglihatan pada realitas sosial yang terjadi (kenyataan di lapangan), hasilnya tidak bersifat spekulatif atau menduga-duga.

2. Teoritis
Merupakan sifat atau ciri ilmu pengetahuan yang selalu berusaha untuk menyusun kesimpulan atau abstraksi berdasarkan pengamatan. Abstraksi ini berupa kesimpulan logis yang masuk akal yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga tersusun menjadi sebuah teori.

3. Kumulatif
Kumulatif berarti suatu ilmu pengetahuan disusun berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya, atau berusaha memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama.

4. Non-Etis
Artinya ilmu pengetahuan tersebut membahas suatu masalah yang tidak mempersoalkan baik atau buruknya masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk memperjelas masalah tersebut secara lebih mendalam atau komprehensif.

C. HAKIKAT SOSIOLOGI
  • Sosiologi ialah ilmu sosial, ini berarti sosiologi berusaha mempelajari tentang kenyataan hubungan antar gejala-gejala di dalam masyarakat.
  • Berdasarkan penerapannya di dalam kehidupan, ilmu sosiologi digolongkan menjadi ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dapat menjadi ilmu terapan (applied science)
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret, sehingga yang menjadi perhatian adalah bentuk serta pola peristiwa di dalam masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya peristiwa itu sendiri.
  • Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola manusia serta masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari tentang prinsip dan hukum umum dari interaksi manusia serta bentuk, isi, sifat, dan struktur masyarakat.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum, bukan khusus. Artinya sosiologi mempelajari gejala-gejala pada interaksi antar sesama manusia.

D. POKOK BAHASAN SOSIOLOGI
1. Fakta Sosial
Fakta sosial ini digunakan sebagai cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada diluar individu dan mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu yang dimaksud. Contohnya seperti peraturan sekolah yang mewajibkan para siswanya untuk datang tepat waktu, berseragam rapi, dan bersikap hormat kepada guru-guru. Hal tersebut merupakan cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang dituangkan ke dalam peraturan sekolah untuk dipatuhi oleh siswa sekolah.

2. Tindakan Sosial
Merupakan tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. Contohnya membuat perhiasan dari barang-barang bekas untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial, akan tetapi membuat perhiasan dari barang-barang bekas untuk diikutsertakan dalam lomba demi mendapatkan perhatian orang lain merupakan tindakan sosial.

3. Khayalan Sosiologis
Merupakan cara untuk memahami apa yang terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat maupun yang ada di dalam diri manusia. Dengan khayalan sosiologi, kita bisa memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya. Alat yang digunakan ialah masalah dan isu. Contohnya jika di dalam suatu kabupaten terdapat satu orang saja pengangguran, maka itu merupakan suatu permasalahan. Namun, jika di dalam kabupaten tersebut terdapat ribuan pengangguran, maka itu merupakan isi yang menuntut kajian mendalam untuk diselesaikan.

4. Realitas Sosial
Ialah pengungkapan tabir menjadi suatu realita yang tidak terduga oleh ahli sosiologi dengan mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli dan menghindari penilaian normatif.

E. OBJEK DAN KEGUNAAN SOSIOLOGI
Objek sosiologi dibagi ke dalam 4 objek, yaitu :
1. Objek formal
Objek ini lebih menekankan kepada mansia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian, objek formal dalam sosiologi adalah hubungan antara manusia dengan manusia, serta proses yang timbul dari hubungan tersebut

2. Objek Agama
Objek ini dapat menjadi pemicu dalam hubungan sosial kemasyarakatan serta banyak dampak yang mempengaruhi hubungan manusia.

3. Objek Material
Objek material ini melliputi kehidupan sosial, gejala-gejala, dan proses hubungan antar manusia yang mempengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.

4. Objek Budaya
Objek budaya merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hubungan antara satu individu dengan individu yang lain

Sedangkan kegunaan atau tujuan sosiologi itu sendiri ialah :
  • Untuk pembangunan, karena sosiologi mampu memberikan data-data sosial yang dibutuhkan dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembangunan
  • Untuk penelitian, karena tanpa penelitian sosiologis, tidak akan diperoleh perencanaan sosial yang efektif

F. PERKEMBANGAN SOSIOLOGI
1. Abad Pencerahan
Ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu seperti Sokrates, Pluto, dan Aristoteles berpendapat bahwa manusia terbentuk begitu saja, tanpa ada yang bisa mencegah masyarakat mengalami perkembangan maupun kemunduran. Namun, hal ini dibantah oleh ilmuwan abad pertengahan seperti Ibnu Sina, Agustinus, dan Thomas Aquinas berpendapat bahwa manusia tidak bisa mengetahui apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya. Lebih lanjut, mereka berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat itu harus berpedoman pada akal budi manusia.

2. Abad Revolusi
Sturktur masyarakat yang berganti dari lama ke baru seperti revolusi Perancis, Revolusi Amerika, dan Revolusi Industri merupakan contoh gejolak perubahan di dalam masyarakat. Perubahan yang terjadi sangat mencengangkan, struktur yang sudah berlaku ratusan tahun rusak. Jadi, peristiwa-peristiwa itu melahirkan beberapa pandangan baru bagi para ahli sosiologi, seperti :
  • Perubahan masyarakat bukan merupakan nasib yang harus diterima begitu saja, melainkan dapat diketahui penyebab dan akibatnya
  • Harus dicari metode ilmiah supaya menjadi alat bantu untuk menjelaskan perubahan dalam masyarakat dengan bukti yang kuat dan masuk akal.
  • Dengan begitu, perubahan masyakarat dapat diantisipasi sebelumnya sehingga krisis sosial yang parah dapat dihindarkan

3. Kelahiran Sosiologi Modern
Perkembangan pesat sosiologi modern tumbuh di benua Amerika, karena pada abad ke 20, banyak imigran berdatangan ke amerika utara. Hal itu menyebabkan tumbuhnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota industry baru, kriminalitas, dan lain sebagainya. Sehingga hal tersebut menimbulkan persoalan di dalam masyarakat.

Sosiologi modern cenderung mikro atau dengan menggunakan pendekatan empiris. Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta-fakta sosial yang muncul. Bedasarkan fakta-fakta itulah dapat ditarik suatu kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh.
Globalisasi : Pengertian, Penyebab, Dampak

Globalisasi : Pengertian, Penyebab, Dampak

A. PENGERTIAN GLOBALISASI
Globalisasi merupak kata serapan yang diserap dari Bahasa Inggris. Dalam Bahasa Inggris Globalisasi di sebut dengan globalization. Kata globalization tersebut bersala dari kata global. Kata global tersebut ditambahkan dengan imbuhan lization. Global berarti universal atau menyeluruh. Imbuhan lizationdapat dipahami dengan makna sebagai proses. Jadi jika dilihat dari asal mula katanya, globalisasi secara sederhana dapat diartikan sebagai proses yang terjadi secara universal. Dalam penjelasan yang lebih detail maka globalisasi dapat dijelas sebagai proses penyebaran unsur-unsur baru baik berupa informasi, pemikiran, gaya hidup, maupun teknologi yang terjadi secara universal atau mendunia.

Dalam beberapa penjelasan globalisasi dapat diartikan sebagai proses pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, ide dan informasi menjadi standar diseluruh dunia. Umumnya globalisasi berkaitan dengan perubahan unuiversal pada perekonomian, perindustrian, gaya hidup dan bebagai aspek kehidupan.
Pengertian Globalisasi, Penyebab Globalisasi, Dampak Globalisasi
GLOBALISASI
Pengertian globalisasi menurut para ahli
Pengertian globalisasi menurut para ahli adalah sebagai berikut:
1. Achmad Suparman
Globasai adalah sebuah proses menjadikan suatu benda atu perilaku sebagai ciri dari setiap individu di dunia tanpa dibatasi oleh wilayah.

2. Albrow
Globalisasi adalah keseluruhan proses dimana manusia di bumi ini (dimasukkan) diinkoporasikan kedalam masyarakat dunia tunggal., masyarakat global. Oleh karena itu, proses ini bersifat majemuk sehingga kita pun memandang globalisasi mengandung unsur dari proses, individu/manusia yang heterogen tetapi memiliki kebutuhan yang sama.

3. Dr. Nayef R.F Al-Rodhan
Globalisasi adalah proses yang meliputi penyebab, kasus dan konsekuen si dari integrase transasional kegiatan manusia dan non-manusia.

4. Emanuel Ritcher
Globalisasi adalah jaringan kerja global secar bersamaan menyatuka masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dalan terisoli kedalam ketergantungan dan persatuan dunia.

5. Lodge
Globalisasi adalah suatu pross yang menempatkan masyarakat dunia dapat menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam aspek budaya, ekonomi, politik, teknologi maupun lingkungan.

6. M. Waters
Globalisasi adalah sebuah proses social dimana halangan-halangan bersifat geografis pada tatanan social budaya semakin menyusut dan setiap orang kian sadar bahwa mereka semakin dekat satu sama lain.

6. Martin Albown
Globalisasi mnyangkut seluruh proses dimana penduduk dunia terhubung kedalam komunitas dunia tunggal, komunitas global.

7. Selo sumarjan
Globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sosistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalah untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu minsalnya ternentuknya PBB dan OKI.

B. PENYEBAB TERJADINYA GLOBALISASI
Terjadi globalisasi secara mendunia tentu memiliki beberapa penyebab, hal tersebut juga terjadi pada globalisasi. Globalisasi terjadi karena beberapa faktor. Faktor penyebab terjadinya globalisasi adalah sebagai berikut:

1. Semakin mudahnya melakukan transaksi ekonomi
Beberapa contoh transaksi ekonomi yang dapat dilakukan dengan mudah seperti transaksi ekonomi dan transaksi jual beli. Transaksi tersebut dapat dilakukan secara lintas wilayah bahkan lintas negara. Contohnya seperti perdangan online. Pada perdagangan ini individu di sebuah negara dapat melakukan transaksi jual beli dengan individu lain di negara yang berbeda. Contoh lain seperti akses perbankan yang dapat dapat diakses tanpa harus langsung ke bank. Dimana warga negara dapat berkirim uang uang atau melakukan transaksi tanpa harus ketempatnya. Hal ini tentu saja disebabkan oleh ada perkembangan pada bidang komunikasi dan informatika, hal ini juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.  

2. Mudahnya berkirim barang dan jasa dalam jaringan lintas wilayah.
Contoh seperti barang dari suatu negara dapat dikirim ke negara lain. Dengan adanya kemudahan ini barang dari luar negeri dapat dengan mudah dapat dipakai oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan suatu negara mngikuti kebudayaan negara lain. Misalnya seperti pakaian yang berasal dari Korea yang dengan mudah dapat dipasarkan di Indonesia. Dalam hal ini telah terjadi penggabungan kebudayaan Indonesia dan Korea (asimilasi). Selain itu juga dapat menyebabkan pergeseran kebudayaan dari segi berpakaian. Kemudian begitu pula yang terjadi di negara lain sehingga gaya pakaian tersebut mendunia.

3. Berkurangnya konflik antar negara
Konflik antar negara yang saat ini mulai berkurang ditambah dengan kesadaran perlunya menjalin hubungan internasional, menjadi penyebab terjadinya globalisasi. Hal ini karena kerja sama di bidang ekonomi antar negara semakin mudah dilakukan.

4. Sumber daya alam yang semakin berkurang
Seiring dengan berlajannya waktu dapat dilihat bahwa ketersediaan sumber daya alam semakin menipis. Hal ini dapat dilihat jika dikaji dari sudut pandang investasi. Contohnya emas dan minyak bumi. Freepot merupakan salah satu sumber daya alam logam mulia menjadi dasar masuknya investoe dari luar negeri ke Indonesia khususnya papua sehingga terjadi petukaran budaya yang menyebabkan terjadinya globalisasi.

5. Adanya pertukaran visa dan pertukaran siswa dari dan ke berbagai negara meningkatkan kemudahan terjadinya globalisasi. Karena didalamnya terjadi pertukaran budaya.

6. Konflik dan peperangan yang mengundang perhatian berbagai negara juga merupakan salah faktor penyebab terjadinya globalisasi.

7. Kemajuan teknologui informasi dan komunikasi yang berperan dalam melakukan berbagai macam transaksi antar negara.

8. Kemajuan ilmu pengetahuan pada teknologi transfortasi.

9. Adanya kerjasama ekonomi antar negara.

Globalisasi juga mengalami peningkatan. Penyebab meningkatnya globalisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
  • Adanya perubahan politik yang terjadi secara mendunia.
  • Adanya aliran informasi yang luas dan cepat.
  • Pesatnya perkembangan perusahaan-perusahaan transnasional
Pengertian, Penyebab dan Dampak Globalisasi
GLOBALISASI
C. DAMPAK GLOBALISASI
Terjadinya globalisasi membawa dampak bagi kehidupan secara universal. Globalisasi memiliki dua jenis dampak, yaitu dampak posistif dan dampak negatifnya. Dampak terjadinya globalisasi adalah sebagai berikut:

1. Dampak Positif
Dampak positif terjadinya globalisasi adalah sebagai berikut:
  • Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi
  • Kemudahan dalam memperoleh kebutuhan
  • Memudahkan perkembangan ilmu pengetahuan
  • Mudahnya memperoleh informasi
  • Menumbuhkan sikap cosmopolitan dan toleran
  • Memacu diri untuk dapat meningkatkan kualitas
  • Mudah melakukan komunikasi
  • Cepat dan mudah dalam melakukan perjalanan
  • Terjalinnya hubungan internasional yang baik
  • Terbukanya individu terhadap kemajuan dunia
  • Mudah melakukan transaksi
  • Meningkatkan dan mengembangkan hubungan dalam sector ekonomi

2. Dampak Negatif
Dampak negatif terjadinya globalisasi adalag sebagai berikut:
  • Meningkatkan terjadinya kriminalitas dan kejahatan.
  • Masuknya paham-paham yang menyesatkan yang dapat menimbulkan konflik pada masyarakat atau negara.
  • Masyarakat cenderung bersifat konsumtif bukan produktif.
  • Mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan barat.
  • Banyaknya informasi yang tidak tersaring.
  • Membuat individu berfikiran sempit dan cenderung menutup diri.
  • Pemborosan terjadi akibat pengeluaran besar karena ingin meniru perilaku yang tidak sesuai.
  • Menjadikan masyarakat bersifat imitatif.
  • Munculnya sikap individualism.
  • Terjadinya urbanisasi
  • Banyaknya warga negara yang berganti kewarganeraan karena tidak puas dengan keadaan negaranya.
  • Mengurangi semangat nasionalisme karena bertambahnya pengetahuan masyarakata tentang negara lain yang memunculkan keirian dan mebanding-bandingkan negaranya dengan negara lain.
  • Terganggunya kebudayaan lokal, karena terkikisnya kebudayaan.
  • Masuknya kebudayaan yang tidak sesuai dapat merusak budaya yang ada dan merusak moral warga negara.
  • Terjadinya kesenjangan sosial.
Lembaga Sosial : Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, Bentuk

Lembaga Sosial : Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, Bentuk

A. PENGERTIAN LEMBAGA SOSIAL
Lembaga sosial atau yang juga sering disebut lembaga kemasyarakatan adalah kelompok sosial yang terbentuk dari nilai, norma, adat istiadat, kepribadian dan usur lain yang berkembang di dalam suatu lingkungan masyarakat. Terbentuknya lembaga sosial berawal dari keinginan dan kebutuhan masyarakat akan keteraturan dalam menjalani kehidupan bersama, oleh karena ini salah satu fungsi lembaga sosial adalah untuk mengatur tata cara menjalin hubungan antar manusia.
Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, Bentuk Lembaga Sosial
LEMBAGA SOSIAL

B. FUNGSI LEMBAGA SOSIAL
  • Memberikan pedoman bagi masyarakat tentang tata cara bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat, terutama yang berhubungan dengan yang menyangkut pemenuhan kebutuhan pokok manusia.
  • Menjaga keutuhan dan kesatuan masyarakat yang bersangkutan. Lembaga sosial harus dapat menghimpun dan mempersatukan anggotanya agar tercipta integrasi sosial dalam masyarakat. Integrasi sosial ini adalah kesepakatan yang disetujui oleh kelompok kelompok yang berbeda dalam masyarakat.
  • Memberikan pedoman kepada masyarakat tentang tata cara mengadakan pengendalian sosial untuk mengontrol tingkah laku masyarakat.

C. CIRI CIRI LEMBAGA SOSIAL
1. Menurut J.P Gillin
  • Lembaga sosial merupakan organisasi yang pola pemikiran dan perilakunya terwujud melalui aktivitas aktivitas masyarakat. Lembaga sosial terdiri dari kebiasaan, perilaku, dan unsur budaya lain yang menjadi satu unit fungsional.
  • Lembaga sosial akan terus dipelihara dan dibakukan sehingga dicirakan memiliki suatu tingkat kekekalan tertentu.
  • Lembaga sosial mempunyai satu atau lebih tujuan tertentu.
  • Terdapat alat dan perlengkapan yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Mempunyai aturan dan tata tertib yang dapat didokumentasikan secara tertulis maupun tidak tertulis.
2. Menurut John Conen
  • Setiap lembaga sosial memiliki tujuan khusus.
  • Setiap lembaga sosial mempunyai nilai pokok yang bersumber dari anggotanya.
  • Lembaga sosial mempunyai pola perilaku tertentu yang menjadi tradisi bagi anggotanya.
  • Masing – masing lembaga memiliki struktur tersendiri dan dapat dibedakan dengan lembaga lainnya.
  • Setiap lembaga sosial mempunyai bentuk tata krama yang berlaku.
  • Setiap lembaga sosial memiliki simbol kebudayaan tertentu.
  • Setiap lembaga sosial mempunyai sebuah ideologi yang menjadi dasar orientasi kelompoknya.
D. SYARAT TERBENTUKNYA LEMBAGA SOSIAL
  • Sebagian besar anggota masyarakat atau anggota dari suatu sistem sosial menerima status lembaga sosial tersebut.
  • Norma yang terbentuk menjiwai seluruh warga dalam sistem sosial yang bersangkutan.
  • Norma yang terbentuk mempunyai sanksi yang mengikat setiap anggota masyarakat.
E. SIFAT SIFAT LEMBAGA SOSIAL
  • Lembaga sosial berfungsi sebagai suatu unit dalam sistem kebudayan sebagai satu kesatuan.
  • Lembaga sosial memiliki suatu tujuan jelas.
  • Lembaga sosial bersifat kokoh.
  • Cenderung menggunakan hasil kebudayaan material dalam menjalankan fungsinya.
  • Sifat karakteristiknya merupakan lambang bagi lembaga sosial tersebut.
  • Umumnya memiliki tradisi secara tertulis atau lisan.
F. KLASIFIKASI MACAM MACAM JENIS LEMBAGA SOSIAL
1. Berdasarkan Fungsinya
  • Lembaga sosial Operative, merupakan lembaga sosial yang berfungsi untuk membentuk dan menghimpun pola atau cara yang diperlukan dalam lingkungan masyarakat yang bersangkutan.
  • Lembaga sosial Regulative, merupakan lembaga sosial yang berfungsi untuk mengawasi kebiasaan, adat, dan perilaku masyarakat.
2. Berdasarkan Penyebarannya
  • Lembaga Sosial General, merupakan lembaga sosial dengan penyebaran luas yang dikenal hampir oleh semua lapisan masyarakat.
  • Lembaga Sosial Restricted, merupakan lembaga sosial dengan penyebaran sempit yang hanya dikenal oleh sebagian kecil masyarakat.
3. Berdasarkan Nilai yang diterima dalam masyarakat
  • Lembaga sosial Basic, merupakan lembaga sosial yang dianggap penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat.
  • Lembaga sosial Subsidiary, merupakan lembaga sosial yang berkaitan dengan hal hal yang dianggap kurang penting atau setiap lapisan masyarakat memiliki pandangan yang berbeda terhadap hal – hal tersebut. Contohnya rekreasi.
4. Berdasarkan proses pembentukannya
  • Lembaga sosial Cresive, merupakan lembaga sosial yang tumbuh secara tidak sengaja dan tidak direncanakan. Kebanyak lembaga sosial cresive tumbuh karena adat istiadat dalam masyarakat.
  • Lembaga Sosial Enacted, merupakan lembaga sosial yang terbentuk secara disengaja untuk mencapai tujuan tertentu yang sudah jelas.
5. Berdasarkan Penerimaannya dalam masyarakat
  • Lembaga sosial yang diterima (Approved Institution), merupakan lembaga sosial yang diterima oleh hampir semua kalangan masyarakat.
  • Lembaga sosial yang tidak diterima (Unsanctioned Institution), merupakan lembaga sosial yang ditolak oleh masyarakat tetapi lembaga sosial ini tetap ada karena sangat sulit untuk diberantas. 
Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis dan Bentuk Lembaga Sosial
LEMBAGA SOSIAL

6. Berdasarkan Jenisnya
a. Lembaga Keluarga
Keluarga merupakan unit sosial terkecil dalam masyarakat dan juga sebagai lembaga sosial pertama yang dimasuki seseorang setelah dilahirkan. Keluargaa terdiri dari beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dalam keadaan saling berketergantungan satu sama lain. Pemegang kekuasan tertinggi dalam keluarga adalah kepala keluarga (ayah). Keluarga memiliki peranan yang kuat dalam membentuk kepribadian seseorang.

b. Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan adalah lembaga sosial tempat berlangsungnya proses belajar mengajar yang bertujuan untuk mengubah tingkah laku individu menuju ke arah yang lebih baik melalui interaksi sosial dengan lingkungan sekitarnya. Fungsi lembaga pendidikan antara lain:
  • Transmisi (Pemindahan) Kebudayaan
  • Mengajarkan Peranan sosial
  • Mengajarkan dan membentuk corak kepribadian
  • Sumber inovasi sosial
  • Menjamin integrasi sosial
c. Lembaga Agama
Lembaga agama adalah lembaga sosial yang didalamnya terdapat praktek yang berhubungan dengan kepercayaan agama dan hal hal suci yang berguna untuk mempersatukan umat beragama. Fungsi lembaga agama adalah sebagai berikut :
  • Sumber Kebenaran
  • Memberikan tuntunan tentang pedoman hidup
  • Pengatur tata cara berhubungan dengan manusia dan berhubungan dengan tuhan
  • Memberikan ketereangan tentang tuntuan yang salah dan penar.
  • Dll.
d. Lembaga Kesehatan
Lembaga kesehatan adalah lembaha yang memberikan pelayanan kesehatan dasar dan berusaha menjaga masyarakat dalam keadaan sehat baik secara fisik maupun secara mental. Sehat yang dimaksud disini adalah keadaan sejahtera secara psikis, fisik dan sosial sehingga memungkin setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

e. Lembaga Politik
Lembaga politik merupakan lembaga yang menangani masalah administrasi, tata tertib dan aturan umum demi tercapainya keamanan dan ketentraman dalam masyarkat. Dalam menjalankan fungsinya, lembaga politik akan berhubungan dengan lembaga hukum karena mereka saling berkaitan satu sama lain. Fungsi lembaga politik antara lain :
  • Melaksanakan undang undang
  • Menyelesaikan konflik dalam masyarakat
  • Berusah meningkatkan pelayanan dan fasilitas
  • Melindungi masyarakatnya dari warga negara atau bangsa lain.
  • Pelembagaan norma melalui undang undang

f. Lembaga Budaya
lembaga budaya adalah lembaga publik suatu masyarakat yang berperan dalam menjaga dan mengembangkan budaya, ilmu pengetahuan, seni, lingkungan dan pendidikan pada suatu lingkungan masyarakat. Fungsi lembaga budaya adalah sebagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap eksistensi dan kelangsungan seni budaya di suatu daerah. Dengan adanya lembaga budaya diharapkan seni dan budaya akan tetap lestari dan berkembang.

g. Lembaga Hukum
Lembaga hukum adalah salah satu lembaga sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang akan menjaga kedamaian dan keteraturan dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Dalam menjalankan fungsinya, lembaga hukum berhubungan erat dengan lembaga politik. Beberapa fungsi lembaga hukum antara lain adalah sebagai berikut :
  • Sebagai alat pengatur tata tertib hubungan masyarakat.
  • Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial secara lahir dan batin.
  • Sebagai penentuan alokasi wewenang secara terperinci.
  • Sebagai penyelesai sengketa dalam masyarakat.
h. Lembaga Ekonomi
Lembaga Ekonomi adalah lembaga yang kegiatannya berhubungan dengan ekonomi dan bertujuan untuk membuat kebutuhan masyarakat terpenuhi. Artinya lembaga ekonomi merupakan lembaga sosial yang mengatasi masalah tentang cara produksi, distribusi, promosi atau pelayanan barang dan jasa yang diperlukan dalam masyarakat. 
Integrasi Sosial : Pengertian, Proses, Faktor, Syarat, Bentuk

Integrasi Sosial : Pengertian, Proses, Faktor, Syarat, Bentuk

A. PENGERTIAN INTEGRASI SOSIAL
Integrasi sosial adalah penyatuan dua atau lebih unsur sosial menjadi satu kesatuan utuh yang dapat diterima dengan baik. Kata integrasi berasal dari bahasan inggrisyaitu “Integration” yang artinya kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial juga dapat diartikan sebagai proses adaptasi antara kelompok kelompok yang berbeda dalam suatu kehidupan bermasyarakat. Tujuan umum dari integrasi sosial adalah untuk melakukan pengendalian terhapad konflik dan penyimpangan sosial serta untuk menyatukan unsur unsur sosial yang berbeda dalam masyarakat. Integrasi sosial penting untuk menjaga masyarakat agar siap menghadapi tantangan, baik beruapa tantangan fisik atau mental yang terjadi dalam kehidupan sosial.
Pengertian, Proses, Faktor, Syarat, Bentuk Integrasi Sosial
INTEGRASI SOSIAL

B. PROSES TERJADINYA INTEGRASI SOSIAL
Suatu masyarakat memiliki komponen dan unsur unsur yang saling berkaitan satu sama lain. Bagaimanapun, komponen dan unsur – unsur masyarakat ini pasti memiliki suatu perbedaan, tetapi mau tidak mau mereka harus bekerja sama untuk saling mendukung agar sama-sama mendapat keuntungan. Untuk itu perlu terbentuk integrasi sosial, berikut adalah proses terjadinya suatu integrasi sosial :
1. Tahap Interaksi
Interaksi sosial adalah Hubungan timbal balik dalam masyarakat yang tercipta karena adanya komunikasi antara satu pihak dengan pihak lainnya melalui sebuah tindakan tertentu. Tindakan yang dimaksud disini adalah semua tindakan yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Syarat terjadinya interaksi adalah adanya kontak sosial dan komunikasi antar pihak yang terlibat. Tentunya interaksi pasti dibutuhkan untuk saling mengenal dalam upaya membentuk integrasi sosial.

2. Tahap Identifikasi
Setelah saling mengenal melalui proses interaksi, maka masing masing pihak akan berusaha untuk saling menerima dan memahami satu sama lain, nah tahapan ini disebut dengan tahapan identifikasi. Jika proses identifikasi berlangsung dengan lancar, maka kerjasama akan lebih cepat dan terbentuk lebih mudah.

3. Tahap Kerjasama
Kerjasama timbulk apabila orang orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan yang sama, pada saat bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian diri untuk memenuhi kepentingan tersebut. Kesadaran ini akan menimbulkan kerjasama dengan tujuan membuat pencapaian tujuan menjadi lebih mudah.

4. Tahap Akomodasi
Setelah bekerja sama dan menjalankan tugasnya masing masing, biasanya akan muncul konflik dan pertentangan antar pihak-pihak yang terlibat. Pertentangan ini perlu diredakan akan tidak menghasilkan perpecahan, disinilah akomodasi berperan. Akomodasi adalah suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan.

5. Tahap Asimilasi
Setelah melalui beberapa permasalah dan mampu mengatasi permasalah tersebut tanpa menimbulkan perpecahan, biasanya hubungan antara pihak yang berkaitan akan lebih erat sehingga terjadinya proses asimilasi. Asimilasi adalah proses sosial berupa usaha untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau kelompok kelompok untuk mempertinggi rasa kesatuan.

6. Tahap Integrasi
Setelah proses asimilasi, maka akan terbentuk integrasi. Pada proses integrasi penyesuaian antar unsur masyarakat yang berbeda terjadi dan kemudian membentuk keserasian dalam menjalani fungsi kehidupan.

C. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTEGRASI SOSIAL
1. Homogenitas Kelompok
Homogenitas kelompok adalah kemiripan atau kesamaan dalam suatu kelompok masyarakat baik itu kepribadian, ciri atau adat istiadat. Kesepakatan yang dapat disetujui bersama akan lebih mudah tercapai dengan mempertimbangkan homogenitas dalam masyarakat yang bersangkutan.

2. Besar Kecilnya Kelompok Masyarakat
Semakin besar suatu kelompok maka perbedaan yang muncul akan semakin banyak pula. Dalam kelompok yang relatif kecil, maka hubungan pribadinya cenderung lebih akrab dan berlangsung secara informal, sehingga lebih mudah tercapainya suatu kesepakatan.

3. Mobilitas Geografis (Perpindahan Fisik)
Perpindahan atau pergerakan penduduk secara geografis akan menimbulkan banyak keanekaragaman dalam suatu wilayah. Masyarakat yang masuk ke suatu daerah baru membawa ideologi, kebiasaan, budaya dan kepribadian dari tempat asalnya. Oleh karena itu mobilitas sosial sangat mempengaruhi terbentuknya suatu integrasi sosial.

4. Efektivitas dan Efisiensi Komunikasi
Salah satu syarat terjadinya interaksi sosial adalah komunikasi. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lainnya. Pada umumnya komunikasi yang sering kita lihat dilakukan secara verbal (berbicara) dengan menggunakan cara yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak, contohnya dengan menggunakan bahasa dari suatu negara tertentu. Tetapi komunikasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa isyarat, menunjukkan sikap tertentu, ekspresi wajah, dll. Intinya jika informasi yang ingin disampaikan oleh satu pihak dapat diterima dengan baik oleh pihak lainnya, maka komunikasi sudah terjadi antara kedua belah pihak tersebut.

Lancarnya komunikasi antar individu atau antar kelompok dalam suatu lingkungan masyarakat merupakan sebuah pertanda bahwa mereka memiliki hubungan sosial yang baik satu sama lain. Dengan ini maka akan lebih mudah untuk mencapai suatu kesepakatan, karenanya efektivitas dan efisiensi dari komunikasi akan mempengaruhi integrasi sosial.
Pengertian, Proses, Faktor, Syarat dan Bentuk Integrasi Sosial
INTEGRASI SOSIAL

D. KLASIFIKASI MACAM MACAM BENTUK INTEGRASI SOSIAL
1. Berdasarkan hasilnya integrasi sosial terbagi menjadi :
a. Asimilasi
Asimilasi adalah penggabungan dua atau lebih kebudayaan yang hasilnya menghilangkan ciri khas dari kebudayaan asli, artinya hasil dari asimilasi merupakan sebuah kebudayaan baru yang diterima oleh semua kelompok dalam lingkungan masyarakat yang bersangkutan.

b. Akulturasi
Akulturasi adalah penggabungan dua atau lebih kebudayaan tanpa menghilangkan ciri khas dari kebudayaan asli di lingkungan tersebut. Biasanya kebudayaan asing yang masuk akan mendapatkan penolakan terlebih dahulu, tetapi kemudian seiring berjalannya waktu kebudayaan ini akan diterima dan dimanfaatkan dengan tanpa menghilangkan ciri khas dari kebudayaan awal.  

2. Berdasarkan penyebabnya, integrasi sosial dapat terbagi menjadi :
a. Integrasi Normatif
Integrasi normatif adalah integrasi yang terjadi karena norma-norma tertentu yang berlaku dalam masyarakat secara keseluruhan. Norma ini menjadi hal yang mampu mempersatukan masyarakat sehingga integrasi lebih mudah terbentuk.

b. Integrasi Instrumental
Integrasi instrumental adalah integrasi yang tampak secara visual akibat adanya keseragaman antar individu dalam suatu lingkungan masyarakat. Contohnya adalah keseragaman pakaian, keseragaman aktivitas sehari – hari, keseragaman ciri fisik, dll.

c. Integrasi ideologis
Integrasi ideologis adalah integrasi yang tidak tampak secara visual, terbentuk karena adanya ikatan spiritual atau ideologis yang kuat berdasarkan proses alamiah tanpa adanya paksaan. Interaksi ideologis menggambarkan adanya persamaan kepahaman dalam memandang nilai sosial, persepsi, serta tujuan antara anggota masyarakat dalam lingkungan masyarakat yang bersangkutan.

d. Integrasi Fungsional
Integrasi fungsional terbentuk karena adanya fungsi fungsi tertentu dari masing masing pihak yang ada dalam sebuah masyarakat.

e. Integrasi Koersif
Integrasi koersif adalah integrasi yang terbentuk karena adanya pengaruh kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa. Integrasi ini dapat bersifat paksaan.

E. SYARAT BERHASILNYA INTEGRASI SOSIAL
Proses mewujudkan integrasi sosial yang baik tidaklah mudah, apalagi pada lingkungan masyarakat multikultural dengan perbedaan yang sangat banyak. Sangat sulit untuk menemukan suatu keputusan yang dapat diterima oleh semua kelompok masyarakat. Tetapi bagaimanapun sulitnya, integrasi sosial sangat penting untuk dilakukan.

1. Menurut R William Lidle, syarat berhasilnya suatu integrasi sosial adalah sebagai berikut :
  • Sebagian besar (mayoritas) anggota dalam masyarakat sepakat tentang batas – batas teritorial dari wilayah mereka sebagai suatu kehidupan politik.
  • Sebagian besar (mayoritas) anggota masyarakat tersebut sepakat mengenai struktur pemerintahan dan aturan hukum dari proses politik dan sosial yang berlaku bagi seluruh masyarakat dalam wilayah teritorial tersebut.

2. Selain pendapat tersebut, ada pendapat lain dari William F. Ougburn dan Meyer Nimkofftentang Syarat berhasilnya integrasi Sosial :
  • Anggota masyarakat merasa bahwa mereka saling mengisi kebutuhan mereka satu sama lain.
  • Masyarakat telah menciptakan kesepakatan bersama tentang nilai dan norma yang berlaku dalam lingkungan tersebut.
  • Nilai dan Norma sosial itu sudah berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten.
  • Masing masing individu atau kelompok mampu mengendalikan diri dan menyesuaikan diri satu sama lain.
  • Selalu menempatkan persatuan dan kesatuan sebagai prioritas utama.
Kelompok Sosial : Pengertian, Ciri, Syarat, Jenis, Bentuk

Kelompok Sosial : Pengertian, Ciri, Syarat, Jenis, Bentuk

A. PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL
Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang saling berinteraksi dan memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya dalam suatu kelompok. Kelompok sosial terbentuk karena tumbuhnya perasaan bersama akibat interaksi yang sering terjadi diantara mereka. Kelompok sosial di dalam kehidupan bermasyarakat sangat banyak jumlahnya, dasar pembentukan kelompok tersebut pun berbeda – beda. Sejak dilahirkan manusia telah memiliki dua hasrat pokok dalam dirinya, yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain dan keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam disekitarnya. Pembentukan kelompok sosial merupakan salah satu usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya tersebut.
Pengertian, Ciri, Syarat, Jenis dan Bentuk Kelompok Sosial
KELOMPOK SOSIAL

B. CIRI – CIRI KELOMPOK SOSIAL
  • Memiliki motif yang sama antara satu individu dengan individu lainnya sehingga kerjasama dan interaksi untuk mencapai tujuan yang sama lebih mudah terjadi.
  • Anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa ia adalah bagian dari kelompok yang bersangkutan.
  • Terdapat hubungan timbal balik antar anggota.
  • Mempunyai struktur sosial sehingga kelangsungan hidup kelompok tergantung kepada kesungguhan anggotanya dalam menjalan peran mereka.
  • Memiliki norma dan aturan yang mengatur hubungan antar anggota.
  • Merupakan satu kesatuan yang nyata sehingga dapat dibedakan dengan kelompok lainnya.
C. PROSES PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL
Terbentuknya suatu kelompok sosial dipicu oleh naluri manusia yang tidak bisa hidup bersama dan ingin menyatu dengan manusia lain disekitarnya. Oleh karena itu bergabungnya seseorang dengan sebuah kelompok biasanya merupakan sesuatu yang murni muncul dari keinginannya sendiri. Dua faktor utama yang membuat seseorang bergabung dalam suatu kelompok adalah kedekatan dan kesamaan.

Pembentukan suatu kelompok akan diawali dengan adanya kontak sosial dan komunikasi sosial yang akan menghasilkan proses sosial dalam interaksi sosial.

Kata kontak berasal dari bahasa latin “con” yang artinya bersama dan “tango” yang artinya menyentuh. Secara harfiah kontak sosial dapat diartikan “sama – sama menyentuh. Arti kata kontak dalam ilmu sosial tidaklah harus dengan sentuhan atau koneksi fisik. Kontak sosial merupakan sebuah tindakan yang menimbulkan kesadaran untuk saling berhubungan dari satu pihak dengan pihak lainnya.

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lainnya. Pada umumnya komunikasi yang sering kita lihat dilakukan secara verbal (berbicara) dengan menggunakan cara yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak, contohnya dengan menggunakan bahasa dari suatu negara tertentu.

Kontak sosial dan komunikasi merupakan dua hal yang akan mengawali terbentuknya sebuah kelompok sosial. Melalui kontak dan komunikasi tersebut maka seseoang akan menemukan dasar-dasar untuk membentuk suatu kelompok.

D. SYARAT TERBENTUKNYA KELOMPOK SOSIAL
  • Setiap anggota memiliki kesadaran bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.
  • Ada kesamaan faktor yang dimiliki oleh anggota kelompok tersebut sehingga hubungan mereka bertambah eratm beberapa kesamaan tersebut antara lain adalah : Persamaan Nasib, Persamaan Kepentingan, Persamaan Tujuan, Persamaan Ideologi, Persamaan Fisik, atau Persamaan lainnya
  • Kelompok sosial memiliki struktur, kaidah dan pola perilaku tertentu
  • Kelompok sosial ini bersistem dan berproses
E. NILAI DAN NORMA DALAM KELOMPOK SOSIAL
Sama halnya dengan perilaku sosial secara umum, perilaku sebuah kelompok sangat dipengaruhi oleh nilai, norma dan peraturan yang berlaku dalam kelompok tersebut. Kegiatan dalam kelompok tidak berlangsung secara acak dan bebas, melainkan harus sesuai dengan nilai dan norma tersebut. Nilai dan norma ini muncul dari proses interaksi di antara anggota kelompok. Penilaian tersebut muncul dengan menilai kepantasan dan ketidakpantasan suatu perilaku yang berlangsung di dalam kelompok yang bersangkutan.

F. KLASIFIKASIKASI MACAM MACAM JENIS KELOMPOK SOSIAL
1. Berdasarkan Cara Terbentuknya
a. Kelompok Semu
Kelompok semu merupakan kelompok yang terbentuk ditengah-tengah pergaulan manusia. Kelompok semu terbentuk secara sementara,tidak mempunyai kemungkinan untuk memiliki ikatan erat antar anggota. Kelompok semu biasanya disebut dengan khalayak umum atau keramaian. Kelompok semu tidak mempunyai aturan yang bersifat mengekang. Ciri dari kelompok semu adalah :
  • Terbentuk secara tidak sengaja tanpa perencanaan sebelumnya.
  • Tidah terorganisir
  • Interaksi antar anggota tidak berlangsung secara terus menerus karena sifat kelompok ini hanya sementara
  • Tidak ada kesadaran berkelompok
  • Kehadirannya tidak konstan
Nah berdasarkan ciri ciri tersebut maka kelompok semu dapat dibagi lagi menjadi :
(1) Kerumunan (Crowd)
Kerumunan adlah kumpulan orang yang tidak teratur yang terjadi secara spontan. Kerumunan merupakan kelompok sosial yang bersifat sementara. Ukuran utama adanya kerumumnan adalah hadirnya orang-orang secara fisik. Kerumunan ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa bentuk :
  • Kerumunan Formal (Formal Audience), merupakan kerumunan yang biasa kita sebut dengan penonton atau pendengar resmi yang mempunyai suatu pusat perhatian dan persamaan tujuan. Sifat formal audience ini sangatlah pasif. Contohnya adalah penonton bioskop.
  • Planned Expressive Group, merupakan keremunan yang tidak terlalu memusatkan perhatiannya pada suatu hal tetapi mempunyai tujuan yang sama dan tujuan tersebut dicapai dengan melakukan suatu kegiatan atau keputusan. Biasanya kelompok ini hanya ingin melepaskan ketegangan ketegangan yang dialami, contohnya adalah orang orang yang berpesta dan berekreasi.
  • Inconvenient Casual Crowds, merupakan kerumunan yang terbentuk karena ingin menggunakan fasilitas yang sama. Sifat dari kelompok ini sangatlah sementar. Misalnya orang orang yang sedang menunggu bus.
  • Panic Casual Crowds, merupakan kerumunan yang terbentuk karena kepanikan dari orang-orang yang berusaha menyelamtkan dirinya dari suatu bahaya.
  • Spectatator Casual Crowds, kerumunan yang terbentuk dengan tujuan untuk melihat peristiwa tertentu. Kerumunan ini hampir sama dengan penonton umum, bedanya mereka terbentuk tanpa direncanakan sebelumnya. Contohnya adalah munculnya fenomena UFO di langit yang membentuk Spectator Casual Crowds.
  • Acting Lawless Crowds, kerumunan yang terbentuk dengan tujuan tertentu, dan biasanya mereka mewujudkan tujuan tersebut dengan menggunakan kekuatan fisik. Tindakan dari kerumunan ini akan berlawanan dengan norma-norma sosial yang berlaku, contohnya adalah kerumunan tawuran.
  • Immoral Lawless Crowds, kerumunan yang segala tindakannya berlawanan / tidak sesuai dengan norma norma yang berlaku dalam masyarakat. Ciri khas dari immoral Lawless Crowds adalah mereka tidak memiliki tujuan positif saat membentuk kelompok tersebut.
(2) Massa
Massa adalah kelompok sosial yang memiliki ciri hampir sama dengan kerumunan, tetapi massa terbentuk disengaja dan direncanakan dengan persiapan sehingg sifatnya tidak spotan. Contohnya adalah orang orang yang dikumpulkan untuk melakukan demonstrasi.

(3) Publik
Publik merupakan kumpulan orang yang terbentuk tidak pada suatu tempat yang sama. Pembentukan publik biasanya direncanakan, publik disatukan melalui alat – alat komunikasi, artinya publik tidak harus selalu berada dalam suatu kelompok secara fisik. Untuk memudahkan membentuk publik biasnaya digunakan cara-cara yang berkaitan dengan nilai sosial dan kebiasaan dalam suatu masyarakat. Contoh publik ada orang orang yang menonton acara yang sama pada salah satu saluran televisi.

b. Kelompok Nyata
Kelompok Nyata merupakan kelompok yang terbentuk dengan satu ciri khusus yang sama, yaitu kehadirannya selalu konstan. Terdapat beberapa bentuk kelompok nyata yang terbentuk pada lingkungan masyarakat, antara lain adalah sebagai berikut :

(1) Kelompok Statistik (Statistical Group)
Contohnya adalah ilmuwan-ilmuwan yang meneliti suatu kasus tertentu, Ciri dari kelompok statistik adalah :
  • Terbentuk tidak direncanakan, tetapi tidak terbentuk secara mendadak melainkan sudah terbentuk dengan sendirinya.
  • Tidak terhimpun dan tidak terikat dalam suatu wadah tertentu.
  • Tdak ada interaksi dan komunikasi secara terus menerus.
  • Tidak ada kesadaran untuk berkelompok.
  • Kehadirannya konstan.
Karena ada beberapa ciri yang bertolak belakang dengan ciri kelompok secara umum, yaitu ciri tidak adanya komunikasi secara terus menerus dan tidak adanya kesadaran untuk berkelompok, maka ada perdebatan tentang keberadaan kelompok statistik sebagai kelompok sosial. Tetapi karena pembentukannya memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat maka kelompok statistik lebih sering dianggap sebagai suatu kelompok sosial.

(2) Kelompok Sosieta / Kemasyarakatan (Societal Group)
Kelompok ini terbentuk karena adanya kesadaran akan kesamaan unsur-unsur yang dimiliki oleh seluruh anggota, contohnya kesamaan jenis kelamin, warna kulit, tempat tinggal, dll. Tetapi interaksi sosial tidak selalu terjadi dalam kelompok ini. Beberapa ciri utama dari kelompok sosieta adalah :
  • Tidak direncanakan dan terbentuk dengan sendirinya
  • Kemungkinan terhimpun dan terikat dalam suatu wadah tertentu
  • Bisa saja terjadi interaksi dan komunikasi antar anggota, tetapi bisa juga tidak
  • Kemungkinan terdapat kesadaran kelompok
  • Kehadirannya konstan
(3) Kelompok Sosial (Social Group)
Kelompok sosial terbentuk karena adanya unsur-unsur yang sama dalam kehidupan mereka. Pengamat sosial sering menyamakan kelompok sosial dengan masyarakat dalam artian khusus. Kelompok sosial memiliki anggota sosial yang melakukan interaksi dan komunikasi secara terus menerus. Contohnya adalah kenalan, tetangga, teman sekota, teman sepermainan, dll.

(4) Kelompok Asosiasi
Kelompok Asosiasi adalah kelompok sosial yang terorganisir dan memiliki struktur forma dalam kepengurusannya. Didalam kelompok sosial ini terdapat kesadaran dan kesamaan perhatian atau keinginan sehingga kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu lebih terlihat. Ciri – Ciri utama dari Kelompok Sosial Asosiasi adalah sebagai berikut :
  • Direncanakan dan sengaja dibentuk
  • Terorganisir dan terikat secara nyata dalam suatu wadah
  • Kesadaran kelompok yang kuat
  • Interaksi dan komunikasi berlangsung secara terus menerus
  • Kehadirannya Konstan
2. Berdasarkan Kualitas Hubungan Antar Anggotanya
a. Kelompok Primer (Primary Group)
Kelompok primer adalah kelompok yang hubungan antar anggotanya bersifat informal, contohnya keluarga, kelompok, dan sahabat.

b. Kelompok Sekunder (Secondary Group)
Kelompok sekunder merupakan kelompok yang hubungan antar anggotanya bersifat formal karena didasarkan oleh manfaat dan tujuan yang ingin dicapat. Contohnya adalah Persatuan Guru Indonesia, Ikatan Dokter indonesia, dll.
Pengertian, Ciri Syarat dan Bentuk Kelompok Sosial
KELOMPOK SOSIAL

3. Berdasarkan Ikatan Antar Anggotanya
a. Paguyuban (Gameinschaft)
Paguyuban merupakan kelompok sosial yang ikatan antara anggotanya merupakan ikatan batin murni, alamiah, kekal dan sangat kuat. Hubungan antar anggotanya biasanya bersifat informal. Contohnya adalah Paguyuban yang terbentuk karena ikatan darah dan paguyuban yang terbentuk karena ideologi.

b. Patembayan (Gesselschaft)
Patembayan merupakan kelompok sosial yang ikatan antar anggotanya tidak terlalu kuat karena berlangsung untuk waktu yang pendek. Struktrunya bersifat mekanis dan sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka. Hubungan antar anggota biasanya bersifat formal dengan memperhitungkan nilai guna dari interaksi dan komunikasi yang tejradi. Contohnya adlaah ikatan antar pedagang dan pembeli yang terjadi di pasaar.

4. Berdasarkan Pencapaian Tujuan
a. Kelompok Formal
Kelompok formal merupakan kelompok yang memiliki peraturan  peraturan dan tugas yang sengaja dibuat untuk mengatur hubungan antar anggotanya. Contohnya adalah lembaga pendidikan.

b. Kelompok Informal
Kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan yang beruklang dan memiliki kepentingan dan memiliki pengalaman yang sama. Contohnya teman.