Tampilkan postingan dengan label Bahasa Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Inggris. Tampilkan semua postingan
Direct and Indirect Speech : Pengertian, Perbedaan, Contoh

Direct and Indirect Speech : Pengertian, Perbedaan, Contoh

A. PENGERTIAN DIRECT AND INDIRECT SPEECH
Direct dan Indirectatau dikenal juga dengan Reported speech. Direct dan Indirectini merupakan cara atau teknik menyampaikan pesan kepada seseorang yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Direct atau kalimat langsung adalah cara menyampaikan pesan secara langsung atau ucapan dan kalimatnya sama persis seperti yang diucapkan oleh orang aslinya tanpa diubah ataupun ditambah. Sedangkan, Indirect merupakan kebalikan dari Direct. Indirectatau kalimat tak langsung adalah cara menyampaikan pesan tak langsung atau ucapan dan kalimat yang disampaikan telah berbeda dari ucapan orang aslinya atau telah ditambah dengan tujuan agar pesan yang disampaikan lebih jelas dan terkesan alami bagi yang mendengarnya.
Pengertian dan Contoh Penggunaan Direct dan Indirect Speech
DIRECT DAN INDIRECT SPEECH
B. PERBEDAAN DIRECT AND INDIRECT SPEECH

Selain beberapa perbedaan diatas, pada kalimat direct dan indirect juga terdapat beberapa perbedaan lainnya yaitu, perubahan Tenses dalam directke indirect speech misalnya pada saat kalimat langsung (direct) menggunakan tenses dalam bentuk present maka pada kalimat tak langsung (indirect) menggunakan tenses dalam bentuk past. Perubahan bentuk tenses tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Contoh kalimat untuk perubahan tenses nya seperti dibawah ini:
1. Perubahan tenses dari bentuk Simple Present Tense ke Simple Past Tense
  • Direct : He said, “I buy a camera.”
  • Indirect : He said that he bought a camera.

2. Perubahan tenses dari bentuk Present Continuous Tense ke Past Continuous Tense
  • Direct : He said, “I am buying a camera.”
  • Indirect : He said that he was buying a camera.

3. Perubahan tenses dari bentuk Present Perfect Tense ke Past Perfect Tense
  • Direct : He said, “I have bought a camera.”
  • Indirect : He said that he had bought a camera.

4. Perubahan tenses dari Present Perfect Continuous Tense ke Past Perfect Continuous Tense
  • Direct : He said, “I have been buying a camera  today.”
  • Indirect : He said that he had been buying a camera that day.

5. Perubahan tenses dari bentuk Simple Past Tense ke Past Perfect Tense
  • Direct : He said, “I bought a camera.”
  • Indirect : He said that he had bought a camera.

6. Perubahan tenses dari bentuk Simple Future Tense ke Past Future Tense
  • Direct : He said, “I will buy a camera.”
  • Indirect : He said that he would buy a camera.

7. Perubahan tenses dari bentuk Future Continuous Tense ke Past Future Continuous Tense
  • Direct : He said, “I will be buying a camera.”
  • Indirect : He said that he would be buying a camera.

Selain perubahan tenses yang terjadi pada kalimat Direct dan Indirect, terjadi beberapa perubahan lainnya juga seperti perubahan waktu (Change in time/ adverb) dan perubahan kata ganti benda/orang (Change in Pronoun). Perubahan tersebut dapat dilihat pada able dibawah ini:
C. PENGGUNAAN DAN CONTOH DIRECT AND INDIRECT SPEECH
Berdasarkan untuk penggunaan kalimat langsung (Direct) dan tak langsung (Indirect), dibagi ke dalam 3 jenis yaitu:

1. Command dan Prohabitition (Perintah dan Larangan)
Kalimat perintah atau kalimat larangan harus ditambahkan kata “to” sebelum kalimat yang ingin disampaikan.
Contoh :
a. Kalimat perintah
  • Direct speech : Nora asked me, “Close the window.”
  • Indirect speech : Nora asked me to close the window.
b. Kalimat larangan
  • Direct speech : Nora asked me, “Don’t close the window.”
  • Indirect speech : Nora asked me not to close the window.
2. Statement (Pernyataan)
Pada kalimat pernyataan digunakan kata penghubung “that” sebelum kalimat yang ingin disampaikan.
Contoh:
  • Direct speech : Widya told to me, “I will help you.”
  • Indirect speech : Widya told to me that she would to help me.
3. Question (Pertanyaan)
Pada kalimat tanya juga menggunakan kata penghubung yaitu berupa kata tanya (seperti what, who, when, why, how) sebelum kalimat yang ingin disampaikan.
Contoh:
  • Direct speech : Rania asked me, “Where are you now?”
  • Indirect speech : Rania asked me where I am.
Pronoun : Pengertian, Fungsi, Penggunaan, Contoh

Pronoun : Pengertian, Fungsi, Penggunaan, Contoh

A. PENGERTIAN PRONOUN
Pronoun merupakan bagian dari part of speech. Pronoun digunakan sebagai kata ganti noun (orang maupun benda). Noun hanya dapat diganti dengan menggunakan Pronoun. Pengunaan pronoun ini agar menghindari pengulangan penyebutan nama atau benda, sehingga dengan menggunakan pronoun akan lebih singkat.

B. FUNGSI PRONOUN
Berbeda dengan noun, Pronoun dapat berfungsi sebagai:
1. Subjek
Subjek disini adalah orang yang melakukannya.
Contoh: They eat.

2. Objek 
Objek disini adalah target atau sasaran dari subjek (orang yang melakukannya).
Contoh: Jenny killed him.

3. Objek preposisi
Yang termasuk preposisi adalah in, on, at, with, by, dan lain-lain. Pronoun yang diletakkan setelah preposisi inilah yang disebut sebagai objeknya.
Contoh: She was surrounded by them.

4. Complement
Pronoun juga bisa sebagai pelengkap (complement).
Contoh: Lisa is My sister. 
Pengertian Pronoun, Fungsi Pronoun, Jenis Pronoun, Contoh Pronoun
PENGERTIAN, FUNGSI DAN JENIS PRONOUN
C. JENIS PRONOUN
Sama halnya dengan noun, pronoun juga memiliki beberapa jenis yang perlu diketahui. Jenis-jenis pronoun tersebut adalah:

1. Personal pronoun
Jenis pronoun ini merupakan salah satu jenis kata ganti yang digunakan untuk menunjukkan orang, benda, atau hal spesifik lainnya. Jenis kata ganti ini dapat berubah tergantung perannya (sebagai subject, object, possessive, reflexive), jumlah atau banyaknya orang (singular atau plural), orang ke berapa (pertama, kedua, atau ketiga), dan gender atau jenis kelamin (female, male, atau netral). Lihat tabel di bawah ini.
a. Subject
Pronoun yang menjadi subject ini dapat dilihat pada tabel diatas.
Contoh:
I am a businesswomen.
You are a captain.
She is a beautiful girl.
We are bestfriend.
They are my classmate.

b. Object
Pronoun yang menjadi object dapat dilihat juga pada tabel diatas.
Object dapat berupa object yang merupakan kata kerja ataupun preposisi.
Contoh:
I love him.
You are shorter than me.
Dina’s phone was borrowed by her mother.

c. Possessive
Pronoun untuk menjelaskan kepunyaan/kepemilikan. Pronoun untuk Possessive dapat dilihat dilihat pada tabel.
Contoh: 
His grandmother lives in Canada.
This is mine.

d. Reflexive
Reflexive ini digunakan untuk menunjukkan “refleksi” atau “pantulan” dari kata ganti itu sendiri. Pronoun untuk reflexive juga dapat dilihat pada tabel.
Contoh:
I make this cake by myself.
She goes to school by herself.

2. Demonstrative pronoun
Demonstrative pronoun merupakan kata ganti yang digunakan untuk menunjukkan benda atau orang yang sedang dibicarakan.
Pronoun untuk demonstrative ini adalah:
Contoh:
These stuffs is mine.
That is Hendra’s handphone.

3. Relative/Conjuctive Pronoun
Pronoun jenis ini digunakan sebagai kata ganti yang menghubungkan dua buah kalimat atau pronoun ini biasanya digunakan sebagai kata ganti penghubung. Yang termasuk pronoun untuk relative/conjuctive pronoun adalah who, that, whose, which, whom, where, etc. Pronoun-pronoun tersebut dapat diartikan sebagai “yang”.
Contoh:
The girl who wear a hat is my old friend.
The motorcycle that I bought one years ago was broken. 

4. Indefinite Pronoun
Indefinite pronoun dapat digunakan sebagai kata ganti orang atau benda yang tidak spesifik. Yang termasuk dalam pronoun ini adalah anything, something, everything, none, everyone, someone, every, etc.
Contoh:
My mother is my everything.
She wants to make something special for her sister.

5. Reciprocal Pronoun
Reciprocal pronoun digunakan sebagai kata ganti untuk menunjukkan keterkaitan atau hubungan antara dua individu atau lebih. Kata ganti yang termasuk didalamnya adalah each other dan one another.
Contoh:
They always help each other.
Key and Joy are talking one another about their life.

6. Interrogative Pronoun
Interrogative pronoun adalah kata ganti tanya yang digunakan untuk mengajukan atau memberikan pertanyaan. Yang termasuk ke dalam kata ganti Interrogative adalah who, whose, whom, what, where, which, why, how, dan when.
Contoh: 
Who make this cake?
Which car that you want to by?

Cara agar Anda dapat dengan mudah mengingat jenis-jenis Pronoun ini maka ingat saja: Pe De Re In Re In
Personal pronoun   
Demonstrative pronoun  
Relative pronoun   
Indefinite pronoun   
Reciprocal pronoun 
Interrogative pronoun

Pengertian dan Contoh Penggunaan Auxiliary Verb

Pengertian dan Contoh Penggunaan Auxiliary Verb

A. PENGERTIAN AUXILIARIES
Auxiliaries atau dikenal juga dengan Auxiliary verb ialah kata kerja bantu yang merupakan salah satu jenis kata kerja yang digunakan untuk membantu atau melengkapi kata kerja lain dalam membentuk suatu kalimat yang lengkap atau terstruktur. Umumnya, kata kerja bantu atau auxiliary verb ini terdapat di depan kata kerja utamanya. Berbeda dengan kata kerja utamanya, auxiliary verb tidak memiliki arti sendiri. Auxiliary verb terdiri dari Primary auxiliary verb (be, do, dan have) dan modal auxiliary verb (can, could, may, might, will, would, shall, should, must, dan ought to).
Pengertian, dan Contoh Penggunaan Auxiliary Verb
AUXILIARY VERB
B. JENIS DAN CONTOH PENGGUNAAN AUXILIARIES
Seperti yang telah disebutkan di atas, auxiliary verb atau kata kerja bantu terbagi atas beberapa jenis, yaitu Primary Auxiliary Verb dan Modal Auxiliary Verb. Yang mana setiap jenis tersebut memiliki kegunaannya masing-masing.

1. Primary Auxiliary Verb
Sesuai dengan namanya Primaryatau Primer yang berarti utama, kata kerja bantu ini ialah kata kerja bantu utama yang merupakan salah satu jenis kata kerja bantu yang digunakan untuk memberikan karakter pada bentu tense (waktu) dan tidak menambah makna pada kata kerja utamanya (main verb). Kata kerja bantu utama atau primary auxiliary verb terbagi atas 3, yaitu sebagai berikut:

a. To Be (Be)
To be atau Be ialah kata kerja yang sangat essensial (penting) yang memiliki banyak kegunaan dalam susunan atau struktur Bahasa Inggris. To be dapat digunakan sebagai kata kerja tindakan (action verb) yang pada semua tensesnya ia mampu berdiri sendiri. Yang termasuk dalam to be ialah : am, is, are, was, were, be, being, been.
Penggunaan auxiliary verb“Be” untuk membentuk kalimat present atau past continuous tense dan jika ditambahkan modal will akan membentuk kalimat future continuous. Contohnya:
  • He is brushing his teeth. (Present Continuous)
  • We were roasting bread last morning. (Past Continuous)
  • The farewell party will be starting tonight. (Future Continuous)

Penggunaan “Be” dengan auxiliary verb “have” akan membentuk kalimat present atau past perfect continuous tense. Dan jika ditambahkan pula dnegan modal willakan membentuk kalimat future perfect continuous. Contohnya:
  • She has been sleeping for 30 minutes. (Present Perfect Continuous)
  • They will have been eating for an hour. (Future Perfect Continuous)

Penggunaan “Be” untuk membentuk kalimat Passive. Contohnya:
  • My burger is being eaten by her.
  • The classroom was locked by them yesterday.

b. Have
Have merupakan salah satu verb (kata kerja) yang juga essensial (penting) karena mampu berdiri sendiri hampir dalam semua bentuk tenses. Have ini biasanya digunakan untuk menunjukkan kepemilikan atau kepunyaan. Yang termasuk dalam kata kerja ini ialah : have, has, dan had.
Penggunaan auxiliary verb“Have” membentuk kalimat perfect tense. Contohnya:
  • Shaina has married with Dani since January. (Present Perfect)
  • I had already eaten breakfast when she called me. (Past Perfect)

Penggunaan “Have” jika dikombinasikan dengan modal untuk menunjukkan possibility (kemungkinan) dimasa lalu. Contohnya:
  • She might have realized her mistakes.
  • My sister may have watch this funny movie.

c. Do
Do digunakan sebagai kata kerja tindakan (action verb) yang mampu berdiri sendiri di semua tensesnya. Kata kerja Do jika digunakan sebagai kata kerja bantu, Do harus dipasangkan dengan kata kerja lain agar menciptakan sebuah kata kerja lengkap. Yang termasuk dalam kata kerja ini ialah : Do, does, dan did.
Penggunaan auxiliary verb“Do” untuk memberikan penekanan pada kalimat indicative (normal) maupun imperative, dan adverb of frequency. Contohnya:
  • I do finish my homework.
  • I do love you.
  • Kirana seldom does wash the dishes.

Penggunaan “Do” untuk mengajukan pertanyaan. Dan dapat pula digunakan untuk mengajukan clarifying question yang berhubungan dengan pernyataan negative (negative statement) sebelumnya. Contohnya:
  • You like Jimmy, don’t you?
  • Did you sick yesterday?
  • What does that women take from you?
  • Taemin didn’t have money. Then who didpay that for taemin?

Penggunaan “Do”bersamaan dengan “not” untuk membentuk kalimat negative. Contohnya:
  • They didn’t (did not) sleep last night.
  • You don’t (do not) like strawberry cake.

Penggunaan “Do” yang dipadukan dengan kata konjugasi “So” dan “Neither” untuk menunjukkan kesamaan atau perbedaan. Contohnya:
  • My mother loves cooking so much and so doI.
  • You don’t want to spend your money unwisely, neitherdoes your friend.

2. Modal Auxiliary Verb
Modal Auxiliary Verb merupakan kata kerja bantu pengandaian yang digunakan untuk memberikan tambahan makna pada kata kerja utamanya (main verb). Modal Auxiliary Verb dapat digunakan untuk semua subjek (tunggal ataupun jamak). Yang termasuk dalam Modal Auxiliary Verb ialah: can, could, may, might, will, would, shall, should, must, dan ought to.
a. Can
Modal verb ini digunakan untuk menyatakan kemampuan (ability) dan untuk meminta izin (permission). Contoh:
  • You can drive my car to go to your house today.
  • Can I borrow your money for pay my coffee?

b. Could
Sama halnya dengan Can, namun modal verb ini digunakan untuk menyatakan kemampuan (ability) dimasa lalu dan digunakan untuk meminta izin (permission) untuk melakukan sesuatu di masa lalu (past) ataupun masa depan (future). Contoh:
  • I could speak English better than you one year ago.
  • Could I use your T-shirt to sleep tonight?

c. May
Modal verb ini digunakan untuk menyatakan kemungkinan dimasa sekarang dan masa depan serta dapat juga digunakan untuk meminta izin atau bantuan dengan lebih formal dari pada modal verb yang lain seperti can. Contoh:
  • They may forget to bring your book tomorrow.
  • May you help me to put this in refrigerator?

d. Might
Sama halnya dengan May, might juga digunakan untuk menyatakan kemungkinan dimasa sekarang (present) dan masa depan (future) dan might juga dapat digunakan untuk meminta izin atau bantuan dengan cara lebih formal dibanding modal verb could. Contoh:
  • They might forget to bring your book tomorrow.
  • Might you help me, after you finish your breakfast?

e. Will
Modal verb ini digunakan untuk menyatakan kemauan atau keinginan, juga dapat digunakan untuk membuat keputusan tanpa rencana, serta dapat digunakan untuk membuat prediksi. Contohnya:
  • I will call you tonight.
  • You’ll buy them a cup of coffee.
  • I think today willraining.

f. Would
Sama dengan halnya Will, modal verb would juga dapat digunakan untuk menyatakan keinginan atau kemauan namun lebih sopan. Contoh:
  • Would you like to buy a coffee to me?
  • I would help you, if you need it.

g. Shall
Shall digunakan untuk menawarkan sesuatu ataupun untuk membuat kalimat saran. Contoh:
  • Shall we sleep at my house tonight?
  • Shall I give them some advice?

h. Should
Sama halnya dengan shall, modal verb should digunakan untuk memberi saran dan nasehat. Contoh:
  • They should come to your house today.
  • I should give advice to you.

i. Must
Must digunakan untuk menyatakan kalimat kewajiban dan kebutuhan, dan jika mustditambah dengan not maka dapat menjadi kalimat larangan. Contoh:
  • I mustn’t give up this time.
  • Kirana must meet her lecturer right now.

j. Ought to
Ought to digunakan untuk menunjukkan sesuatu itu benar atau tepat. Contoh:
  • We ought to choose the best leader for our team.
  • They ought to drink something health.

Noun : Pengertian, Fungsi, Penggunaan, Jenis

Noun : Pengertian, Fungsi, Penggunaan, Jenis

A. PENGERTIAN NOUN
Noun merupakan bagian dari part of speech. Part of speech adalah pengelompokkan kata-kata dalam Bahasa inggris. Noun digunakan untuk menunjukkan tempat, benda, nama orang dan juga hal abstrak.

B. FUNGSI NOUN
Noun dapat berfungsi sebagai:
1. Subjek dari verb
Contoh: Ariel bought shrimp in the market.
2. Pelengkap dari verb
Contoh: Minho is a singer in the coffee shop.
3. Objek dari verb
Contoh: I saw her book on the table yesterday.
4. Objek dari preposisi
Contoh: She spoke to Harry about their homework last night.
5. Penunjuk kepemilikan
Contoh: Dita’s bag.
Pengertian Noun, FUngsi Noun, Jenis Noun, Contoh Noun
PENGERTIAN, FUNGSI DAN JENIS NOUN
C. JENIS – JENIS NOUN
a. Common Nouns
Common nouns merupakan kata benda yang umum misalnya tempat, binatang, atau hal umum lainnya. Common nouns dibagi menjadi countable nouns dan uncountable nouns.

1. Countable nouns
Countable nouns adalah kata benda (noun) yang dapat dihitung dan diketahui jumlahnya.

Countable nouns dibagi lagi menjadi dua yaitu: singular nouns dan plural nouns.
a) Singular nouns
Singular nouns adalah kata benda yang jumlahnya tidak lebih dari satu (tunggal).

b) Plural nouns
Plural nouns adalah kebalikan dari singular nouns, yaitu kata benda yang jumlahnya lebih dari satu (jamak).

Tabel contoh kata benda singular dan plural
2. Uncountable Nouns
Uncountable nouns merupakan kebalikan dari countable nouns, yaitu kata benda yang tidak dapat dihitung.
Tabel contoh kata benda uncountable
b. Proper Nouns
Proper nouns merupakan kata benda yang spesifik dan biasanya huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital. Proper nouns ini biasanya berupa nama orang, nama jalan, nama tim atau organisasi, nama bulan, nama hari, agama, perusahaan atau institusi/universitas.
Contoh:
Nama orang: Bill Gates, Joko Widodo, Yusuf Mansur, Maher Zain, etc.
Nama Universitas: Syiah Kuala University, Seoul National University, etc. 
Nama tim: Manchester United, Real Madrid, etc.

c. Concrete Nouns dan Abstract Nouns
1. Concrete nouns
Concrete nouns ialah kata benda yang menandakan sesuatu yang konkrit atau nyata. Concrete nouns biasanya dapat dilihat atau dirasakan langsung dengan panca indra.
Contoh: Book, Pen, Pencil, Laptop, Handphone, Wallet, etc.

2. Abstract nouns
Abstract nouns merupakan kebalikan dari concrete nouns. Abstract nouns adalah kata benda yang tidak dapat dilihat ataupun dirasakan dengan panca indra.
Contoh: Time, Education, Softness, Peace, Knowledge, Justice, Feeling, etc.

d. Collective Nouns
Collective nouns adalah kata benda yang tampak seperti bentuk singular tetapi mewakili suatu kelompok orang atau objek.
Contoh: Family, Band, Group, Audience, Class, Staff, Team, Public, etc.