Tampilkan postingan dengan label Soal Fluida. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soal Fluida. Tampilkan semua postingan
Soal tegangan permukaan dan penyelesaiannya

Soal tegangan permukaan dan penyelesaiannya

Soal 1
Tongkat kayu sepanjang 2 m mengambang di permukaan air. Tegangan permukaan air 0,07 N/m. Dengan meletakkan larutan sabun di satu sisi batang, tegangan permukaan berkurang menjadi 0,06 N/m. Tentukan gaya bersih pada tongkat itu.

Jawab;
Persamaan tegangan permukaan pada tongkat adalah
γ = F/L maka F = γL, sehingga dari data pada soal kita peroleh
F1 = γ1L1 = (0,07 N/m)(2 m) = 0,14 N, dan
F2 = γ2L2 = (0,06 N/m)(2 m) = 0,12 N, maka
Gaya netto yang bekerja pada tongkat kayu adalah F1F1 = 0,02 N

Soal 2
Sebuah cakram logam tipis dengan radius r mengapung di permukaan air dan menekuk permukaan ke bawah membuat sudut q dengan tepi cakram vertikal. Jika cakram memindahkan berat air W  dan tegangan permukaan air adalah γ, maka tentukan berat piringan logam tersebut.

                         
Jawab;
Dengan menggunakan prinsip Archimedes, kita dapat menuliskan
Berat cakram = gaya Archimedes + gaya akibat tegangan permukaan
Berat cakram = Fa + gaya akibat tegangan permukaan
Dengan Fa = berat fluida yang dipindahkan akibat adanya cakram = W

Sedangkan tegangan permukaan untuk sebuah cakram
γ cos θ = F/(2πr) ,
Sehingga gaya akibat tegangan permukaan
F = γ(2πr)cos θ
Maka berat cakram adalah
Berat cakram = W + γ(2πr)cos θ

Soal 3
Sebuah kawat panjang 10 cm ditempatkan secara horisontal di permukaan air dan ditarik perlahan dengan gaya 0,02 N untuk menjaga agar kawat tetap seimbang. Tentukan tegangan permukaan di air tersebut.

Jawab;
Tegangan permukaan pada kawat kita peroleh dengan menggunakan
γ = F/2L
γ = (0,02 N)/2(0,1 m)
   = 0,1 N/m

Soal 4
Film cair terbentuk di atas bingkai ABCD seperti yang ditunjukkan pada gambar. Suatu kawat bisa meluncur tanpa gesekan. Tentukan massa yang digantung pada CD untuk agar terjadi kesetimbangan Jika tegangan permukaan film cair adalah γ.

Jawab;
Agar terjadi kesetimbangan maka
Total gaya ke atas = total gaya ke bawah
Gaya ke atas akibat tegangan permukaan maka,
F = 2
Sehingga,
mg = 2
m = 2/g

Soal 5
Satu kaki serangga bertumpu dan diam di permukaan dan tetap berada di permukaan, tidak tenggelam, karena gaya tarik permukaan ke atas bekerja pada setiap kaki, menyeimbangkan gaya gravitasi pada serangga. Masalah Banyak serangga dapat benar-benar berjalan di atas air, menggunakan tegangan permukaan untuk dukungan mereka. Untuk menunjukkan ini layak dilakukan, anggap "kaki" serangga itu bulat. Saat serangga menyentuh air dengan keenam kakinya, depresi terbentuk di air di sekitar masing-masing kaki, seperti yang ditunjukkan pada gambar kaan. Ketegangan permukaan air menghasilkan gaya ke atas pada air yang cenderung mengembalikan permukaan air ke bentuknya yang biasanya rata. Jika massa serangga adalah 2,0 10-5 kg, tegangan permukaan air 0,073 N/m dan jari masing-masing kaki 1,5 10-4 m, tentukan sudutnya?

Jawab;
Temukan sebuah ungkapan untuk besarnya gaya bersih F yang diarahkan secara searah ke bagian tertekan permukaan air, dan dapatkan bagian yang beraksi secara vertikal, yang bertentangan dengan gaya gravitasi ke bawah. Asumsikan jari-jari depresi sama dengan jari-jari kaki serangga. Karena serangga memiliki enam kaki, seperenam dari berat serangga harus didukung oleh salah satu kaki, dengan asumsi bobotnya didistribusikan secara merata. Panjang L hanya berjarak sekitar lingkaran. Menggunakan hukum kedua Newton untuk tubuh dalam kesetimbangan (percepatan nol), selesaikan untuk?
Mulai dengan menggunakan persamaan tegangan permukaan γ = F/L,
Karena kita anggap kaki serangga itu bulat maka L = 2πr,
Dan tegangan permukaan vertikal adalah γy = γ cos θ
sehingga gaya ke atas akibat adanya tegangan permukaan adalah Fy = γ(2πr) cos θ
sehingga menurut hukum II Newton kita menuliskan sebagai
ΣF = Fy – 1/6 mg = 0
γ(2πr) cos θ – 1/6 mg = 0
cos θ = (mg)/(12γπr)
cos θ = (2,0 10-5 kg x 9,8 m/s2)/(12 x 0,073 N/m x π x 1,5 10-4 m)
cos θ = 0,47
       θ = 620
Soal Kapilaritas dan penyelesaiannya

Soal Kapilaritas dan penyelesaiannya

Soal 1
Jika tegangan permukaan air 0,07 N/m dan jari-jari pipa kapiler 1 mm, tentukan kenaikan permukaan air dalam pipa jika sudut kontak permukaan air dan pipa 00.

Jawab;
Kenaikan cairan dalam pipa kapiler dapat dihitung dengan
h = (2γ cos θ)/(rρg)
karena γ = 0,07 N/m; jari-jari pipa = 1 mm = 0,001 m, dan θ = 00, maka
h = (2 x 0,07 N/m x cos 00)/(0,001 m x 1000 kg/m3 x 10 m/s2)
h = 0,0244 m
   = 2,44 cm

Soal 2
Dapatkah konsep pipa kapiler memiliki pengaruh pada kenaikan getah di pohon? Untuk menjawab pertanyaan ini, hitunglah radius serat kayu yang berperan sebagai tabung kapiler yang akan meningkatkan getah 100 m ke puncak kayu merah raksasa, dengan asumsi bahwa kerapatan getah adalah 1050 kg/m3, sudut kontaknya adalah nol, dan tegangan permukaannya sama dengan air di pada 200C yaitu 0,0728 N/m.

Jawab;
Kenaikan cairan dalam pipa kapiler dapat dihitung dengan
h = (2γ cos θ)/(rρg)
maka jari-jari serat pohon yang berperan sebagai pipa kapiler adalah
r = (2γ cos θ)/(hρg)
dengan tegangan permukaan getah γ = 0,0728 N/m, massa jenis getah 1050 kg/m3, kaenaikan getah dalam serah kayu h = 100 m, maka jari-jari serat kayu adalah
r = (2 x 0,0728 N/m cos 0)/(100 m x 1050 kg/m3 x 9,8m/s2)
   = 1,41 x 10-7 m
r = 0,141μm

Soal 3
Air naik sampai ketinggian 10 cm di tabung kapiler dan air raksa jatuh ke kedalaman 3,5 cm di tabung kapiler yang sama. Jika densitas merkuri adalah 13,6 gm/cc dan sudut kontaknya 1350 dan densitas air adalah 1 gm/cc dan sudut kontaknya 00, maka tentukan rasio tegangan permukaan dari dua cairan.
Jawab;
Kenaikan air atau turunnya permukaan air raksa dapat diketahui dengan menggunakan
h = (2γ cos θ)/(rρg)
dari persamaan di atas dapat ditulis lagi menjadi
γ = (rρgh)/(2cos θ)
jika kenaikan permukaan air hair = 10 cm, penurunan permukaan raksa = 3,5 cm, massa jenis raksa = 13,6 g/cc dan massa jenis air 1 g/cc; sudut kontak θair = 00 dan θraksa = 135, maka
tegangan permukaan air adalah
γair = (r x 1 g/cc x g x 10 cm)/(2cos 00) = (10rg)/(2)
dan tegangan permukaan raksa adalah
γraksa = (r x 13,6 g/cc x g x 3,5 cm)/(2cos 1350) = (3,5 x 13,6 rg)/(√2)
maka perbandingan tegangan permukaan air dan raksa adalah
γairraksa = [(10rg)/(2)]/[(47,6rg)/(√2)]
γairraksa = [10 x 0,7]/[3,5 x 13,6]
                = 20/136
γairraksa = 5/34

Soal 4
Pada suatu pipa kapiler yang diameternya 0,5 mm berisi air dengan tegangan permukaan 0,073 N/m dan sudut kontak dengan permukaan sekitar 00, massa jenis air 1 g/cc. Jika pipa kapilernya dimiringkan dengan sudut α = 600 terhadap vertikal, lihat gambar. Tentukan panjang air dalam tabung.
Jawab;
Massa jenis air 1 g/cc = 1000 kg/m3; tegangan permukaan air = 0,073 N/m; jari-jari tabung = 0,5 mm = 0,0005 m, maka ketinggian permukaan air dalam pipa kapiler adalah
 h = (2γ cos θ)/(rρg)
    = (2 x 0,073 N/m x cos 00)/(0,0005 m x 1000 kg/m3 x 10 m/s2)
h = 2,92 cm
Jika pipa kapiler dimiringkan pada sudut α = 600, maka dari gambar kita dapat menuliskan
Cos 600 = h/L
L = h/cos 600 = 2,92 cm/0,5
L = 5,84 cm

Soal dan penyelesaian barometer dan manometer

Soal dan penyelesaian barometer dan manometer

Soal 1: Sebuah pipa-U berisi air dan spritus dan dipisahkan dengan raksa. Kolom raksa di kedua lengan memiliki 10,0 cm tinggi air dan 12,5 cm tinggi spritus di kolom yang lainnya. Tentukan massa jenis spritus?

Jawab:
Tinggi kolom spritus, h1 = 12.5 cm = 0.125 m
Tinggi kolom air, h2 = 10 cm = 0.1 m
P0 = tekanan atmosfer
ρ1 = massa jenis spritus
ρ2 = massa jenis air
tekanan pada titik B = P0 + ρ1h1g
tekanan pada titik D = P0 + ρ2h2g
tekanan pada titik B dan  D adalah sama, maka:
P0 + ρ1h1g  =  P0 + ρ2h2g
ρ1 / ρ2  =  h2 / h1
= 10 / 12.5  =  0.8
maka massa jenis spritus adalah 0.8 g/cm3

Soal 2: Barometer Toricelli menggunakan raksa, Pascal menambahkannya dengan anggur perancis yang memiliki massa jenis 984 kg/m3. Tentukan ketinggian kolom anggur pada tekanan normal.

Jawab:
Massa jenis raksa, ρ1 = 13.6 × 103 kg/m3 . Tinggi kolom raksa, h1 = 0.76 m
Massa jenis anggur Prancis, ρ2 = 984 kg/m3
Tinggi kolom anggur Prancis = h2
Percepatan gravitasi, g = 9.8 m/s2
Tekanan dalam kedua kolom adalah,
  Tekanan dalam kolom raksa = tekanan dalam kolom anggur
ρ1h1g  =  ρ2h2g
h2 = ρ1h1 / ρ2
= 13.6 × 103 × 0.76 / 984  =  10.5 m
maka tinggi kolom anggur Prancis pada tekanan normal adalah 10.5 m.

Soal 3
Sebuah manometer yang digunakan untuk mengukur tekanan udara. Jika dalam pipa U diisi cairan raksa dengan massa jenis 13,6 g/cm3. Tentukan tekanan udara dalam tabung!


Jawab:
Diketahui: ρraksa = 13,6 g/cm3 = 13600 kg.m-3; h = 5 cm = 5 x 10-2 m dan Patm = 1,05 x 105 Pa, maka
Pudara = Patm + ρgh
Pudara = 1,05 x 105 Pa + (13600 kg/m3)(9,8 m/s2)(0,05 m)
= 1,12 x 105 Pa ≈ 112 kPa

Soal 4:
Sebuah manometer yang digunakan untuk mengukur tekanan udara. Jika dalam pipa U diisi air, tentukan h, jika tekanan udara yang terbaca sekitar 65 kPa!


Jawab:
Diketahui: ρair = 1,0 g/cm3 = 1000 kg.m-3; Pgauge = 65 kPa dan Patm = 1,05 x 105 Pa, maka h = ??
Pudara – Patm  = ρgh
Pgauge = ρgh
65000 Pa = (1000 kg/m3)(9,8 m/s2)(h)
h = 6,63 m


Soal 5:
Sebuah pipa-U yang tangannya terbuka ke atmosfer dituangkan air dari satu lengan, dan minyakpada lengan lainnya. Satu lengan berisi air 70 cm, sedangkan lengan lainnya berisi cairan minyak dengan rasio tinggi terhadap tinggi air 6. Tentukan tinggi minyak dalam pipa-U.

Jawab:
Diketahui: ketinggian air h1 = 70 cm = 0,7 m,
massa jenis air, ρa = 1000 kg.m-3,
massa jenis minyak ρm = 790 kg.m-3
dan hm = tinggi minyak = 6h2 (h2 = tinggi air yang diukur dari dasar pipa U pada lengan kanan), maka dengan menggunakan persamaan tekanan total di dasar pipa-U kita peroleh
Pdasar = Patm + ρagh1 (lengan kiri) dan
Pdasar = Patm + ρagh2 + ρmghm (lengan kanan)
Sehingga,
Patm + ρgh1 = Patm + ρagh2 + ρmghm
ρah1 = ρah2 + ρmhm
(1000 kg/m3)(0,7 m) = (1000 kg/m3)(h2) + (790 km/m3)(6h2)
70 = 574h2
h2 = 0,122 m
maka hm = 6h2 = 0,732 m

Soal 6:
Manometer merkuri (ρ = 13.600 kg/m3) dihubungkan ke saluran udara untuk mengukur tekanan di dalamnya. Perbedaan ketinggian  manometer adalah 15 mm, dan tekanan atmosfir 100 kPa. Tentukan tekanan absolut di salurannya!

Jawab:
Diketahui: ρraksa = 13600 kg.m-3; h = 15 mm = 5 x 10-2 m dan Patm = 1,05 x 105 Pa, maka
Pudara = Patm + ρgh
Pudara = 1,05 x 105 Pa + (13600 kg/m3)(9,8 m/s2)(0,015 m)
= 1,03 x 105 Pa ≈ 103 kPa

Soal 7:
Perhatikan manometer fluida ganda yang terpasang di pipa udara yang ditunjukkan pada gambar. Jika berat jenis satu cairan adalah 13,55 g/cm3, tentukan massa jenis fluida lainnya tekanan udara yang ditunjukkan mutlak. Ambillah tekanan atmosfer menjadi 100 kPa!



Jawab:
Dimulai dengan tekanan udara di dalam tangki, dan bergerak di sepanjang tabung dengan menambahkan (saat turun) atau mengurangkan (saat naik) sebesar ρgh syarat mencapai permukaan bebas dimana cairan pada tabung yang lainnya terkena  atmosfer, dan hasilnya sama dengan Patm berikan
Pudara + ρ1gh1ρ2gh2 = Patm
PudaraPatm = ρ2gh2ρ1gh1
76 kPa – 100 kPa = ρ2 (9,8 m.s-2)(0,4 m) – (13550 kg.m-3)(9,8 m.s-2)(0,22 m)
5213,8 Pa = 3,92ρ2
ρ2 = 1330,05 kg.m-3 = 1,33 g/cm3

Soal 8:
Pada manometer ganda seperti gambar di bawah ini, diisi cairan air, raiksa, gliserin dan minyak. Tentukan perbedaan tekanan pada titik A dan titik B.

 
Jawab:

PA + ρagh + ρHgghHgρglighgli + ρmghm = PB
PBPA = ρagh + ρHgghHgρglighgli + ρmghm
PBPA = [(1000 kg/m3)(0,6 m) + (13500 kg/m3)(0,2 m) – (1260 kg/m3)(0,45 m) + (880 kg/m3)(0,1 m)] (9,8 m.s-2)
= 27,6 kPa

Soal 9:
Sebuah manometer pada gambar di bawah ini! Jika jarum menunjukkan angka 10,67 kPa dan L = 10 cm, berapa sudut θ yang dibentuk oleh pipa dan horisontal?

Jawab:
Tekanan yang terbaca merupakan besar dari tekanan gauge,
Pgauge = Pudara – Patm = ρraksagh
10670 Pa = (13600 kg/m3)(9,8 m.s-2)h
h = 0,0800 m = 8,0 cm
sin θ = h/L = 8 cm/10 cm
θ = 53,10

Soal 10:

Sebuah manometer membaca tekanan gas di sebuah kandang seperti ditunjukkan pada Gambar (a) Ketika sebuah pompa menghilangkan beberapa gas, manometer membaca seperti pada Gambar (b) Cairan yang digunakan dalam manometer merkuri dan tekanan atmosfer adalah 76 cm air raksa. (A) Berikan tekanan mutlak dan pengukur gas dalam kandang untuk kasus (a) dan (b), dalam satuan cm merkuri. (B) Bagaimana tingkat akan berubah dalam kasus (b) jika 13,6 cm air (bercampur dengan raksa) yang dituangkan ke dalam tungkai kanan manometer? (Abaikan perubahan kecil dalam volume gas).
  
Jawab:
(A) Untuk gambar (a)
tekanan atmosfer, P0 = 76 cm Hg
Perbedaan antara tingkat merkuri dalam dua tungkai memberikan tekanan gauge.
Oleh karena itu, pengukur tekanan adalah 20 cm Hg.
tekanan absolut = Tekanan atmosfer tekanan + tekanan Gauge
= 76 + 20 = 96 cm Hg
Untuk angka (b)
Perbedaan antara ketinggian raksa dalam dua kolom = -18 cm
Oleh karena itu, pengukur tekanan adalah -18 cm Hg.
tekanan absolut = Tekanan atmosfer tekanan + tekanan Gauge
= 76 cm - 18 cm = 58 cm

(B) 13,6 cm air dituangkan ke dalam tungkai kanan gambar (b).
kepadatan relatif merkuri = 13,6 g/cm3.
Oleh karena itu, kolom 13,6 cm air setara dengan 1 cm dari raksa
misalkan h adalah perbedaan antara kolom raksa dalam dua kolom pipa.
Tekanan di tungkai kanan diberikan sebagai:
PR = Tekanan atmosfer + 1 cm Hg
= 76 + 1 = 77 cm Hg ... (i)
Kolom raksa akan naik di tungkai kiri.
Oleh karena itu, tekanan di tungkai kiri, PL = 58 + h ..... (ii)
Menyamakan persamaan (i) dan (ii), kita mendapatkan:
77 = 58 + h
h = 19 cm
Oleh karena itu, perbedaan antara tingkat merkuri dalam dua kolom pipa akan 19 cm.
Soal dan penyelesaian Hukum Archimedes

Soal dan penyelesaian Hukum Archimedes

Soal 1:
Batu padat bermassa 2 kg dan massa jenis  3200 kg/m3 dan g = 9,8 m.s-2. Berapakah hasil bacaan neraca pegas ketika batu: (a) berada di udara, (b) tercelup seluruhnya dalam air dan tercelup setengah bagian dalam air!

Jawab:
Massa jenis batu = ρb = 3200 kg/m3, massa jenis air ρf = 1000 kg/m3, g = 9,8 m.s-2, massa batu = 2kg
Volume batu = Vb = mb = 2 kg/(32 kg/m3) = 0,0625 m3

 (a) ketika batu berada di udara, diagram bebas gaya-gayanya seperti berikut
 ΣF = 0, arah atas positif
+ Tmg = 0
T = mg = 2 kg x 9,8 N/kg = 19,6 N


(b) ketika batu tercelup di dalam air, bekerja gaya ke atas Fa, seperti gambar berikut.
ΣF = 0
+ Tmg + Fa = 0
T = mgFa
Untuk batu yang tercelup seluruhnya (volume batu yang tercelup dalam fluida sama dengan volume batu, Vbf = Vb) sehingga,
Fa = ρfVbfg
T = mgρfVbg
   = 2 kg x (9,8 N/kg) – (1000 kg/m3)(0,0625 m3)(9,8 N/kg)
= 12,3 N

(c) untuk balok yang tercelup setengah bagian dalam air maka Vbf = Vb/2, sehingga
Fa = ρfVbfg
T = mgρf (Vb/2) g
   = 2 kg x (9,8 N/kg) – (1000 kg/m3)(0,0625 m3/2)(9,8 N/kg)
= 16 N

Soal 2:
Balok kayu yang terapung di permukaan air dan volume bagian balok yang muncul di atas air sebesar 100 cm3. Jika massa jenis balok kayu = 0,8 g/cm3 dan massa jenis air = 1 g/cm3, maka hitunglah massa balok kayu itu.

Jawab:
Diketahui: ρb = 0,8 g/cm3, ρa = 1 g/cm3,
Gaya Archimedes,
Fa = ρfVbfg
Berat balok
wa = ρbVbg
karena
Fa = w, maka
ρfVbfg = ρbVbg
Vbf = 0,8 g/cm3 Vb/(1 g/cm3) = 0,8Vb
Volume balok adalah
Vb = Vbf + 100 cm3 = 0,8Vb + 100 cm3
Vb = 500 cm3
sehingga massa balok adalah mb = ρb x Vb = 0,8 g/cm3 x 500 cm3 = 0,4 kg

Soal 3:
Balok  logam yang memiliki volume 0,2 m3 digantung dengan tali ringan dan selurunya tercelup dalam tangki berisi air. Tentukan tegangan tali? [massa jenis logam  = 8 × 103 kg m-3]
Jawab:
Volume logam, VL = 0,2 m3, massa jenis logam, ρlogam = 8 × 103 kg m-3 dan ρair= 1000 kg m-3
Sistem dalam keadaan setimbang, maka
Gaya Archimedes + tegangan tali = berat balok
FA + T = W
ρairVairg + T = ρbalokVbalokg
T = ρbalokVbalokg – ρairVairg
T = (8000)(0.2)(10) - (1000)(0.2)(g)
T = 14000 N

Soal 4:
Drum yang terapung di air digunakan untuk membuat jembatan pnton. Setiap drum diisi udara sehingga secara keseluruhan memiliki massa 13 kg dan volume rata-rata 0,25 m3. Berapakah gaya topang tiap drum apabila bagian yang tenggelam hanya setengahnya?

Jawab:
Massa jenis air ρf = 1000 kg/m3, massa drum dan udara md = 13 kg, volume drum dan udara Vd = 0,25 m3, jika drum diberi beban sehingga tercelum setengahnya maka Vbf = Vd/2. Drum mencapai kesetimbangan sehingga berlaku:
ΣF = 0
+Fa – wb = 0
Wb = Fa = ρfVbfg  = (1000 kg/m3)(1/2)(0,25  m3)(10 m/s2) = 1250 N

Soal 5: 
Balon yang diisi gas helium memiliki massa yang tidak berarti. Volume balon adalah 120 cm³. [Kepadatan udara = 1,23 kg/m³. Tingkat helium gas = 0,18 kg/m³]. 

Jawab:
(a) Hitung massa gas helium di balon?
m = ρV
m = (0,18 kg/m³) (120 × 10-6 m³) = 2,16 × 10-5kg 

(b) Hitung berat gas helium?
W = mg
W = (2,16 × 10-5 kg) (10 N/kg) = 2,16 × 10-4N

Balon tersebut kemudian diikat dengan massa m kg, seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Balon dan muatan mengapung di udara!
Gaya ke atas = berat beban + berat gas helium
(c) Hitung massa beban, m.
Gaya ke atas = berat beban + berat gas helium
ρVg = mg + 2,16 × 10-4 kg
(1,23 kg/m3)(120 × 10-6 m3)(10 N/kg) – 2.16 × 10-4 kg = m (10)
m = 1,26 × 10-4kg

(d) Jika tali yang diikat pada balon dipotong, Temukan akselerasi ke atas yang dialami balon?
Gaya netto dilakukan pada balon = mg = (1,26 x 10-4 kg)(10 N/kg) = 1,26 x 10-3N
Massa gas helium, m = 2,16 x 10-5kg
F = ma
(1.26 × 10-3 N) = (2.16 × 10-5kg)a
a = (1.26 × 10-3 N)/(2.16 × 10-5kg) = 58.3 ms-2

Soal 6

Sebuah balon udara yang berisi udara panas memiliki volume 1000 m³.Balon itu bergerak ke atas dengan kelajuan tetap di udara yang massa jenisnya 1,2 kg/m³.Massa jenis udara panas yang ada di dalam balon ketika itu adalah 0,90 kg/m³. (a) Berapakah massa total balon dan udara panas di dalamnya?, (b) Berapakah massa balon? Dan (c) Berapakah percepatan ke atas balon ketika suhu udara di dalam balon dinaikkan hingga massa jenisnya menjadi 0,8 kg/m³ ?

Jawab;
(a) Massa total balon dan gas panas yang ada pada balon?
karena balon bergerak ke atas dengan percepatan tetap maka gaya ke atas (F apung) = total gaya berat balon dan gas di dalamnya (W total)
Fatas = Wtotal = Wbalon + Wgas
Mg = ρugV = 1,2 kg/m3 x 1000 m3
M = 1200 kg
(b) Berapakah massa balon?
ρugV = mbg + ρgasgV
mb = (ρuρu)V
mb = (1,2 kg/m³ – 0,90 kg/m³) x 1000 m3 = 300 kg
(b) Jika ρ gas = 0,8 kg/m³, maka percepatan = ?
ΣF = Ma
dengan M = massa balon + massa gas panas
M = mb + ρgV = 300 kg + 0,8 kg/m³ x 1000 m3
M = 1100 kg
Maka percepatan yang dialami balok adalah
FambgρgasVg = Ma
ρugV mbgρgasVg = Ma
(ρuρgas)Vgmbg = Ma
(1,2 kg/m³ – 0,80 kg/m³)1000 m3 x 10 m/s2 – 300 kg x 10 m/s2 = (1100 kg)a
1000 = 1100a
a = 10/11 m/s2

Soal 7
Sebuah bola dengan volume 32 cm3 mengapung di permukaan air dengan setangh bagian volumenya berada di bawah permukaan air. Jika massa jenis air adalah 1000 kg.m-3, berapakah massa bola?

Jawab:
Volume total bola = Vb = 32 cm2 = 32 x 10-6 m3; massa jenis air ρf = 1000 kg.m-3.
Massa jenis bola kita kitung dengan menggunakan konsep,
Fa = W
ρfgVbf = ρbgVb
ρb = (½Vb) 1000 kg.m-3/Vb = 500 kg/m3
Massa bola, mb, adalah
mb = ρb x Vb = (500 kg/m3)(32 x 10-6 m3) = 0,016 kg = 16 gram

Soal 8:
Suatu benda terapung di atas permukaan air yang berlapiskan bensin dengan 40% volume benda berada di dalam air, 30% di dalam bensin dan sisanya berada di atas permukaan bensin. Jika massa jenis bensin = 700 kg.m-3, berapakah massa jenis benda tersebut?

Jawab:
Dari gambar dapat kita tuliskan
Fa1 + Fa2 = Wb
Dengan Fa1 = gaya ke atas akibat fluida air; Fa2 = gaya ke atas akibat bensin, maka
ρ1gVbf1  + ρ2gVbf2 = ρbgVb atau
ρ1Vbf1  + ρ2Vbf2 = ρbVb
(1000 kg/m3)(0,4 Vb) + (700 kg/m3)(0,3 Vb) = ρbVb
Jadi, Vb = 610 kg.m-3

Soal 9:
Dimensi suatu kotak berongga adalah 15 cm x 10 cm x 5 cm. Kotak tersebut mengapung tegak lurus di atas permukaan dengan dua per tiga rusuk terpanjangnya terbenam dalam air. Tentukan (a) massa kotak tersebut dan (b) massa logam yang harus dimasukkan ke dalam kotak tersebut agar kotak tepat mengapung dengan bidang sisi atasnya sejajar dengan permukaan air.
Jawab:
Volume benda total Vb = 15 x 10 x 5 = 750 cm3= 750 x 10-6 m3; massa jenis air ρf = 1000 kg.m-3.
(a) rusuk terpanjang hb = 15 cm,
rusuk yang tercelup hbf = 2hb/3 = 10 cm,
maka volume benda yang tercelup, Vbfadalah
Vbf = 10 x 10 x 5 = 500 cm3 = 500 x 10-6 m3
Karena Fa = W, maka
ρfgVbf = mg
m = ρfVbf = (1000 kg.m-3)(500 x 10-6 m3) = 0,5 kg = 500 g

(b) misalkan massa logam yang dimasukkan ke dalam kotak adalah nkg, maka massa total benda adalah mt = x + 0,5.
Pada kasus ini, kotak tercelup seluruhnya dalam air.
Vbf = Vb = 750 x 10-6 m3, dan
Karena Fa = W, maka
ρfgVbf = mtg
(1000 kg.m-3)(750 x 10-6m3) = n + 0,5 kg
0,75 kg = n + 0,5 kg
n= 0,25 kg = 250 gram

Soal 10;
Seperti ditunjukkan pada gambar di bawah mahkota memiliki massa 14.7 kg bila diukur di atas air dan 13.4 kg bila diukur dalam air. Apakah mahkota itu terbuat dari emas?
Jawab:
Ketika mahkota ditimbang di udara beratnya adalah W = mg = 147 N = T,
Tetapi ketika ditimbang dalam air beratnya menjadi T’ = 134 N, maka menurut hukum II Newton diberikan oleh
T’ + Fa = mg
Dengan Fa = gaya ke atas oleh fluida atau gaya Archimedes atau disebut juga gaya apung, dengan
Fa = ρfgVbf
Dengan ρf = massa jenis fluida = 1,0 g/cm3 (air), Vbf = volume benda yang tercelup dalam fluida = Vb (karena mahkota tercelup seluruhnya dalam air), maka
T’ – mg = ρfgVbf
147 N – 134 N = ρfgVbf
ρfgVbf = 13 N  (1)
berat mahkota yang ditimbang di udara dapat juga dituliskan sebagai
W = mg = ρbgVb
ρbgVb = 147 N (2)
kita bagi hubungan (2) dan (1), maka kita peroleh
ρb/ρf = 147/13 = 11,31
ρb = 11,31 g/cm3

karena massa jenis emas sekitar 19,3 g/cm3 maka mahkota terbuat dari campuran emas dan logam lain bukan emas murni.

Soal 11: 
Gabus berbentuk kubus dengan massa jenis σ (sisi-sisinya h) diikat dengan tali yang lembut dan ringan, lalu dicelupkan ke dalam air, seperti gambar. Massa jenis air ρ. Tentukan gaya yang dialami oleh pegas!

Jawab:
Pegas yang digantung pada dinding mengalami tarikan yang dikerjakan oleh tali, karena itu gaya yang dialami pegas sama dengan gaya tegangan tali T.
Untuk menghitung T, kita tinjau sistes gabus. Pada gabus bekerja gaya Fa= gaya apung, w = mg = gaya berat gabus dan T = gaya tegangan tali.
ΣFy= 0
FaT ­– mg = 0
T = Famg 
Volume kubus adalah h3, maka
Fa = volume kubus x berat jenis air
    = h3(ρg)
Massa kubus = massa jenis kubus x volume kubus
m = σh3
dengan demikian,
T = h3(ρg)– σh3g 
T= (ρ σ)gh3
Soal Fluida Statis dan penyelesaiannya

Soal Fluida Statis dan penyelesaiannya

Soal 1:  Seorang gadis bermassa 50 kg menggunakan sepatu high heel. Diameter ujung bawah tumit sepatu 1.0 cm. Tentukan tekanan yang diberikan tumit pada lantai?

Jawab
Massa gadis, m = 50 kg
Diameter tumit sepatu, d = 1 cm = 0.01 m
Radius tumit sepatu, r = d/2 = 0.005 m
Luas alas tumit sepatu = πr2
= π (0.005)2
= 7.85 × 10–5 m2
gaya yang diberikan oleh tumit pada lantai adalah:
F = mg
= 50 × 9.8
= 490 N
tekanan oleh tumit pada lantai adalah:
P = gaya /luas = 490 / (7.85 × 10-5)  =  6.24 × 106 Nm-2
maka tekanan yang berikan tumit pada lantai adalah sebesar 6.24 × 106 Nm–2.

Soal 2: Pada gambar di bawah ini, gambar (a) menunjukkan selaput cairan tipis menopang benda seberat 0,045 N. Berapakah berat benda yang didukung oleh selaput cairan yang sama pada suhu yang sama untuk gambar (b) dan (c)! Jelaskan jawaban anda!!
Jawab:
Pada kasus (a): Panjang selaput cairan yang di dukung berat adalah, l = 40 cm = 0.4 cm
berat yang tergantung ada cairan adalah, W = 4.5 × 10–2 N
Sebuah selaput cairang memiliki dua permukaan bebas.
∴ tegangan permukaan = W /2l
= 4.5 × 10-2 / (2 × 0.4)  = 5.625 × 10-2 N/m

Pada kasus (b) dan (c) karena cairan sama dan pada suhu yang sama maka tegangan permukaannya juga sama yaitu 5.625 × 10-2 N/m.
Karena panjang selaput pada setiap kasus sama maka berat yang didukung selaput untuk setiap kasus adalah sama yaitu W = 4.5 × 10–2 N.

Soal 3: Merkurius memiliki sudut kontak sama dengan 140 ° dengan kaca soda kapur. Sebuah tabung sempit radius 1,00 mm terbuat dari kaca ini dicelupkan ke dalam palung yang mengandung merkuri. Berapa besar merkuri turun dalam tabung relatif terhadap permukaan cairan luar? tegangan permukaan air raksa pada suhu percobaan adalah 0,465 N m-1. Kepadatan merkuri = 13,6 × 103 kg/m-3.

Jawab:

Sudut kontak antara merkuri dan soda lime glass, θ = 140 °
Radius dari tabung sempit, r = 1 mm = 1 × 10-3 m
tegangan permukaan air raksa pada suhu tertentu, s = 0,465 N m-1
Kepadatan merkuri, ρ = 13,6 × 103 kg / m3
Berenang di ketinggian raksa = h
Percepatan gravitasi, g = 9,8 m / s2
tegangan permukaan terkait dengan sudut kontak dan berenang di ketinggian seperti:
s = hρgr/2 cosθ
h = 2s cosθ/ρgr
= 2 × 0,465 × cos1400 / (1 × 10-3 × 13,6 × 103 × 9,8)
= -0,00534 m
= -5,34 m
Di sini, tanda negatif menunjukkan tingkat penurunan raksa.


Soal 4: Dua pipa sempit diameter 3,0 mm dan 6,0 mm yang bergabung bersama untuk membentuk pipa-U terbuka di kedua ujungnya. Jika pipa-U berisi air, apa perbedaan ketinggian dalam dua kolom pipa? tegangan permukaan air pada suhu percobaan adalah 7.3 × 10-2 Nm-1. Ambil sudut kontak menjadi nol dan massa jenis air 1,0 × 103 kg m-3 (g = 9,8 m s-2).

Jawab:
Diameter pipa pertama, d1 = 3,0 mm = 3 × 10-3 m
Oleh karena itu, jari-jari pipa pertama, r1 = d1 / 2 = 1,5 × 10-3 m
Diameter pipa kedua, d2 = 6,0 mm = 6 × 10-3 mm
Oleh karena itu, jari-jari pipa kedua, r2 = d2 / 2 = 3 × 10-3m
tegangan permukaan air, s = 7,3 × 10-2 Nm-1
Sudut kontak antara permukaan pipa dan air, θ = 00
massa jenis air, ρ = 1,0 × 103 kg/m-3
Percepatan gravitasi, g = 9,8 m/s2
ketinggian air yang naik di tabung pertama dan kedua masing-masing adalah h1dan h2. ketinggian ini diberikan oleh hubungan:
h1 = 2s cosθ / r1ρg ..... (i)
h2 = 2s cosθ / r2ρg ..... (ii)
Perbedaan antara tingkat air di dua kaki dari tabung dapat dihitung sebagai:
= 4.966 × 10-3 m
= 4.97 mm
jadi perbedaan ketinggian air pada kedua pipa adalah 4,97 mm